Tutorial dan Cara Daftar NPWP Online Terbaru
Tutorial dan Cara Daftar NPWP Online Terbaru

Tutorial dan Cara Daftar NPWP Online Terbaru

Mietha Fanza
5 months ago Last Updated 5 months ago

Sekarang zaman sudah serba canggih. Segala hal dapat dilakukan dengan mudah dengan cara online. Nah! Salah satunya dengan Cara Daftar NPWP Online ini. Pemerintah juga menganjurkan rakyatnya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan melalui cara ini.

So, buat kamu yang mau daftar NPWP tapi belum tahu bagaimana caranya, simak artikel berikut ini! Kami menjabarkan secara mulai dari pengertian NPWP itu sendiri sampai syarat dan tentang cara pendaftarannya.

Pengertian NPWP

Tentang NPWP
Tentang NPWP

Kalau mau membuat NPWP, pastinya kamu harus tahu dulu apa itu NPWP. Nah! Jadi, NPWP merupakan singkatan dari Nomor Wajib Pajak. Maknanya, Nomor Pokok Wajib Pajak ini sama halnya sebagai identitas diri.

Di mana identitas diri ini sebagai pengenal bahwa kamu memang benar-benar orang yang wajib membayar pajak. Sebenarnya, NPWP wajib dimiliki oleh setiap warna Indonesia terutama mereka yang memiliki kewajiban membayar pajak.

Nah! Buat kamu yang belum punya NPWP harus segera bikin, tuh! Kenapa? Karena bagi wajib pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapat NPWP akan dikenakan sanksi sesuai peraturan UU yang berlaku.

Syarat Membuat NPWP Online

Syarat Membuat NPWP Online
Syarat Membuat NPWP Online

Sebelum melangkah lebih jauh membahas Cara Daftar NPWP Online, mungkin kamu adalah salah satu orang yang sudah dikenakan wajib pajak. Menyadari hal tersebut, kamu ingin membuat NPWP. Nah! Untuk membuatnya ada beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi. Seperti apa? Berikut persyaratannya!

Wajib Pajak Pribadi yang Tidak Menjalankan Usaha atau Pekerjaan Bebas

Wajib pajak memang dikenakan kepada siapa saja yang sudah masuk ke lingkup wajib pajak. Nah! Buat kamu yang kena wajib pajak tapi tidak sedang menjalankan usaha atau terlibat pekerjaan bebas, berikut persyaratannya!

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
  2. Sebagai bukti bahwa kamu adalah orang Indonesia asli dan wajib membayar pajak, buktikan dengan KTP. KTP memuat data identitas kamu secara ringkas dan padat. Terutama yang paling penting adalah nomornya.
  3. Fotokopi KITAP, KITAS atau Paspor,

Buat kamu yang warga negara asing juga akan dikenakan wajib pajak, lho! Untuk orang asing jika ingin membuat NPWP maka diwajibkan untuk menyertakan fotokopi Paspor, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Wajib Pajak Pribadi yang Menjalankan Usaha atau Pekerjaan Bebas

Selain mereka yang tidak sedang bekerja atau menjalankan usaha terkena wajib pajak, kamu yang bekerja dan menjalankan usaha lebih-lebih kena wajib pajak. Nah! Wajib pajak ini dikenakan oleh dua kategori. Untuk WNA dan WNI. Berikut selengkapnya!

  1. WNI (Warga Negara Indonesia)
  2. Untuk Warga asli Indonesia ada beberapa berkas yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Fotokopi surat keterangan usaha atau pekerjaan bebas yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
  3. Bukan hanya berkas-beekas di atas saja,berkas lainnya berupa surat pernyataan usaha dan ditandatangani juga harus dikumpulkan. Jangan lupa untuk membeli materai dan tanda tangan di atasnya, ya!
  4. WNA (Warga Negara Asing)

Kalau untuk warga negara asing, sebenarnya pemenuhan berkas serupa dengan Warga Indonesia. Hanya perbedaannya terletak pada berkas pertama yang harus dibawa. Bukan KTP, melainkan fotokopi Paspor, KITAS atau KITAP.

Wajib Pajak (WP) Pribadi wanita kawin yang ingin hak dan kewajiban perpajakannya terpisah

Selain dua wajib pajak di atas, ada wajib pajak lainnya yang harus memenuhi persyaratan. Ia adalah wanita yang sudah menikah dan bekerja atau tidak namun berkeinginan membayar pajak sendiri. Bisa jadi tidak ingin merepotkan suaminya atau mungkin ada alasan lain.

Nah! Buat kamu yang kepingin membayar pajak sendiri, silakan persiapkan berkas untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak, ya! Pertama, silakan menyiapkan KTP bagi warga Indonesia dan Paspor, KITAS atau KITAP untuk warga asing.

Karena kamu sudah menikah, maka jangan lupa untuk membawa fotokopi NPWP suami dan fotokopi kartu keluarga. Lengkapi dengan Fotokopian dari surat pernyataan menghendaki hak dan kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban bayar pajak suami.

Cara Membuat NPWP Online

Cara Membuat NPWP Online
Cara Membuat NPWP Online

Setelah mengetahui sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi bagi seorang yang akan membuat NPWP, saatnya mengetahui Cara Daftar NPWP Online. Nah! Membuat NPWP sebenarnya dibagi menjadi 2 cara, kalau bukan online pasti offline.

Karena saat ini sedang pandemi, masa bertemu dengan orang lain juga dibatasi, mungkin ada baiknya kamu membuat NPWP pribadi secara online. Karena ini hal baru buat kamu, maka ikuti cara membuat NPWP di bawah ini!

Pertama, silakan kamu akses situs Dirjen Pajak untuk memulainya. Kemudian silakan pilih menu e-registrasion. Karena kamu belum punya akun, maka lakukan pendaftaran lebih dulu. Caranya adalah dengan mengklik Daftar pada bagian yang sudah disediakan.

Kemudian lengkapi data-data yang diperlukan untuk menyelesaikan pendaftaran. Pastikan kamu mengisikan nama, surel aktif, kata sandi dan lain sebagainya dengan benar. Teliti lebih dulu sebelum data benar-benar dikirimkan.

Kemudian lakukan aktivasi akun. Untuk melakukan aktivasi akun, kamu tinggal buka inbox pada email. Akan ada pesan masuk dari Diktjen Dikti untuk kamu melakukan aktivasi dengan sekali klik tautan yang sudah disediakan.

Setelah itu, silakan masuk ke proses pengisian formulir. Nah! Pengisian formulir ini dimulai dari membuka menu e-registrasion kemudian masukan alamat email beserta kata sandi yang sudah kamu buat sebelumnya.

Selesai masuk, kamu akan diarahkan ke menu registrasi data WP. Untuk melengkapinya silakan lanjutkan proses pengisian formulir. Di bagian ini kamu diharapkan mengisi data dengan teliti. Karena kalau misalkan proses pengisian salah tidak akan muncul SKDS.

SKDS adalah Surat Keterangan Daftar Sementara. Selesai proses yang satu ini, kamu tinggal masuk ke proses pengiriman formulir pendaftaran. Pada formulir pendaftaran ini ketika sudah dikirim kamu tinggal mencetak dokumen-dokumen yang tertera di layar komputer atau gadget.

Dokumen tersebut adalah Surat keterangan daftar sementara dan juga formulir registrasi wajib pajak. Saat sudah dicetak, silakan kamu tanda tangani dan lengkapi berkas-berkas yang diminta. Setelah itu, kirimkan formulir ini ke KPP, merupakan tempat nama kamu terdaftar sebagai WP.

Setelah itu kirimkan. Kamu bisa mengirimnya langsung ke lokasi atau dikirim via Pos. Catatan penting, dokumen ini hanya berlaku dalam jangka 14 hari. Jadi kalau semisal melebihi tenggat waktu, jelas sudah tidak berlaku.

Ada satu tips dari kami, khusus buat kamu yang tidak ingin keterlambatan pengiriman berkas terjadi. Apa itu? Melakukan scan berkas. Benar! Scan berkas kemudian kirimkan dalam bentuk soft file via E-registrasion.

Selanjutnya kamu tinggal mengecek status dan tunggu hingga soft file benar-benar terkirim. Lanjut, periksa status pendaftaran NPWP kamu di alamat email. Di sini ada kemungkinan status kamu tampil ditolak. Maka kamu harus mebetulkan berkas-berkas yang dikirimkan.

Karena ada kemungkinan kamu salah dalam mengisi atau kesalahan lainnya. Kemudian apabila status kamu disetujui, selamat! Kartu NPWP akan segera dikirimkan ke alamat kami via Pos Indonesia. Mudah sekali, bukan?