Walau Aku Rindu, Aku akan lakukan hal ini untukmu yang jauh disana

10-09-2016 (2 months ago)

Ketika kamu jalani LDR. Jangan hubungi dia terus ya! Belajarlah puasa komunikasi, biar kamu semakin sayang sama dia. Soalnya kangen banget.

Pada suatu malam yang dingin. Kamu chatting-an dengan pacar LDR. Kamu bilang rasanya lelah seharian chatting terus. Belum lagi ditambah telpon yang bisa lebih dari 2 jam sehari sampai kupingmu panas dan kepalamu sakit. Hidupmu benar-benar nggak lepas dari komunikasi sama dia.

Kalau kamu lagi kerja atau kuliah, dikit-dikit buka whatsapp, cuma buat tanya, "lagi apa, sayang?" Udah dijawab lagi kuliah. Eh, keterusan whatsapp sampai nggak konsen dengarin dosen ngomong. Hal ini terjadi terus tiap hari, selama berbulan-bulan, selama kamu dan dia pacaran jarak jauh.



Katakanlah pada malam itu. Kamu ajak dia merenung. Bagaimana kalau kalian kurangi porsi komunikasi. Kalian sepakat buat puasa komunikasi. Karena dia juga merasa capek. Maklum, kalian sebenarnya orang-orang yang cukup sensitif dengan radiasi elektromagnetik gadget. Kalau kalian kelamaan pegang gadget bawaannya pusing.

"Sayang... gimana kalau besok kita nggak usah telponan, sms-an, chatting-an." Katamu pada dia.

"Loh, kenapa, Dek?" Tanya dia padamu keheranan.

"Adek capek, sayang. Dan Adek juga bawaannya labil terus kalau komunikasi sama Abang. Soalnya Abang nyebelin. Di tempat kerja banyak cewek cantik. Adek kan cemburu jadinya. Disuruh kirim foto situasi kantor kerja, nggak pernah mau. Adek kepikiran terus, nggak konsen jadinya!" Ujarmu padanya.

"Ya, nggak apa-apa sih, Adekku sayang... Oke, kita ketemu lagi lusa."

"Apa Abang bakal kangen sama Adek? Ini untuk menguji Abang juga, kira-kira bakal kangen, nggak?" Tanyamu padanya.

"Hehehe, kita lihat saja besok! Udah bobo sana, gih! muach..." Ucapnya.

"Iya, sayang... goodnight gantengku...muach..." Katamu mengakhiri kesepakatan puasa komunikasi




Begitulah ilustrasi obrolan kalian. Maka keesokan harinya kamu dan dia benar-benar puasa komunikasi. Biasanya saat kalian mau memulai aktivitas masing-masing. Pasti kalian chatting atau telpon dulu. Kali ini nggak. Kamu benar-benar bertekad untuk menguji hubunganmu ini. Memberikan pelajaran bahwa tanpa komunikasi, rasa sayang akan selalu ada. Bahkan lebih kuat.

Satu hingga empat jam segalanya masih baik-baik saja. Kamu masih bertahan nggak menyapa dia. Begitu pun dia, dia juga bertahan nggak hubungi kamu. Di hari itu, kalian benar-benar puasa. Rasanya aneh! Kadang-kadang dadamu seperti ketusuk. Ya, ketusuk rasa kangen yang sangat besar. Kamu rindu padanya, dan kamu yakin dia juga rindu padamu.



Hingga menjelang sore, kamu dan dia masih bertahan nggak ngomong sama sekali. Kamu merasakan sakit semakin keras. Seakan ada yang menohok-nohok kerongkongan dan jantung. Ini rasa cintamu. Rasa kangenmu padanya. Kamu rasanya nggak kuat lagi.

Tapi puasa komunikasi ini harus sukses. Toh, demi kebaikan masing-masing. Agar bisa membuktikan rasa sayang. Dan agar bisa merasakan rindu yang besar. Rindu yang membuatmu semakin sayang sama dia. Kamu berusaha tegar, kamu yakin dia di sana juga merasakan yang sama. Kamu yakin, dia nggak berbuat aneh-aneh seperti selingkuh misalnya.



Dalam kondisi yang begitu dramatis dan syahdu itu. Perasaanmu seakan sedang bercermin. Kamu sedang melihat kejujuran hati paling dalam. Ternyata kamu memang benar-benar sayang sama dia. Kamu kangen sekali padanya. Ingin segera bicara dan memeluknya, walau hanya di hati, karena kalian LDR. Kamu semakin menyadari banyak hal, bahwa puasa komunikasi itu ternyata memang perlu dilakukan pasangan LDR, karena:

Puasa Komunikasi Bisa Menghindarkan dari Radiasi Elektromagnetik Gadget yang Membahayakan Kesehatan



Hubungan LDR sebenarnya sangat rentan untuk kesehatan karena komunikasi 100% dilakukan dengan teknologi gadget. Kamu bisa terkena penyakit kanker otak bila terus-menerus telpon dia selama berjam-jam sehari. Kamu juga bisa terkena penyakit Sindrome Carpal Tunnel bila terus-menerus chatting dengannya.

Puasa Komunikasi Membuat Hubungan Semakin Bermutu Karena Kalian Bisa Bagi Waktu Dengan Baik



Komunikasi terus 24 jam sebenarnya menjadi gambaran bahwa hubunganmu dan dia nggak bermutu. Soalnya kayak anak kecil yang lebay dan labil. Yang baru pernah pacaran. Kapan kamu dan pacarmu dewasa kalau untuk bagi waktu saja nggak bisa? Tiap hari isinya cuma main gadget buat ngobrol. Ada saja yang diobrolin.

Seringkali kamu malah jadi bertengkar sama dia. Sering berdebat yang nggak perlu. Kamu juga jadi terganggu aktivitas sehari-harinya karena sibuk ngobrol sama dia. Kalau kamu nggak mau ngobrol, dikiranya lagi melakukan penyimpangan perselingkuhan. Ribet memang LDR!

Puasa Komunikasi Jadi Pelajaran Untuk Saling Percaya Sama Pasangan



Kepercayaan satu sama lain jadi kunci kesuksesan menjalin hubungan LDR. Ketika kamu puasa komunikasi, kamu belajar buat percaya sama dia. Bahwa di sana dia nggak selingkuh. Bahwa di sana dia juga merasakan hal yang sama denganmu, yaitu kangen yang teramat dalam.

Puasa Komunikasi Membuatmu Semakin Sayang Sama Dia Karena Rasa Kangennya Nancap Banget di Dada


Saat puasa komunikasi, kamu sadar bahwa kamu memang sayang sama dia. Rasa kangenmu jadi saksi betapa kasih sayangmu sama dia begitu besar. Kamu seperti orang yang kehilangan separuh daya hidup, saat dia nggak ada. Sebagaimana puasa makan, puasa komunikasi juga buat kamu lemas. Tapi kamu tetap bertahan. Kan sudah janji.


Puasa Komunikasi Bisa Melanggengkan Hubungan Karena Terhindar dari Pertengkaran Akibat Sering Ngobrol



Sesungguhnya ngobrol terlalu sering bisa memicu konflik. Soalnya saat ngobrol, pembahasannya lebar sekali, luas sekali. Apa-apa dibahas. Terutama masa lalu, saat bersama mantan. Padahal aslinya kamu dan dia tipikal pencemburu. Dengar cerita masa lalu soal mantan bikin hati panas dingin. Ujung-ujungnya berantem deh!

Nah kalau puasa komunikasi kan obrolanmu terkontrol dengan baik. Benar-benar bisa terhindar dari konflik akibat pembicaraan melebar. Kamu jangan takut puasa membuat hubunganmu dan dia pecah! Itu nggak akan terjadi jika kamu dan dia benar-benar yakin bahwa kalian punya ikatan batin dan ikatan kasih sayang kalian. Yang nggak terikat oleh gadget.

Puasa Komunikasi Bisa Menguji Kesetiaan dan Besarnya Cinta



Biasanya kamu dan dia komunikasi terus, 24 jam. Pas kamu tidur, anehnya kamu mimpiin dia juga. Maklum, soalnya seharian otakmu isinya mikiran dia, jadi terbawa ke mimpi. Padahal hal ini nggak baik buat perkembangan dirimu. Soalnya hidup itu kan punya banyak warna dan cerita. Kalau otakmu isinya cuma dia, bagaimana dengan unsur lain kehidupan, mau ditaruh di mana?

Kamu perlu tahu satu hal bahwa puasa komunikasi bisa jadi ajang menguji kesetiaan pasanganmu. Kamu bisa tahu besarnya cinta kalian. Dalam tiap letupan rindu yang terjadi, itu bagai benih-benih cinta yang berjajar, terangkai menjadi kolase dan mozaik cinta. Menjadi monumen saksi perjuanganmu dalam mencintainya, sebagai pasangan LDR.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel