14 Pertanyaan Yang Harus Bisa Kamu Jawab Sebelum Menikah

10-09-2016 (2 months ago)

Pernikahan sangat jauh berbeda dengan hubungan pacaran dengan seseorang, menikah sangat membutuhkan komitmen yang lebih besar serta kesetiaan yang besar juga, apakah kalian sanggup?

Apakah kamu mempunyai rencana untuk menikah dalam waktu dekat? Jika iya, apakah ada beberapa pertanyaan yang harus kamu tanyakan kepada diri kamu sendiri, sebelum mengatakan bahwa kamu benar-benar siap untuk menikah?

Pernikahan bisa diartikan sebuah petualangan seumur hidup yang bisa jadi sederhana atau bahkan menjadi begitu besar. Sehingga kamu harus menghabiskan sebagian besar waktu kamu untuk mempersiapkan diri, dan itu suatu keharusan.

Bahkan bisa menjadi sebuah bencana, jika kamu tidak benar-benar siap untuk menikah. Oleh karena itu sebelum kalian mengucapkan janji-janji pernikahan, akan lebih baik jika kamu mempertanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini pada diri kamu sendiri.

Apakah kamu secara emosional maupun secara fisik tertarik pada pasangan kamu?

Dalam hal memutuskan untuk menikah dengan seseorang tidak harus hanya berdasarkan pada penampilan fisik mereka saja. akan tetapi karena semua orang yang sangat indah ketika kita lihat, dan akan melakukan komunikasi setiap harinya, kamu harus tertarik sama pasangan kamu secara fisik terlebih dahulu.

Karena jika kamu tidak tertarik secara fisik, maka kamu akan tidak akan merasakan kebahagiaan, dan akhirnya akan timbul banyaknya masalah dalam lrumah tangga kamu.

Apakah kamu siap untuk berkomitmen dan menghabiskan sisa waktu hidup kamu dengan pasangan kamu?

Membuat komitmen untuk menghabiskan sisa hidup kamu dengan seseorang adalah bukan keputusan yang mudah. Dan kamu harus benar-benar memikirkan hal ini dan memastikan diri bahwa kamu benar-benar siap untuk membuat komitmen dengan pasangan kamu.

Selama pernikahan nantinya yang akan kamu jalani, hal yang pasti adalah kamu akan tumbuh semakin tua, dan begitu juga dengan pasagan kamu akan banyak perubahan dalam dirinya. Dan apakah kamu akan tetap tumbuh dan berkomitmen dengan pasangan kamu, ketika banyaknya perubahan dalam dirinya.

Berkomitmen satu sama lain akan membantu kamu berkembang sebagai pasangan yang menikah, dan juga akan menjadi orang yang lebih baik dari pada sebelumnya.

Ketika kamu berdebat atau tidak setuju dengan pasangan kamu, apa yang akan terjadi?

Mengetahui karakteristik pasangan sangat penting kamu ketahui sebelum kamu melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Dan apakah kamu selalu harus seperti kamu saat ini? Seperti ketidakcocokan atau adu argumentasi dalam pernikahan itu sudah pasti akan terjadi.

Dan kamu harus bisa berkompromi dan sepakat dengan beberapa keputusan yang ada. Dan juga kamu harus mampu memahami sepanjang waktu dengan dengan tujuan menjadikan ikatan pernikahan kamu akan semakin erat.

Apakah kamu setia dan dapat dipercaya?

Tidak hanya memastikan tentang pasangan kamu saja, tapi juga memastikan diri apakah kamu bisa menjadi suami yang setia hingga tua nanti. Pertanyaan ini ada hubungan dengan kesiapan kamu untuk menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang kamu nikahi.

Jika kamu tidak bisa setia dengan pasangan kamu, dan tidak pernah peduli dengan ikatan pernikahan. Maka yang terjadi di masa depan adalah ernikahan kamu akan semakin memburuk, dan kegagalan sudah pasti akan terjadi.

Apakah kamu berbagi keyakinan atau kepercayaan yang sama?

Berbagi kepercayaan yang sama merupakan komponen integral dari sebuah kesuksesan pernikahan. Dengan berbagai keyakinan kamu dan juga pasangan kamu akan semakin menguatkan tali pernikahan yang sudah terjalin.

Dan ketika kamu mempunyai anak nanti dan kamu tumbuh semakin tua akan lebih mudah untuk mengajarkan mereka tentang keyakinan dan kepercayaan dalam sebuah hubungan.

Apakah kamu orang yang benar-benar dia cari dan ingin sekali menikah dengan kamu?

Jika kamu bukan tipe atau standarnya dia untuk menjadi pasangannya, maka kamu harus berpikir ulang untuk rencana pernikahan kamu dengan dia. Jadi yang harus kamu ingat adalah, yang namanya pernikahn itu tidak mudah, dan sangat jauh berbedada waktu kamu masih pacaran.

Jadi sangat penting sekali untuk memastikan bahwa kamu adalah orang yang selama ini diharapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.

Apakah kamu akan berbagi tujuan jangka panjang, gaya hidup, keluarga, dan hidup secara bersama-sama?

Mungkin contoh yang paling sederhana adalah, misal pasangan anda selalu bepergian dan selalu pindah-pindah tempat karena urusan pekerjaan, sedangkan kamu sangat tidak menyukai dengan hidup berpindah-pindah dan tidak butuh waktu lama untuk menetap.

Dari contoh diatas apakah kamu akan bahagia dengan gaya hidup yang seperti itu? Lalu bagaimana jika kamu membencinya sementara dia suka sekali akan pekerjaannya yang mengharuskannya berpindah-pindah.

Apakah kamu juga tahu apa yang kamu sebenarnya kamu inginkan dalam hidup seperti halnya, karir, serta keluarga, dan lain-lain? Dengan menikah seseorang dengan pekejraan seperti di atas itu berarti kamu setuju dengan gaya hidup yang seperti itu.

Dan itu berarti kamu akan memabantu pasangan kamu untuk meraih kesuksesannya dalam hal pekerjaan secara bersam-sama.

Apakah kamu berdua ingin segera mempunyai anak?

Jika kamu ingin menikah dan segera ingin mempunyai anak, sementara pasangan kamu belum punya keinginan untuk mempunyai, akan lebih baik jika kalian diskusikan semuanya berdua. Akan lebih baik jika kamu tahu tujuan dari pernaikahannya sejak dari awal, bukan setelah kalian menikah.

Jika pasangan kamu tetap tidak ingin mempunyai anak terlebih dulu, dan kamu juga sangat berkeinginan mempunyai anak setelah menikah, mungkin harus memberikan pilihan atau membuat suatu rencan yang baik buat kalian berdua.

Jika pasangan kamu sakit atau menderita lumpuh apakah kamu tetap ingin menghabiskan sisa hidup kamu bersamanya?

Pertanyaan di atas bukan salah satu hal yang kita harapakan. Tapi yang namanya hidup tidak mudah untuk diprediksi, semua orang juga berkeinginan hidupnya lancar-lancar saja tanpa adanya kendala atau masalah. Akan tetapi jika hal itu terjadi, apakah kamu akan tetap bersamanya dan selalu mendukungnya?

Apakah kamu siap menempatkan pasangan kamu di atas semua kepentingan kamu?

Yang namanya memberi dan menerima dalam sebuah pernikahan itu sudah wajib. Sebisa mungkin kamu menjaganya hingga akhir nanti. Dan kamu akan melalui beberapa penyesuaian yang kemungkinan kamu akan menempatkan pasangan kamu di atas semua kepentingan kamu.

Apakah kamu siap untuk itu? Jika jawab kamu IYA, maka kamu harus meghentikan semua kesenanganmu jika berbenturan dengan pasangan kamu. Misalnya seperti membeli mobil atau rumah, sementara prioritas pasangan kamu lebih untuk biaya pendidikannya atau mungkin juga untuk biaya pendidikan anak-anak.

Apakah kamu bisa menjadi anggota keluarga yang hebat?

Dibutuhkan adanya diskusi berdua di dalam pernikahan. Kamu tidak akan sendiri lagi dalam hal mengambil keputusan dalam urusan rumah tangga. Jika kamu tidak bisa bekerja bersama-sama, maka urungkan niat kamu untuk menikah.

Karena akan banyak hal yang harus kalian kerjakan berdua setiap harinya. Karena pernikahan bisa diartikan sebagai sebuah tim yang mengharuskan kerja sama satu sama lainnya. Maka jadilah anggota tim atau pemimpin tim yang hebat hanya demi untuk kemajuan pernikahan kamu.

Apakah kamu bangga dengan pasangan kamu?

Kebanggaan akan sangat mudah ketika tujuan atau keinginan diraih oleh pasangan kamu. Tapi bagaimana sebaliknya, jika pasangan kamu mengalami kegagalan, apakah kamu tetap bisa bangga dengan dirinya?

Yang harus kamu lakukan adalah bagaimanapun juga dia sudah mmenjadi pasangan hidupmu, jadi sudah seharusnya kamu bangga akan dirinya.

Apakah kamu siap menerima keluarga pasangan kamu dan mendukung mereka?

Yang namanya orang menikah tidak hanya antar individu saja, tapi juga seluruh keluarganya. Akan ada banyak acara atau pertemuan dalam keluarga besar dan mengharuskan kamu untuk hadir dalam acara tersebut. Dan terkadang kamu harus menjadi bagian penting dalam keluarga pasangan kamu. Dan juga tak jarang kamu harus ikut kontribusu secara financial bersama pasangan kamu.

Apakah kamu ingin berbagi keuangan kamu bersama-sama atau memiliki rekening terpisah?

Salah satu masalah yang bisa membuat banyak rumah tangga gagal dan berakhir dengan perceraian adalah masalah keuangan. Jadi kerjasama dalam sebuah pernikahan memang sangat penting dan harus kamu lakukan. Saling membantu dalam urusan finansial sebagai salah satu hal terpenting untuk mengukuhkan tali pernikahan.

Baca Juga : 14 Pertanyaan Ini Harus Kamu Jawab Sebelum Pacaran

Saling terbuka dalam urusan keuangan mungkin akan semakin bagus, karena akan memudahkan kalian berdua membuat rencana keuangan, baik untuk investasi, beli rumah atau modil, serta untuk biaya anak-anak.

Jadi alangkah lebih baik jika kamu memikirkan dan menjawab semua pertanyaan di atas secara jujur. Apakah kamu siap untuk menikah? Jika IYA, maka akan banyak hal yang harus kamu lakukan demi tercapainya rumah tangga yang hebat.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel