Film Indonesia Yang Paling Gagal Alias Tidak Balik Modal

30-10-2016 (1 month ago)

Produser film Indonesia berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah film yang berkualitas sehingga mendapatkan keuntungan besar secara komersial, sayang nya film dibawah ini termasuk film yang mengalami kerugian alias tidak balik modal.

Dari tahun ke tahun perfilman Indonesia semakin berkualitas dan selalu mendapat jumlah penonton yang banyak seperti film 5 cm, Warkop Reborn, The Raid dan masih banyak lagi. Dari semua film tersebut banyak produser yang ingin membuat film berkualitas dengan biaya yang sangat mahal, tetapi apa jadi nya jika film yang di produksi berbiaya mahal tetapi pendapatan nya sangat kecil alias film gagal.

Seperti film yang akan dibahas ini, dengan pembuatan biaya yang sangat besar ternyata tidak menjamin film tersebut akan sukses dan mendapat keuntungan yang besar. Terbukti dari film dibawah ini yang mengeluarkan biaya yang besar tapi gagal dan pendapatan nya pun lebih kecil dari biaya proses pembuatan film nya. Lalu film Indonesia apa saja yang gagal? simak artikel ini dengan baik.

Trilogi Merdeka


Film ini salah satu film perang ambisius, untuk memaksimalkan film ini menjadi luar biasa, dibutuhkan biaya untuk spesial efek yang dilakukan oleh orang yang sangat profesional dan pengalaman ahli teknis film oleh yang berpengalaman di perfilman Hollywood dan melakukan promo ke beberapa negara di luar negeri, sampai katanya biaya film ini mencapai 64 milliar rupiah, tapi sayang dari ketiga film ini tak ada satu pun yang di tonton oleh 1 juta penonton di bioskop. Film pertama ini berhasil ditonton 611.572 penonton, namun film kedua dan ketiga pentonton nya menurun yaitu 400 ribuan.

Gunung Emas Almayer



Film ini juga di produseri oleh film Trilogi Merdeka, film ini juga melibatkan perusahaan Malaysia untuk membantu mendanai pembuatan film Gunung Emas Almayer, sepanjang film ini kamu akan melihat aktor dan aktris dari 3 negara yaitu Peter O'Brien (Australia), Sofia Jane, Adi Putra, Diana Danielle (Malaysia), dan dari negara sendiri Ales Komang, El Manik, Rahayu Saraswati.

Agar terlihat seperti sungguhan film ini menampilkan latar tempat dan kostum sedemikian rupa menyerupai kehidupan hutan Malaka tahun 1830 dan hal ini membuat biaya produksi nya sangat mahal. Tapi sayang nya dengan biaya produksi mahal, film ini sepi di Indonesia dan tidak membuat film ini masuk 10 besar film terlaris tahun 2014.

Pendekar Tongkat Emas


Entah kenapa film ini masuk dalam daftar ini, penonton Indonesia seakan tidak tertarik untuk menonton nya. Padahal film ini disutradarai oleh sutradara terkenal, produsernya hebat, aktor dan aktris nya salah satu yang terbaik di Indonesia, untuk menyempurnakan cerita film ini, latar film Pendekar Tongkat Emas mengambil lokasi di tempat eksotik yang berada di Indonesia. Namun hasil pendapatan film ini tidak menguntungkan, dengan biaya 25 milliar. Meskipun sudah promo dimana-mana tetap saja tidak balik modal bahkan tidak masuk 10 besar film paling laris.

Di Bawah Lindungan Ka'bah



Seperti nya film ini melihat kesuksesan film Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih yang sukses secara komersial, sayang nya film ini tidak bisa mengikuti langkah 2 film tersebut. Padahal secara materi cerita nya berkualitas karena dari karya Buya Hamka, Aktor dan Aktris nya pun sangat berkelas yaitu Laudya C. Bella dan Herjunot Ali, biaya film ini tidak sebanding dengan pendapatan nya, dengan biaya 25 miliar, pendapatan film ini hanya sekitar 8 miliar, suatu kerugian besar untuk film ini.

(Baca Juga: Monster Paling Brutal dan Sadis Yang Ada di Film)

Street Society



Film ini bisa di bilang Fast Furious Indonesia, karena tema nya balap-balapan dengan mobil mewah, proses syuting nya tentunya memerlukan properti yang sangat mahal, biaya film ini mencapai 18 miliar rupiah tapi modal tersebut kebanyakan untuk menyewa mobil mewah yang di butuhkan dalam film tersebut. Sama seperti film Gunung Emas Almayer dan Pendekar Tongkat Emas, tidak mampu masuk 10 besar film terlaris.

Itulah 5 Film yang tidak mampu membalikan modal pembuatan biaya nya, meskipun proses biaya pembuatan nya besar, cerita bagus, dengan aktor dan aktris terkenal, tetap saja tidak menjamin film tersebut mendapat kesuksesan secara komersial.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel