Tentang Kehilangan - Vebma.com
Tentang Kehilangan
Sebuah cerita tentang dua kehilangan..

Kehilangan itu adalah rasa sakit paling sakit daripada hanya sekedar dihina dan diolok. Ketika kamu kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu, rasanya seperti dunia sudah menjauh darimu, rasanya seperti dunia sudah enggan lagi berdamai denganmu. Airmata yang jatuh berkali-kalipun rasanya masih tidak cukup untuk menghentikan rasa sakit itu.

Pernah tidak kamu kehilangan dua orang yang paling kamu sayangi dalam waktu yang bersamaan sekaligus? Duh, itu rasanya benar-benar tak terkatakan.

Kehilangan orang terkasih, terdekatmu, tempat segala kamu mencurahkan semua penatmu, berada dipelukannya adalah sesuatu yang paling bisa membuatmu bahagia, seseorang yang paling spesial dihatimu. Apa yang akan kamu rasakan? Ahh sakit. Dia yang kamu yakini akan menjadi pertama dan yang terakhir dalam hal kamu mengenal seorang lelaki dalam hidupmu, seorang lelaki yang mau hidup bersamamu selama hidupmu, namun pergi. Lelaki yang membangun semua mimpimu dan seketika menghancurkannya dengan PERGI. Tersenyum dan tangisan seketika berjalan beriringan saat itu, seolah yakin bahwa memang bukan lelaki itu yang baik untuk diri dan bersamaan dengan cacian dalam hati tidak menerima kenyataan dia meninggalkanmu begitu saja setelah apa yang kalian lalui selama 2 tahun. Menenangkan diri dengan berbagai cara dengan kembali kepadaNya, satu-satunya jalan terbaik saat itu. Menenangkan hati dan berinstrospeksi diri bahwa ini bukan sepenuhnya kesalahan dia yang pergi, namun diri juga berperan dalam berbuat kesalahan yang sama. Ekspektasi-ekspektasi yang terlalu tinggi dalam mengharapkan janji-janji yang pernah terucap adalah kesalahan fatal yang terjadi saat itu, hingga hubungan itu tidak dapat lagi dipertahankan dan dibuang begitu saja.

Hasil gambar untuk kehilangan

Dalam kurun itu, diri berusaha menerima meski sulit dan terkadang rindu dengan kejam merajam hati, merindukan tatapannya, merindukan senyumannya, dan merindukan tawanya. Ahh rindu memang terkenal kejam jika dia tidak sampai pada yang punya. Dan hanya bisa menahan, perlahan melupakan, perlahan pergi dari semua yang berhubungan dengannya.

Sesuatu terjadi lagi, tepat sebulan setelah dia memutuskan PERGI, diri ini yang masih menata hati dan mengumpulkan kepingan yang berserakan harus rela melepaskan kembali kepingan yang terkumpul, kembali jatuh dan pecah lagi menjadi hancur yang mungkin sudah tidak bisa lagi dikutip.

Kehilangan seorang Ayah, seorang lelaki sejati yang telah bersamamu dari saat sebelum kamu hadir ke dunia. Ini adalah jenis kehilangan yang paling menyakitkan lebih dari apapun. Jika kamu pernah merasakannya, bahkan aku merasakannya lebih buruk dari yang kamu rasakan mungkin. Segala macam perasaan sedih muncul seketika menjadi satu di hari itu, seolah itu menjadi hari yang paling buruk saat kamu mendapatkan berita dari ponselmu mengabarkan ada sesuatu yang tidak beres terjadi dirumah. Dan yang paling sedih lagi, ketika kamu jauh dari rumah dan tidak dapat bertemu untuk yang terakhir kalinya, kamu hanya dapat mendengar cerita dari orang sekitar dengan isakan bahwa dia mencari-carimu dan memanggil namamu namunsaat itu kamu tidak juga muncul sampai akhirnya dia pergi padaNya. Teramat hancur hati saat itu, sangat hancur apalagi melihat Mamak yang menangis memburu perlahan terisak dan kemudian memburu lagi kehilangan orang yang paling dia cintai seumur hidupnya, teman hidupnya dikala senang dan sedih dan kini harus pergi meninggalkannya selamanya.

Hati seorang anak mana yang sanggup melihat semua itu. Segala upaya dilakukan untuk kesembuhan bapak, segala doa di ucapkan untuk kesehatannya. Namun Tuhan lebih sayang padanya, dia tidak harus merasakan sakitnya lagi, dia tida harus tersiksa dengan sakitnya lagi. Sakitnya diangkat dan dia sudah tersenyum senang disana. Ada tenang di hati dan pikiran bahwasannya dia tidak perlu lagi merasakan sakit yang sama terus-menerus, namun tetap perasaan hancur ini tidak dapat begitu saja membaik. Bahkan airmata sampai mengering saat sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit itu. Percayalah, rasa sakitnya sungguh luar biasa. Namun hanya bisa pasrah, berserah dan belajar ikhlas.

Hasil gambar untuk kehilangan ayah

Beruntunglah kalian yang masih memiliki sosok ayah, jaga dan rawatlah dia dengan sebaik-baiknya.

Satu hal, jangan pernah menyepelekan tentang KEHILANGAN termasuk dengan siapapun itu terjadi, baik diri sendiri maupun orang lain. Karna ketika kamu merasakannya sendiri, kamu akan lebih menghargai orang-orang yang pernah kehilangan itu. Merasakan sakit yang bahkan masih belum dapat sembuh. Merasakan rindu yang terus-menerus dengan kejam merasuk ke hati.

Hasil gambar untuk ayah

Ini bukanlah hal yang untuk di olok-olokan. Ada memang beberapa yang sepele dengan hal ini. Seperti sesaat setelah orang-orang yang kehilangan itu tampak terlihat bahagia, mampu tersenyum dan lantas dengan serta merta kamu dapat mengatainya seperti “Ahh kamu sudah tidak apa-apa bukan? Sudahlah biarkan saja dia pergi!” haha itu pernyataan memang bisa buatmu tertawa, namun hati masih saja luka, dan tidak dengan semudah itu sembuh dan merelakan.

Hasil gambar untuk ikhlas

Dan satu hal lagi, jangan pernah menjadikan kehilangan yang terjadi pada seseorang sebagai candaan karena itu sungguh membuatnya semakin sakit. Aku harap kalian mengerti, dan dapat menemukan cara untuk mengobati rasa sakit akan kehilangan. Kuncinya berserah padaNya, memohon padaNya untuk lebih menguatkan hati, karna masih ada hari esok yang lebih baik. Dan Ayah, orang yang sangat istimewa itu selalu ada di hati. :)

Artikel ini ditulis oleh Lani Ladidaa kamu juga bisa menulis karyamu di Vebma, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Daftar Sekarang!
Loading...
close