Loading...

Efek Buruk Meneriaki Anak Saat Lagi Marah

Family · 9 months ago
Efek Buruk Meneriaki Anak Saat Lagi Marah

Saat orang tua marah kepada anak yang dilakukan biasanya meneriaki si anak. Beberapa penelitian menyebutkan meneriaki anak disaat orang tua sedang marah tidak akan efektif malah akan menambah stres orang tua karena belum tentu si anak mau mendengar atau menuruti pesan yang disampaikan dalam terikan itu, namun sebaliknya anak malah bisa saja ikut membalas dengan teriakan juga.

Anak-anak belum bisa melihat situasi dalam konteks sama yang dilakukan orang dewasa, sehingga itu jika meneriaki anak saat orang tua lagi marah akan memberikan pengaruh pada psikologis anak dan juga mempengaruhi hubungan antara orang tua dan anak. 

Dr Rebecca Chicot, salah satu pendiri Essential Parent, mengatakan ketika Anda meneriaki anak kecil mereka jadi takut, melawan atau lari. 

Penelitian yang dilakukan di Dubai, India, serta di University of Pittsburg dan University of Michigan, Amerika Serikat, menemukan berteriak jauh lebih berbahaya daripada yang selama ini mungkin dipikirkan para orang tua. 

Kebiasaan ini memberi pengaruh pada psikologis anak dan juga mempengaruhi hubungan antara orang tua dan anak.

"Meskipun mungkin tidak meninggalkan bekas luka fisik, penelitian jelas menunjukkan bahwa pelecehan emosional dan verbal, dalam hal berteriak, turut merusak psikologis anak sama seperti kekerasan fisik. Anak-anak yang mengalami pelecehan emosional semacam ini cenderung menarik diri karena takut," kata Dr Amy Bailey, psikolog klinis di kidsFIRST Medical Center, Dubai, seperti dilansir dari Empowher.

Daripada meneriaki anak saat lagi marah yang belum tentu juga pesan yang ingin disampaikan didengar, berikut ini tips yang bisa dilakukan ketika ingin menyampaikan sesuatu kepada anak :

1. Berbicara dengan Nada Rendah dan Lambat

Hal ini akan membantu mengajarkan anak menjadi empatik dan tekun saat mengkomunikasikan kebutuhan mereka sendiri.

2. Menjauh Sejenak

Saat hasrat ingin berteriak-teriak, baiknya kita menyingkir dulu. Sebelum menyingkir, pastikan anak-anak ada di tempat yang aman dulu.

3. Kompromi

Orang tua tak harus menang untuk menjadi orang tua yang tegas dan efektif. Batasan itu penting tapi kita bisa fleksibel dengan batasan tersebut.

4. Mengenali Perasaan dan Pikiran Sendiri

Loading...

Kita perlu bicara dengan diri sendiri untuk memahami perasaan dan pikiran kita dengan baik. Jangan sampai gara-gara pikiran runyam jadi memengaruhi pola asuh kita ke anak-anak.

5. Berempati

Orang tua sering mengabaikan pentingnya mengenali perasaan anak-anak karena takut memanjakan mereka. Padahal, mengetahui perasaan anak-anak bisa mengurangi teriakan ke mereka.

6. Teknik SEED Demi Perilaku yang Baik

Bila terbiasa menggunakan teknik ini, Anda bisa menggunakannya untuk menghindari 'lomba' berteriak dengan anak.

Teknik SEED yang dimaksud adalah:

S - (Show sympathy). Kalau anak-anak menolak permintaan kita, cobalah menunjukkan simpati ke anak dan katakanlah ke mereka kalau kita memahaminya.

E - (Explain) Kita bisa menjelaskan alasan kenapa meminta anak melakukan sesuatu.

E - (outline your Expectations) Biarkan anak-anak tahu seberapa cepat kita ingin mereka melakukan sesuatu, kemudian ingatkan anak-anak lagi kapan waktunya habis.

D - (Divert) Alihkan perhatian mereka dengan alternatif yang positif.

7. Berteriak Meski Sudah Berusaha Terbaik.

Yang perlu dipahami orang tua saat ini adalah anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna tapi mereka membutuhkan orang tua yang baik dan selalu ada untuk mereka. (*)

Loading...
Supercepat! 10 Mobil Tercepat Di Dunia 2018
Iwan Mapparenta Makkarumpa
Iwan Mapparenta Makkarumpa
0
Followers