Puisi "Nyanyian luka rakyat"
Sebuah puisi yang menggambarkan derita rakyat

Nyanyian luka rakyat

Setiap sudut kota yang tak bersuara

Setiap penjuru yang katanya diam membisu

Menyimpan jutaan teriakan, pekikan derita penghuni bangsa

Di Setiap perputaran jam waktu itu

Ada korban-korban jiwa yang siap menikam sukma bangsa

Kelaparan, kemiskinan,pembunuhan…

Itu hanya secuil kelamnya negeriku

Masih banyak catatan hitam yang tak bisa ku tuliskan

Dimana keadilan?

Saat pemimpin berjalan di atas permadani

Dan rakyatnya berjalan di atas duri

Yang ada hanya lorong-lorong kegelapan

Rakyat merangkak di tengah cekikkan kesengsaraan

Di sudut kota itu…

Belum tersentuh oleh secercah indahnya kehidupan

Raga-raganya masih berjalan di lika-liku yang siap menghadang

Wahai pemegang tampuk bangsa

Adakah kalian dengar ratapan, rintihan penderitaan itu?

Atau hanya seolah-olah kalian hanya menikmati

Sepoi-sepoinya angin negerimu di kursi goyang

Kami masih ingat janji manismu

Masih ingat kau yang dulu pura-pura merangkul kami

Bercengkrama mendengar keluh kesah kami

Kini semua hanya angan belaka

Semua menghiang ditelan murka

Kini rakyatmu terluka

Kini rakyat mu nestapa

Dan kini rakyatmu murka

Ingat Tuan-tuan kami

Kalian masih bisa mengingkari janji kepada kami

Tapi tak bisa di pungkiri

Tuhan akan menagih janji kepadamu wahai tuan

    Duhai pemegang tampuk-tampuk kekuasaan

    Adakah kalian mendengar hati nurani?

    Disini kami tersiksa tanpa ada rasa kasihan

    Disini kami menununggu secercah kehidupan

    Yang dapat menemani pahitnya perjuangan hidup ini

   


Artikel ini di tulis oleh Hanifa Chaniago kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...
loading...

Artikel Terkait

close