8 Kebodohan Ini Pasti Kamu Lakukan Saat Terlalu Mencintai Seseorang
Mencintai seseorang terlalu dalam terkadang bisa membuatmu buta dan tak rasional. Padahal bersamanya seharusnya kamu menjalani hidup yang seimbang dan bahagia.

Jelas sudah mencintai seseorang akan mengubah siapa pun. Memang pengaruh dari dia yang sangat kamu sayangi amatlah besar sehingga perilaku dan sikapmu ikut berubah. Jika itu baik tidak apa-apa, namun bagaimana jika itu buruk? Tentunya kamu harus mempertimbangkannya lagi. Terkadang rasa sayang kita pada seseorang membuat kita kerap melakukan hal bodoh yang merugikan diri sendiri. Tanpa disadari, mata kita seolah menjadi buta oleh karena cinta. Lantas, seperti apa kebodohan yang pasti sering kamu lakukan saat terlalu mencintai seseorang?

Menganggapnya sebagai sumber kebahagiaan

Kamu yakin bahwa dialah yang membuatmu bahagia dan positif menjalani hari-hari. Bahkan kamu merasa jika dia tidak ada, hidupmu akan terasa hampa seperti sayur tanpa garam. Padahal faktanya, hanya dirimu sendiri yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu. Bukan dia! Hanya kamu yang mampu menciptakan kebahagiaan untuk dirimu sendiri.

Mengubah penampilan demi dia

Memanjangkan rambut hanya karena dia menyukai gadis feminim, mengganti kaus belel dengan bluse floral, dan makan dengan sangat perlahan. Itu semua kamu lakukan hanya untuk membuatnya jatuh cinta. Saat kamu sudah sampai ke tahap ini, artinya kamu sudah merasakan cinta yang membodohimu. Saat dia benar-benar menyayangimu, ia tidak akan memaksamu mengubah penampilan demi memanjakan matanya. Dia yang mencintaimu akan menerima cara penampilanmu seaneh apa pun itu.

Mengorbankan pertemanan

via https://www.theodysseyonline.c...

Dulu, kamu dan teman-temanmu sangatlah dekat. Bahkan kalian sudah seperti keluarga. Namun keadaan itu berubah semenjak kamu dekat dengannya. Alih-alih menguatkan ikatan pertemanan, keberadaan dia justru membuatmu jauh dari teman-temanmu. Jika kamu mengalami kondisi ini, cobalah ingat kembali siapa yang sudah bersamamu lebih dulu. Siapa yang selalu ada untukmu selama ini dalam suka maupun duka. Serius mau mengorbankan temanmu hanya untuk dia yang belum tentu bersedia hadir dalam suka dukamu?

Berbohong

Demi terlihat baik, kamu jadi sering berbohong. Demi membuatnya kagum, kamu rela menutupi apa pun yang sebenarnya tidak pantas untuknya. Tak hanya berbohong padanya, kamu pun rela berbohong pada teman dan keluarga demi terus bersamanya. Hello! Sadarlah! Saat kamu berbohong, kamu sedang menyakiti mereka yang menyayangimu dengan tulus.

Menjauh dari keluarga

Terkadang saat terlalu mencintai seseorang, kamu rela menjauh dari keluarga. Bahkan tak jarang kalian terlibat konflik. Padahal keluarga lah yang selalu berada di sisimu hingga akhir hayat nanti. Jika hanya karena mencintai satu orang membuatmu jauh dari keluarga, segeralah berpikir rasional. Memangnya apa yang kamu kejar hingga rela mengorbankan keluarga?

Terlalu bergantung

Cinta yang begitu dalam akan membuatmu sangat mudah bergantung padanya. Ia seolah menjadi tujuan hidupmu. Bersamanya kamu lebih percaya diri, bersamanya kamu merasa nyaman, dan seolah semua yang kamu butuhkan hanya bisa dipenuhi olehnya. Padahal mencintai seseorang tak seharusnya membuatmu tak berdaya dan kehilangan kemandirian.

Turun standar

Sebelum bersamanya, kamu memiliki gambaran kehidupan yang sangat ideal. Kamu tahu apa mimpimu, apa tahap selanjutnya yang harus kamu lalui setelah sekolah atau kuliah, dan seperti apa kehidupanmu 20 tahun mendatang. Namun semua itu berubah sejak kamu bersamanya. Dengan mudah cinta membutakan hati dan pikiranmu hingga membuat mimpimu menjadi biasa saja. Seharusnya cinta bisa membuat kalian berdua berjalan bersama untuk mencapai tujuan hidup yang ingin dicapai.

Selalu menyalahkan diri sendiri

via https://hackrelation.com/6-war...

Karena takut kehilangan dirinya, kamu jadi sering menyalahkan diri sendiri setiap kali kalian terlibat konflik. Seketika kamu tidak objektif dalam memandang masalah. Padahal mencintai seseorang tak semestinya membuatmu merana dan menjadi pihak yang terus mengalah. Mengapa selalu kamu yang meminta maaf saat sebenarnya ia yang bersalah? Ketahanan suatu hubungan membutuhkan usaha dari dua belah pihak, bukan hanya kamu saja.

Artikel ini di tulis oleh Rahel kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait