Ternyata Gak Cuma Anggun Bila Digunakan, Paes Jawa Memiliki Banyak Makna dan Doa
Aksesoris pernikahan adat jawa ternyata mengandung banyak filosofi.

Kamu orang Jawa dan tinggal di Jawa? Pastinya udah gak asing dengan pernikahan adat Jawa terutama Jogja yang sangat familiar. Yaps! Keanggunan orang-orang ningrat Kraton Yogya sudah sejak lama menjadi inspirasi banyak orang. Dari sinilah kemudian lahir tradisi untuk merias pengantin seperti bangsawan-bagsawan Kraton.

Meskipun memiliki perbedaan, semua riasan pernikahan adat jawa memiliki aksesoris yang sama. Aksesoris ini sangat menawan bila digunakan dan pastinya keren jika dipakai berfoto. Tahukah kalian dibalik indahnya aksesoris paesmu mengandung banyak filosfi? Agar pernikahanmu khidmat, kamu harus tahu apa saja filosofi yang terdapat pada aksesoris paesmu.

Aksesoris yang diletakkan dikepala yang bernama Cundhuk Mentul ini melambangkan adanya pencahayaan dalam hidup!

Hiasan yang menyerupai kembang goyang yang digunakan diatas kepala pengantin wanita ini yang bernama Cundhuk Mentul. Umunya bentuk Cundhuk Mentul ini menyerupai matahari yang melambangkan harapan agar pernikahan kedua mempelai selalu mendapat sinar dari sang pemberi kehidupan.

Cundhuk Mentul biasanya digunakan dalam bilangan ganjl yaitu mulai dari 1,3,5,7, atau 9. Jumlah Cundhuk Mentul yang digunakan pun memiliki makna yang berbeda. Jika menggunakan 1 Cundhuk Mentul melambangkan tuhan yang maha esa, jika 3 melambangkan nilai trimurti, 5 melambangkan rukun islam, 7 melambangkan perkawinan yang penuh dengan pertolongan, dan sembilan melambangkan wali songo.

Centhung menandai masuknya wanita ke gerbang kehidupan yang baru

Centhung adalah sepasang aksesoris sisir dengan hiasan batu permata yang terletak pada sisi kiri dan kanan kepala si mempelai wanita. Bentuknya yang menyerupai gerbang itulah yang membuat Centhung memiliki filosofi bahwa si mempelai wanita siap memasuki gerbang kehidupan baru.

Gunungan merupakan tanda sakrlanya ikatan pernikahan. Gunungan ini juga menjadi pengingat bagi perempuan untuk menjaga kecantikan

Gunungan adalah aksesoris yang menyerupai gunung dan dipasang dibagian tengah kepala si mempelai wanita. Gunungan ini merupakan simbol dari kesakralan pernikahan, dalam adat jawa, gunung sering dianggap agung dan sakral karena banyak orang berfikir gunung adalah tempat tinggal nenek moyang kita.

Gunungan juga biasanya dipasang terbalik, hal tersebut memiliki arti, bahwa perempuan tidak harus terlihat cantik di depan namun di belakang juga harus terlihat cantik.

Gelang naga kelat bahu memiliki filosofi sebagai perlambangan kekuatan

Kelat bahu adalah gelang yang disematkan pada bahu mempelai wanita. Gelang tesebut memiliki bentuk naga yang melilit bahu perempuan yang melambangkan bersatunya pola rasa dan juga pikiran setelah menikah.

Gelang binggel yaitu bermakna wanita adalah makhluk yang setia

Gelang binggel kana adalah gelang emas yang disematkan di pergelangan mempelai wanita. Gelang yang tak berujung itu melambangkan sebuah kesetiaan wanita yang tanpa batas kebada suaminya.

Ternyata banyak juga ya filosofi yang ada dalam aksesoris penganti Jawa. Dengan mengetahui filosofi yang terkandung didalamnya semoga pernikahanmu nanti semakin khidmat.

Artikel Terkait