close
Kamu Pernah Nggak Sih Corat-Coret di Toilet Buat Ungkapin Cinta?
Cinta terkadang sulit untuk diungkapkan, makanya banyak orang memilih "jalan terselubung", contohnya: corat-coret di dinding toilet umum. Iya, kan? Kamu pernah? Hayoo, ngaku!
Belum bisa dikatakan "puber", kalau seorang manusia nggak pernah corat-coret di dinding toilet umum untuk mengungkapkan pesan dan kode cintanya buat seseorang. Ya, corat-coret di toilet nampaknya sudah menjadi ritus yang dijalankan manusia. Sudah pasti pernah dilakukan mayoritas orang, dengan aneka macam alat, mulai dari pensil, pulpen, spidol, bahkan lipstik dan darah.

Ritus dan tragedi Corat-Coret di Toilet ini bukan sembarangan fenomena. Ada banyak filosofi di baliknya. Sampai-sampai sastrawan Eka Kurniawan menerbitkan buku kumpulan cerpen dengan judul "Corat-Coret di Toilet", buku ini bulan lalu masih mejeng di rak toko buku gramedia.



Apa sih menariknya dari Corat-Coret di Toilet? Main kode-kode-an kok di toilet umum? Emangnya yakin dia bakalan baca? Di zaman serba canggih seperti sekarang, kalau mau kirim pesan cinta dan kode-kode cinta, mending lewat aplikasi sosial media aja, toh? Tapi ternyata cara konvensional (kuno-jadul) corat-coret di dinding toilet masih saja dilakukan.




Biasanya sih kata-kata yang tertulis di dinding tulisannya gini, contohnya gini:

Dari: aku
Untuk: sayangku
"sayang nyebelin deh, huft... tapi dek tetap cinta kok, love you... muach"


Kalau nggak kayak gini:

Lam kangen buat cowok ganteng


Atau begini juga kadang muncul:

gambar love, terus ada ketusuk panah sambil berdarah-darah, ada tulisan: tega! (NB: Tapi pakai gambar yaak! hehe, bukan tulisan gini, hehehe)





Tapi yang paling populer sih gini:

I love U


Pokoknya beragam banget deh tulisan-tulisan pesan dan kode cinta yang biasanya ada di toilet umum. Sekarang pertanyaannya, toilet umum mana nih maksudnya? Biasanya sih dinding toilet yang coretan cintanya alay banget tuh  toilet sekolah di SMP dan SMA, SD juga ada.



Kalau dinding toilet kampus mah beda lagi ceritanya, pesan dan kode cintanya bukan lagi soal cinta-cinta-an, tapi soal pemberontakan, hahaha... Ya, mahasiswa kan doyan banget demo tuh. Misalnya demo kepada rektorat yang diktator yang seenaknya sendiri menaikkan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT). Dinding toilet kampus juga biasanya berisi puisi-puisi demonstrasi.


Nah, selain dinding toilet, ada lagi nggak sih tempat-tempat favorit yang biasanya digunakan untuk mengungkapkan pesan dan kode cinta pada seseorang. Ada dong, inilah tempatnya:

Kursi di dalam Bus



Ini aneh banget. Lagi suka sama orang, eh mengungkapkannya malah di kursi bus. Iya, kursi bus kan biasanya ada sarungnya tuh, nah dicoret-coret cuman buat bilang I love You sama seseorang. Biasanya dicoret pakai spidol permanen, besar-besar pula tulisannya. Iseng dan konyol banget, ya?

Mungkin berharapnya doi naik bus yang sama kali, besok-besok pas duduk di dekat kursi itu dia baca. Tapi walaupun baca mana mungkin dibalas juga, kan? Jadi percuma aja corat-coret di kursi bus. Tapi tindakan abnormal ini patut diacungi jempol, kok bisa ya nggak ketahuan corat-coret kursi, kalau ketahuan bisa diturunin dari dalam bus kali ya?


Tembok Gravity di Pinggir Jalan



Gravity atau lukisan dinding udah biasa terlihat. Apalagi di pinggir jalan. Di mana ada lahan kosong, pastilah para anak punk atau preman-preman kota bakal main corat-coret. Aksi coret-coret di fasilitas publik ini kerap dinamakan Vandalisme dan bakalan ditangkap satpol PP tuh kalau ketahuan.

Entahlah budaya gravity di pinggir jalan memang memiliki nilai artistik tersendiri. Menimbulkan kesan bahwa di daerah situ ada budaya massa yang guyub dan hangat. Di mana masyarakatnya antusias menyuarakan aspirasi lewat lukisan dinding. Tapi ya itu, yang namanya kode dan pesan-pesan cinta selalu ada. Biasanya hanya ditulis nama seseorang, kemudian ada love-lovenya.


Meja dan Kursi di Dalam Kelas



Meja dan kursi di dalam kelas, dari kelas sekolah dasar hingga perkuliahan tak luput dari perannya menjadi media penyalur isi hati. Selain berisi contekan urek-urekan (pek-pek-an) materi ujian, ternyata meja dan kursi di dalam kelas penuh dengan pesan dan kode cinta.

Ulah para siswa dan mahasiswa pecundang. Yang nggak berani mengungkapkan isi hatinya secara langsung, eh malah corat-coret fasilitas umum. Uniknya biasanya coretan meja terbaca sangat gamblang. Entah berisi puisi, atau curahan hati yang terlalu galau dan melow.


Corat-Coret di Buku Harian



Semua orang yang sedang kasmaran cenderung menjadi hobi menulis. Karena dia selalu ingin ungkapkan isi hatinya. Maka dari itu, semenjak dia mulai jatuh cinta sama orang, dia bakal beli buku diary, ya buku harian. Menulislah aneka macam puisi dan surat cinta di sana.

Buku harian menjadi favorit banyak orang. Bisa dibilang ini yang paling favorit dan bermoral, karena kegiatan menulis diary untuk melontarkan pesan dan kode cinta nggak bikin rusak sarana prasarana publik. Tapi sayangnya buku harian berasa sangat privat. Rasanya segala isi hati nggak bakalan sampai ke dia. Hanya mengendap di buku, jamuran dan lusuh dimakan rayap.

JANGAN LUPA baca artikel lainnya, yang nggak kalah menarik:

Kisah Asmara Sembilan Istri Bung Karno Presiden Pertama Indonesia
Kamu Beruntung Kalau Punya Cewek Berhidung Pesek, Ini Alasannya
Inilah Alasan Kenapa Cowok Kalau Cemburu Lebih Milih Diam Aja
Matinya Praba-Matinya Kuasa: Cerita Mistis "Lengser Keprabon" di Balik Jatuhnya Kekuasaan Soeharto

Loading...
Loading...
Artikel ini di tulis oleh Nadia Ingtyas kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait