Cara Bayar Pajak Penghasilan Perseorangan dan Badan Usaha
Cara Bayar Pajak Penghasilan Perseorangan dan Badan Usaha

Cara Bayar Pajak Penghasilan Perseorangan dan Badan Usaha

Mietha Fanza
1 month ago Last Updated 1 month ago

Apakah kamu ingin mengetahui cara bayar pajak penghasilan baik perorangan ataupun badan usaha? Sekarang ada beberapa cara atau metode yang bisa kamu gunakan untuk membayar pajak loh!

Sebagai seseorang yang wajib pajak, maka kita harus memenuhi aturan. Pemerintah telah menentukan wajib pajak bagi warga negaranya. Nah! Karena masa ini sedang pandemi, jumlah pertemuan dibatasi. Sama halnya pertemuan antara pembayar dengan petugas pajak.

Oleh karenya, selain era digital yang semakin modern, pembayaran pajak juga berbeda dari sebelum-sebelumnya. Nah! Buat kamu yang mau bayar pajak tapi kebingungan bagaimana caranya, simak artikel di bawah ini!

Pengertian Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan

Sebelum melangkah lebih jauh membahas seputar pajak penghasilan, ada baiknya kamu paham dulu makna dari pajak penghasilan itu sendiri. Jadi pengertian pajak penghasilan adalah wajib pajak yang dikenakan pada seseorang dari penghasilan yang diperolehnya.

Wajib pajak berlaku bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Peraturan mengenai pajak ini sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan wajib pajak yang sudah mengalami perubahan 4x.

Namun, salah satu peraturan yang digunakan saat ini adalah perubahan keempat, yakni peraturan UU no. 36 tahun 2008 UU No.7/1983 yang membahas seputar pajak penghasilan. Kamu bisa menggunakan UU ini sebagai acuan pembayaran wajib pajak.

Pelaku Pajak Penghasilan

Pelaku Pajak Penghasilan
Pelaku Pajak Penghasilan

Sudah memahami maknanya? Mungkin kamu penasaran siapa yang menjadi pelaku wajib pajak ini. Terus bertanya-tanya, kiranya kamu wajib pajak tidak, ya? Nah! Untuk bahasan berikut ini kami cantumkan daftar mereka yang wajib membayar pajak penghasilan.

Perseorangan

Wajib pajak dikenakan kepada siapa saja. Namun, dengan ketentuan saat seseorang sudah mendaftarkan dirinya sebagai daftar wajib pajak. Mereka membayar pajak juga memiliki alasan tersendiri. Seperti halnya kepemilikan motor, maka mereka wajib bayar pajak.

Nah! Pelaku wajib pajak jenis perseorangan ini diantaranya seperti halnya mereka yang sudah memperoleh penghasilan besar dan tidak kena Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP (Dalam negri).

Ada pula wajib pajak perseorangan ini adalah mereka yang memperoleh penghasilan dari Indonesia serta tidak terkena PTKP (Luar Negri). Bukan hanya itu saja, warisan yang belum terbagi juga akan dikenai pajak.

Badan

Selain perseorangan yang wajib membayar pajak, badan juga wajib membayar pajak. Mau badan itu berbentuk usaha atau bukan, pada dasarnya badan usaha ini sudah terdiri atas orang-orang dan atau modal yang terkumpul menjadi satu kesatuan.

BUT

Pernah mendengar kata BUT? BUT adalah singkatan dari Badan Usaha Tetap yang wajib pajaknya disama ratakan dengan suatu badan wajib pajak yang ada di dalam negri meski sebenarnya bentuk badan usaha ini digunakan oleh pihak luar negri.

Kalau dipikir-pikir, mengapa BUT terkena wajib pajak? Tentu saja kena! Mereka harus mendaftarkan diri supaya mendapatkan NPWP kemudian secara otomatis jadi terdaftar sebagai pelaku wajib pajak.

Cara Bayar Pajak Penghasilan

Cara Bayar Pajak Penghasilan
Cara Bayar Pajak Penghasilan

Setelah mengetahui makna pajak dan siapa saja yang berhak membayar pajak, apakah kamu masuk di salah satunya? Kalau begitu, kini sudah saatnya kamu lebih tau bagaimana cara bayar pajak penghasilan.

Kalau dilihat dari metode pembayarannya, cara membayar pajak sebenarnya terbagi menjadi dua. Pertama, dengan cara membayar langsung dan kedua membayar dengan cara online. Nah! Berikut selengkapnya perihal cara bayar pajak penghasilan secara online ataupun offline.

Bayar via Online

Membayar pajak dengan cara online bisa dilakukan via Banking. Jika kamu membayar pajak dengan cara ini, pastikan dulu sudah terdaftar dalam penggunaan fitur online. Nah! Kalau belum terdaftar silakan lakukan pendaftaran ke salah satu bank yang direkomendasikan Menkeu.

Saat kamu sudah melakukan pendaftaran, maka pihak bank akan merekomendasikan aplikasi khusus untuk pembayaran pajak. Selanjutnya kamu bisa melakukan pembayaran, deh! Tapi, jangan lupa isikan dulu data-data yang diperlukan sebelum transaksi pembayaran.

Begitu pembayaran selesai, kamu akan menerima nomor resensi sebagai bukti pembayaran. Kemudian, kamu kirimkan nomor bukti pembayaran itu ke bank yang bersangkutan. Hal ini sangat penting dan berfungsi untuk mengirimkan laporan pajak ke kantor pajak.

Bayar via Bank

Selain dengan cara online/banking, kamu juga bisaengunjungi bank terdekat untuk membayar pajak. Namun, karena pemerintah ingin melancarkan proses pembayaran pajak sekaligus supaya tidak kejauhan, kamu bayar pajak di kantor pos juga bisa, kok!

Kalau bayar pajak di kantor pos metode penerimaan uang ke pemerintah sebenarnya dilakukan secara elektronik yang dikirimkan ke sistem modul penerimaan negara generasi kedua atau biasa disebut dengan MPN G2.

Dengan memanfaatkan metode pembayaran yang satu ini, kamu tidak perlu repot-repot mengurus berkas yang terlalu banyak. Tinggal menunjukan ID MPN G2 saja maka sudah pasti kode akan diakses.

Namun, sebelum itu pastikan dulu bahwa kamu sudah terdaftar di wajib pajak melalui sistem www.pajak.go.id atau aplikasi yang sudah direkomendasikan. Dari kanal atau aplikasi tersebut nantinya kamu akan mendapatkan ID Billing.

Metode pembayaran pajak dengan cara ini memang terbilang sangat praktis. Bahkan berada di urutan kedua setelah via Banking. Jika sebelumnya kantor pos hanya menggunakan metode lembar surat setoran pajak, sekarang sudah tidak. Karena tergolong merepotkan petugas.

Dengan adanya ID Billing yang diterima oleh setiap wajib Wajak, saat akan membayar pajak kamu tinggal mengunjungi kantor pos dan tunjukan ID Billing yang sudah diterima. Kemudian petugas kantor pos akan mengisikan ID Billing tersebut tanpa berkas-berkas tambahan.

Bayar via Online Pajak

Bukan hanya dua cara di atas saja, cara membayar pajak juga bisa dilakukan dengan Bayar Pajak via online. Bayar pajak dengan cara yang satu ini termasuk salah satu layanan yang diberikan oleh Online Pajak untuk memudahkan para wajib pajak dalam membayar pajak.

Setor Pajak

Tahukah kamu? Ternyata cara membayar pajak ada yang disebut sebagai setor pajak. Perlu diketahui pula, cara bayar pajak engan setor pajak itu berbeda. Perbedaannya di mana? Perbedaannya terletak pada pihak penyetor pajak yang sudah dipotong dengan kas negara.

Untuk setor pajak sendiri, sebenarnya uang akan disampaikan oleh pihak pemotong pajak penghasilan. Sistem seperti ini familiar digunakan pada suatu pemerintahan dimana penerapan sistem sudah lebih sederhana.

Sangat cocok buat kamu yang anti rebt, pada saat menerima uang gaji dari atasan baik itu kamu pegawai atau karyawan, otomatis sudah dipotong untuk pajak penghasilan. Pihak pemotong/pihak kantor nantinya akan menyampaikan pemotongan tersebut pada pajak negara.

Tenang saja, kamu akan mendapatkan bukti pemotongan gaji yang digunakan untuk bayar pajak, kok. Setelah itu, urusannya tinggal di kamu sendiri. Yup! Maksudnya tinggal kamu yang menyampaikan suda bayar pajak ke kas negara.

Pengangsuran Pajak

Bayar pajak tidak harus langsung kontan. So, buat kamu yang merasa terbebani dengan besarnya pajak yang harus dibayar bisa gunakan metode angsuran. Hanya saja kamu memang harus melakukan pembayaran secara rutin meski total pembayarannya lebih kecil.

Itulah beberapa cara bayar pajak penghasilan yang harus kamu ketahui. Selain bayar pajak dengan cara-cara di atas, masih ada cara lainnya. Seperti pembayaran dilakukan secara kontan maupun bayar pajak terutang.