16 Hal Ini Pasti Kalian Alami Setelah 3 Bulan Pacaran, Gak Percaya?
Masa 3 bulan pacaran adalah masa bulan madu yang menyenangkan. Namun setelah itu, kenyamanan dan permasalahan mulai datang silih berganti. Sanggupkah kalian menjalaninya?

Banyak yang mengatakan bahwa setelah tiga bulan pacaran akan ada banyak perubahan. Mulai dari yang kamu merasa nyaman hingga rasa canggung yang perlahan berkurang. Kalian pun mulai sadar bahwa hubungan yang sesungguhnya telah dimulai dan umumnya hal-hal inilah yang terjadi setelah tiga bulan itu.

Kamu tidak jaga image lagi

Di depannya, kamu tidak lagi menjaga image dan bermanis-manis. Kamu bisa tertawa dengan lepasnya karena toh kalian sudah resmi berpacaran.


Kalian sudah mulai hapal kebiasaan satu sama lain

Kamu pun sudah mulai khatam tentang apa yang dikerjakannya sepanjang hari, sehingga kendati pun tak bertemu, kamu dan dia tak perlu merasa khawatir.


Tanpa perlu bertanya padanya, kamu bebas memesan makanan untuknya di restoran

Kamu sudah tahu apa makanan kesukaannya. Tanpa perlu menanyakannya lebih dulu, kamu dengan reflesk memesankan makanan favoritnya dan dia pun tidak kecewa.


Kalian tak keberatan bertemu di tempat janjian

Di awal-awal masa pacaran kalian seolah terikat untuk jemput-menjemput. Namun setelah tiga bulan pacaran, kalian tak keberatan untuk tak dijemput dan langsung bertemu di lokasi.


Setiap menit tidak perlu lagi berkirim pesan

Bukannya habis bahan pembicaraan, justru karena kalian sudah saling percaya satu sama lain, kalian tak perlu lagi berkirim pesan setiap saat.


Pola saling berkirim kabar ikut berubah

Setelah tiga bulan pacaran, kalian pun sudah memiliki pola berkirim kabar. Kamu biasa mengirimkan pesan selamat dan semangat pagi, dia rutin mengirimkan ucapan selamat malam dan mimpi indah.


Ada telepati

Tak jarang saat kamu merindunya dan melirik ponsel, ada pesan ataupun telepon masuk darinya. Mungkin kalian sudah memiliki telepati, atau mungkin dia sedang merindukanmu juga.


Hapal bagaimana dirinya ingin dimanjakan

Kamu tak perlu repot membelikannya kado mewah. Karena kamu sudah tahu jelas bagaimana dirinya ingin dimanjakan. Hanya dengan memberikan sentuhan kecil di bahu, belaian lembut di rambut dan wajahnya, ataupun memasak untuknya sudah membuatnya merasa dicintai.


Mengenal bentuk tubuhnya

Sembilan puluh hari sudah kalian bersama dan kamu pun sudah akrab dengan bagaimana bentuk tubuhnya, bentuk bibirnya kala tertawa, dan rasa rambut & lengannya saat berdekatan.


Bebas membicarakan apa pun

Kalian sudah berpacaran dan kalian pun bebas membicarakan apa saja. Mulai dari membahas hubungan kalian, masa depan, tebak-tebakan, bahkan masalah politik yang tengah hangat pun tetap asyik kalian bahas.


Dia menjadi sahabatmu

Dia tidak lagi hanya menjadi pacar yang kamu butuhkan saat kesepian. Di dalam hidupmu, dia sudah memiliki tempat signifikan. Kalian saling berbagi cerita, dukungan, dan harapan. Perlahan dia pun berubah menjadi sahabat yang selalu kamu harapkan ada dalam setiap episode hidupmu.


Mengenal keluarga masing-masing

Kalian sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Saat ia tak bisa dihubungi, kamu menjadi orang yang paling dicari keluarganya untuk menanyakan kabarnya. Begitu pun sebaliknya.


Mulai bertengkar

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa setelah 90 hari, hubungan yang sesungguhnya sudah dimulai. Kalian pun mulai menghadapi yang namanya ketidakcocokan. Kalian juga lebih terbuka saat menunjukkan ketidaksukaan pada sesuatu. Di sini juga kalian mulai sadar bahwa dia tak selamanya mampu membuatmu tertawa bahagia. Kamu harus menerima bahwa dia pun bisa membuatmu menangis.


Mulai saling menuntut dan bosan

Awalnya kalian sepakat untuk saling menerima satu sama lain. Namun kenyataannya tak ada hubungan tanpa tuntutan. Kamu mulai menuntutnya untuk datang tepat waktu dan dia menuntutmu untuk bisa menjaga emosi. Tidak berhenti sampai di situ, kalian pun mulai merasa bosan terus bersama dan mulai kembali ke rutinitas masing-masing tanpa saling meninggalkan.


Kemana kita akan pergi?

Masalah tak berhenti datang menerpa hubungan kalian hingga masing-masing kalian bertanya kemana kalian akan pergi? Kemana hubungan ini akan dibawa?

Jalani saja

Terlepas dari semua permasalahan yang ada, kalian pun sadar bahwa hubungan yang sedang dibina hanya perlu dijalani. Kalian hanya perlu menjadi dewasa dan berharap semuanya berjalan baik-baik saja.

Artikel ini di tulis oleh Rahel kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...

Artikel Terkait