5 Cara Menjalin Komunikasi Dalam Keluarga
Tidak semua orang memiliki komunikasi yang baik dalam keluarga, malah terkadang komunikasi terjalin hanya untuk sekedar bertegur sapa tanpa ada terjalin ikatan batin.
Hidup layaknya sebuah pertandingan serta perjuangan bagi kita yang ingin meraih keberhasilan dalam hidup ini. Apakah kita akan mampu bertahan dan meraih kemenangan atau malah kita akan terkapar serta menyerah kalah, pilihan ada di tangan kta sendiri.

Dalam sebuah pertandingan tentunya kita membutuhkan partner serta dukungan dari para supporter yang senantiasa akan selalu membantu serta memberikan semangat bagi kita. Salah satu partner serta supporter terbaik kita adalah lingkungan keluarga. Supaya dukungan tersebut bisa kita dapatkan serta manfaatkan secara maksimal maka syarat utama yang harus terpenuhi adalah terjalinnya komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Tidak semua orang memiliki komunikasi yang baik dalam keluarga, malah terkadang komunikasi terjalin hanya untuk sekedar bertegur sapa tanpa ada terjalin ikatan batin.

Berikut beberapa cara yang bisa dipakai untuk memupuk serta menjalin komunikasi yang baik dalam keluarga.

1. Meluangkan waktu untuk saling mendengarkan


Ketika Anda mencoba untuk meningkatkan hubungan, maka mendengarkan akan jauh lebih efektif daripada berbicara. Kalau ingin komunikasi yang baik dalam keluarga, maka cobalah untuk mendengarkan empat kali lebih lama daripada berbicara. Ketika ada anggota keluarga yang berbicara, maka jangan buru-buru untuk segera menanggapi atau langsung terbawa emosi. Coba untuk mencerna dan menganalisa, kira-kira apa hal positif yang bisa diambil dari perkataan yang dikeluarkan tersebut.

2. Menjaga komunikasi supaya tidak terputus


Sudah bukan rahasia lagi kalau saat ini banyak orangtua yang terlalu sibuk dengan berbagai pekerjaan dan aktivitasnya diluar rumah, sehingga terkadang pulang pun hanya sekedar istirahat dan menumpang tidur. Begitu juga dengan anak-anak yang disibukkan dengan segudang aktivitas mulai dari sekolah, les, kegiatan ekstrakurikuler dan nongkrong dengan teman-temannya. Sehingga antara orangtua dan anak tercipta semacam jarak serta putusnya komunikasi. Kalau itu yang terjadi, maka tidak ada salahnya untuk segera membuat perubahan. Cobalah untuk duduk bersama dan meluangkan waktu untuk saling berbicara dan merajut kembali komunikasi yang terputus selama ini.

3. Menciptakan tradisi keluarga



Membuat tradisi keluarga ini merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk merekat kembali jarak yang tercipta selama ini. Untuk waktunya bisa diatur berdasarkan kesepakatan dan kesibukan masing-masing anggota keluarga. Momennya bisa saja acara makan bersama sekali seminggu, menonton film keluarga atau mengalokasikan hari libur khusus untuk acara keluarga. Acaranya juga tidak usah yang terlalu formal, yang penting “happy” dan penuh keakraban.

4. Meluangkan waktu untuk liburan bersama



Liburan bersama merupakan salah satu cara untuk menghabiskan waktu dengan anggota keluarga dan membuat terjalinnya keakraban serta kedekatan. Untuk lokasi liburannya juga tidak harus yang jauh keluar kota atau mengeluarkan biaya yang mahal. Acara rekreasi dalam kota atau mengunjungi destinasi yang sudah lama tidak didatangi bisa menjadi pilihan. Kegiatan ini akan menjadi suatu petualangan bersama dan menciptakan momen yang tidak terlupakan.

5. Memanfaatkan kecanggihan teknologi



Walau pun masing-masing anggota keluarga sibuk dengan beragam kegiatan serta aktivitas masing-masing, komunikasi sebenarnya bisa tetap terjalin. Salah satunya dengan memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi saat ini. Kalau seluruh anggota keluarga memiliki dan menggunakan smartphone, maka Anda bisa menggunakan berbagai aplikasi media sosial untuk membuat sebuah grup keluarga untuk menjaga komunikasi. Atau bisa juga dengan menciptakan newsletter keluarga, yang jadwalnya dirutinkan sekali seminggu.

Bila komunikasi yang terjalin antar anggota keluarga berjalan dengan baik, maka akan terjalin semacam ikatan batin serta saling pengertian antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat menghindarkan anggota keluarga dari berbagai pengaruh buruk serta pergaulan bebas dan efek negatif lainnya. Selain itu semua anggota keluarga juga bisa mengembangkan gaya komunikasi efektif yang bisa meningkatkan kualitas hubungan mereka di dalam keluarga.

Loading...

Artikel Terkait