10 Fakta Kekuatan ratu Elizabeth II yang bakal bikin kamu melongo!
Ratu Elizabeth II memang bukan seorang super hero, tapi dia punya paling tidak "10 kekuatan" yang pasti bakal membuatmu melongo takjub. Apa saja "10 kekuatan" sang Ratu Inggris tersebut?
Kamu mungkin sudah pernah mendengar Ratu Elizabeth II,Ratu dari kerajaan Inggris Raya.Selain itu dia juga merupakan ibunya Pangeran Charles, dan merupakan nenek dari Pangeran William dan Harry.

Ratu yang memiliki nama lengkap babtis Elizabeth Alexandra Mary ini merupakan ratu/raja yang paling lama berkuasa di Inggris.Berikut adalah 10 Fakta Kekuatan ratu Elizabeth II yang bakal bikin kamu melongo!

1. Dia tidak butuh SIM dan tidak akan pernah ditilang polisi!


Setiap SIM di Inggris disahkan atas nama sang Ratu, tapi tahukah kamu, dia satu-satunya orang di Inggris yang sah secara hukum, tidak membutuhkan SIM sama sekali untuk mengemudi, dan lebih "wow"nya lagi tidak akan ditilang! Tapi walaupun tidak memiliki SIM, Ratu Elizabeth ternyata jago mengemudi lho. Dan ini terbukti saat dia menjadi pengemudi truk saat perang dunia ke dua. Tidak hanya mengemudi, sang Ratu juga bisa mengganti busi saat kendaraan mogok.

2. Dia juga tak butuh Paspor!


Seperti halnya SIM, setiap Paspor di Inggris juga diterbitkan atas nama sang Ratu, dan karenanya, dia tidak membutuhkan paspor atau dokumen sejenis saat bepergian keluar negeri. Berbeda dengan di Indonesia, saat kamu buka paspor kamu, bisa dilihat bahwa paspor diterbitkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, bukan atas nama presiden.

3. Undang-undang di Inggris tidak akan sah tanpa tanda tangannya


Setiap undang-undang yang sudah disetujui oleh parlemen membutuhkan tanda tangan dari sang Ratu supaya menjadi sah. Tanpa tanda tangan dari sang Ratu, undang-undang tersebut tidak akan bisa sah. Tapi dari catatan sejarah, sang Ratu belum pernah menolak satupun undang-undang yang telah disetujui oleh parlemen. Penguasa Inggris terakhir yang pernah menolak undang-undang yang diusulkan kepadanya adalah Ratu Anne pada tahun 1708.

4. Dia bisa mengangkat "rakyat jelata" menjadi bangsawan


Walaupun Inggris adalah sebuah negara yang sudah sangat modern dan maju, tapi sistem kasta disana masih kental. Orang-orang yang mempunyai gelar bangsawan masih sangat dihormati. Dan menyangkut hal ini, sang Ratu mempunyai kekuatan untuk mengangkat seorang rakyat jelata/ warga negara biasa menjadi seorang bangsawan. Ada dua tipe bangsawan di Inggris; bangsawan karena keturunan, dan bangsawan karena diangkat oleh sang Ratu.

5. Dia bebas dari pajak, seumur hidupnya!


Tidak peduli siapa kamu, apa posisi kamu, seberapa kaya kamu, jika kamu adalah seorang warga negara Inggris, maka kamu wajib membayar pajak. Tapi, hal itu tidak berlaku untuk Sang Ratu. Dia bebas dari pajak dan tak harus membayar sepeser pun kepada negara, karena secara logika, Inggris adalah miliknya. Tapi sejak tahun 1992 dia mulai membayar pajak, karena rasa empati.

6. Dia kebal hukum!


Semua proses hukum dilakukan atas nama kerajaan, sedangkan sang Ratu merupakan pemilik dari kerajaan (dan juga pemilik Inggris), jadi secara logika, hukum yang dibuat atas nama kerajaan tidak berlaku pada sang ratu karena dia merupakan pemilik dari kerajaan itu sendiri.

7. Dia bisa mem-veto keputusan parlemen saat negara dalam keadaan krisis politik


Dalam kondisi negara yang aman dan stabil, kekuatan politik Sang Ratu dalam pemerintahan Inggris memang lebih seperti seremonial atau bisa dikatakan semu. Tapi, jika negara dalam keadaan krisis politik, dia memiliki kekuatan penuh untuk mem-veto semua keputusan dari parlemen dan mengambil alih pemerintahan. Contoh dari hal ini adalah saat dia membubarkan pemerintahan Australia pada tahun 1975 karena terjadi konflik dalam tubuh pemerintahan Australia saat itu.

8. Dia pernah membubarkan pemerintahan Australia!


Ini terjadi pada tahuun 1975 karena terjadinya kekisruhan di dalam internal pemerintah Australia saat itu dan membuat jalannya pemerintahan "mati" atau tidak berjalan. Akibat hal itu, Sang Ratu sebagai pemilik dari Australia mengeluarkan perintah melalui Gubernur Jendral Sir John Kerr untuk memecat perdana menteri yang sedang berkuasa saat itu dan membubarkan parlemen yang dibentuknya. Dan setelahnya, Australia melakukan pemilihan umum ulang untuk membentuk pemerintahan yang baru.

9. Para menteri wajib meminta nasihat dan wajib berkonsultasi dengan sang Ratu.


Memang saat negara dalam keadaan stabil dan aman, peran politik sang ratu bersifat pasif, tapi tetap saja para menteri wajib berkonsultasi dengan sang Ratu perihal pemerintahan, dan Sang Ratu mempunyai hak untuk memperingatkan mereka. Ini ada di undang-undang dan harus dipatuhi oleh para menteri di Inggris.

10. Semua Paus dan lumba-lumba di perairan Inggris dan angsa di sungai Thames adalah milik sang ratu


Ya dan ini sah di mata hukum Inggris. Peraturan ini dimulai dari masa pemerintahan Raja Edward II pada tahun 1324 dan masih bertahan sampai sekarang.
Artikel ini di tulis oleh Hartanta Cux kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...

Artikel Terkait