Ini Cara Membuat Anak "curhat" Kepada Orang Tua Layaknya Teman - Vebma.com

Ini Cara Membuat Anak "curhat" Kepada Orang Tua Layaknya Teman

05-11-2016 (3 months ago)

Orang tua harusnya menjadi orang yang paling dekat dengan anak, semua keluh kesah dan permasalahan yang dialami anak harusnya diceritakan kepada orang tua untuk dicari bersama solusi terbaik. Dekat dengan anak, mengerti anak dan ramah adalah salah satu cara agar anak dan orang tua dapat berkomunikasi dengan baik.

Anak adalah buah cinta sebuah keluarga, tak lengkaplah sebuah keluarga tanpa ada sosok anak didalamnya, tak peduli seberapa banyak hartanya, tak peduli seberapa cemerlang bisnis dan pekerjaannya, tanpa sosok anak membuat keluarga tidak lengkap dan bisa jadi membuat tidak harmonis.

Anak seringkali menjadi tempat curahan kasih sayang, sejak kecil hingga dewasa kelak, ketika dewasa anak mulai menemukan komitas dan teman sendiri, terkadang anak anda membutuhkan tempat curhat untukk sekedar menjernihkan pikiran dan meminta solusi yang tepat, disinilah peran orang tua menjadi teman curhat yang asik dan tidak terkesan menggurui, inilah empat tipsnya:

1. Dekat dengan anak


sumber: http://papasemar.com/inilah-9-tanda-pasanganmu-akan-menjadi-orang-tua-yang-baik/

Jadilah orang tua yang dekat dengan anak, tidak hanya ketikak anak saat kecil, ketika mereka mulai beranjak dewasa janganlah menjauhi anak dengan anggapan mereka sudah besar, sudah bisa mengurus segalanya sendiri, bersikaplah ramah pada anak, tanya apa keluh kesahnya, dengarkan apa masalahnya dan sayangi mereka layaknya mereka saat kecil, dengan demikian anak merasa nyaman dan akan menumpahkan segala isi hati dan pikirannya kepada anda tanpa ada jeda sedikitpun.

2. Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan, terlebih saat di rumah


sumber: http://www.hipwee.com/list/beberapa-hal-harus-diketahui-oleh-kamu-yang-mempunyai-orangtua-yang-selalu-sibuk-bekerja/

Tugas orang tua adalah mencari nafkah, terlebih mereka yang telah memiliki tanggungan anak, sudah sangat pasti haruslah ada dana untuk mencukupi kebutuhan keluarga dalam rentang waktu tertentu, namun ingatlah anak bukan hanya butuh materi, mereka butuh perhatian terlebih ketika berada di rumah. Orang tua janganlah setumpuk pekerjaan ke rumah, memang kita tahu bahwa dunia pekerjaan menyita sepanjang waktu pagi sampai sore kita dengan kepenatan yang padat, maka dari itu janganlah bawa kepenatan itu ke rumah, kemeja makan, ke dapur, ke ruang keluarga dan ke kepala anak, hal tersebut akan membuat keluarga tidak harmonis dan berujung anak menjadi korban.

Ketika sudah berada di rumah dekatilah anak dengan candaan yang ringan, dengan senyum manis dan penuh kasih sayang. Anakpun sudah sehari penuh berkumpul dengan kepenatan di sekolah, maka rumah adalah salah satu tempat yang sangat ideal untuk men-chairge kembali tenaga dan pikiran yang sudah terkuras untuk kembali bekerja dan sekolah esok dengan semangat.

3. Menjadi pendengar yang baik, dan tidak terkesan menyalahkan


sumber: http://buahhati.co.id/cara-mengatasi-anak-yang-berani-sama-orang-tua.html

Banyak orang tua yang bertanya masalah anaknya, namun belum sampai sang anak menyelesaikan apa yang dialaminya, orang tua sudah langsung naik pitam dan marah tanpa mendengarkan dengan jelas dan lengkap alasan si anak, itu akan membuat anak takut untuk kedua kalinya curhat/cerita kepada orang tua, jika sudah demikian maka anak akan mencari tempat curhat di luar rumah, dan tidak bisa kita pastikan apakah tempat curhat anak baik dan apakah objek curhat anak akan memberikan masukkan yang baik.

Tentunya orang tua tidak mau anaknya salah dalam mengambil langkah dari setiap masalah yang dialami sang anak, maka dari itu dengarlah keluh kesal mereka sampai tuntas, hargai cerita mereka, perhatikan setiap detil bahasa merea agar meresa merasa dianggap, setelah mereka selesai bercerita, barulah peran kedewasaan orang tua untuk menelaah masalah si anak dengan seksama, cari solusi bersama tanpa terkesan menyalahkan si anak, sejatinya semua anak sedang dalam tahap belajar, harus didampingi ketika berbuat salah atau ketika dalam masalah.

Saat anak menemukan solusi dari orang tua di rumah, mereka akan dengan bebas bercerita tentang masalahnya kepada orang tua di rumah, rumah akan menjadi hangat karena menjadi tempat berkumpul, bercanda, tertawa dan sekaligus tempat mencari solusi yang tepat.

Baca Juga: Persiapan Menjadi Ibu Rumah Tangga Perlu Dipirkan Matang-matang

4. Pahami tumbuh kembang dan minat anak


sumber: http://www.ummiindonesia.com/kisah-anak-yang-ingin-bermain-dengan-ayahnya

Tugas orang tua adalah membimbing anak menuju kesuksesan agar bisa bertahan hidup di dunia yang semakin angkuh, tentunya dalam membimbing anak orang tua haruslah paham proses tumbuh kembang anak, saat remaja seorang anak akan mulai ingin mencoba sesuatu hal yang baru, mencoba masuk ke komunitas yang mereka naggap "keren" dan berusaha menjadikan diri mereka sesuai dengan idolanya, disinilah peran orang tua untuk memahami bahwa anaknya sudah memasuki fase remaja yang ingin mencoba sesuatu hal baru yang mereka anggap "keren", jangan anggap anak seperti balita, bisa anda larang hanya dengan mengatakan "tidak", rangkullah mereka arahkan mereka sesuai dengan usianya, bimbing mereka sesuai dengan kondisi umur mereka saat ini.

Itulah beberapa beberapa kiat-kiat agar anak bisa dengan nyaman tinggal di rumah, dan bercerita tentang semua yang dialami kepada orang tua, senyaman mereka bercerita kepada teman, dan tentu saja harus mendapatkan solusi tepat dari orang tua agar anak tetap yakin kalau mereka memimiliki orang tua yang dapat membimbing mereka seberat apapun masalahnya.

Artikel Terkait

Loading...