Goresan Patah Hati : Angan, Asa dan Mimpi yang Berwujud Kamu - Vebma.com
Goresan Patah Hati : Angan, Asa dan Mimpi yang Berwujud Kamu
Ketika malam membawa bayangmu datang mengusik ke dalam asa dan rasa, tanpa ku tahu bagaimana menyulapnya menjadi nyata

Kau harus bisa bisa berlapang dada

Kau harus bisa bisa ambil hikmahnya

Karena semua semua tak lagi sama

Walau kau tahu diapun merasakannya.....


Malam ini sekali lagi hanya berteman dengan segelas coklat panas, sebatang rokok, dan kumpulan lagu Sheila On 7. Sepertinya ini menjadi malam yang menyenangkan untuk dinikmati, yaa sekedar melepas penat dan mungkin mengingat dirinya lagi. Lagi? hahaha... Sepertinya dia adalah candu untukku. Bagaimana tidak, seharusnya aku berhenti untuk sekedar memikirkan dan mengingatnya.

Semua bermula saat pertama aku mengenalnya. Tak mungkin aku menyesali pertemuan itu, bagaimana mungkin aku menyesali sedangkan dia adalah alasan untukku kembali berdiri. Dia alasan mengapa aku mau mencoba menulis ulang sebuah cerita baru dan sekali lagi, dia adalah alasan mengapa dada ini selalu berdebar walau hanya sekedar memikirkannya. Perasaan yang sudah lama tak ku rasakan dan semua kembali ku rasakan ketika malam membawa bayangnya. Ahh begitu jahatnya kah malam, sampai sampai aku tak mampu melepaskan bayang wajahnya sedikit saja.

Sedikitpun aku tak bisa, alih alih bayang itu sirna, yang muncul ke dalam angan adalah asa untuk merengkuhnya lebih erat. Dan sekali lagi dia adalah candu yang tak bisa kuhindari. Candu memang tak selamanya menyenangkan, malah bisa jadi ini adalah racun. Tapi aku benar benar tak peduli, yang ku tahu semua angan ini indah seperti nyata.

Hei kamu, tahukah dirimu adalah candu bagiku? Entah bagaimana aku bisa menghentikannya, aku benar benar tak tahu.

Hei kamu, tahukah kamu bahwa kau selalu menari dalam anganku? Tak peduli seberapa sering aku alihkan pikiranku, tapi yang ada adalah dirimu dan dirimu yang selalu datang.

Ahh... Tapi sudahlah, semua itu memang hanya berakhir dalam angan saja. Tak peduli seberapa keras aku berusaha, seberapa kuat aku menghindar, pada akhirnya memang dirimulah yang kembali datang. Kembali datang hanya dalam bentuk angan dan asa, karna sejatinya kau sendiri tak melihat bagaimana diriku. Biarkan saja semua mengalir seperti ini, biarkan saja semua rasa ini bermuara di tempat yang aku sendiri tak tahu dimana.

Mungkin pada akhirnya semua ini hanyalah menjadi asa yang kosong, yang berakhir dalam sebuah mimpi. Tapi tunggu, bukankah kita sendiri tak tahu tentang rahasia waktu? Hahahha.... Jadi, bisa saja semua mimpi ini menguap dan berubah menjadi nyata, mungkin saja kan? Hahaha....

Segelas coklat yang setia menemaniku di malam ini pun hanya menyisakan ampasnya saja, dan sebatang rokok yang mencoba menghangatkan malam pun sudah tak mengeluarkan asapnya lagi. Sepertinya cukup untuk malam ini, mungkin esok kau kembali datang, kembali menyapaku. Ahh... Yaaa,, walaupun semua hanya sesuatu yang kusebut mungkin.

Selamat malam canduku dan terimakasih.

Artikel ini ditulis oleh Rheno-Hardhian Angga kamu juga bisa menulis karyamu di Vebma, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Daftar Sekarang!
Loading...
close