Pria Cerdas Itu Yang Segera Menghalalkan Wanita Yang Di Cintainya Untuk Menjadi Istrinya - Vebma.com
Pria Cerdas Itu Yang Segera Menghalalkan Wanita Yang Di Cintainya Untuk Menjadi Istrinya
​ Pria baru bisa di katakan cerdas ketika ia mencintai seorang wanita lalu segera menghalal’kannya? Ia tidak takut pada saat itu pekerjaan belum mapan, bahkan rumah juga belum punya, karena pria yang cerdas tau Alloh yang menjadi Junjungannya adalah Maha Kaya. Tidak akan menjadi sengsara seorang pria yang berniat menghalal’kan seorang wanita yang di cintainya karena Alloh, untuk bisa segera menjadi istrinya. Bukankah dengan menikah kehidupannya nanti akan menjadi lebih berkah

Pria baru bisa di katakan cerdas ketika ia mencintai seorang wanita lalu segera menghalal’kannya? Ia tidak takut pada saat itu pekerjaan belum mapan, bahkan rumah juga belum punya, karena pria yang cerdas tau Alloh yang menjadi Junjungannya adalah Maha Kaya. Tidak akan menjadi sengsara seorang pria yang berniat menghalal’kan seorang wanita yang di cintainya karena Alloh, untuk bisa segera menjadi istrinya. Bukankah dengan menikah kehidupannya nanti akan menjadi lebih berkah. Ketakutannya nanti setelah menikah akan hidup sengsara benar-benar sirna karena ia lebih mengetahui bahayanya berpacaran. Dan sebagai pria yang cerdas ia mengambil keputusan yang begitu berani dengan meminang wanita yang di cintainya dalam kesederhanaanya.

Ia tidak mempunyai modal kekayaan apa lagi pekerjaan yang mapan selain keimanannya kepada Alloh, dan itulah yang dijadikan modal untuk melamar wanita pujaannya. Ia yakin saja kalau niatnya yang luhur akan mendapatkan kemudahan dari Alloh sehingga jalannya untuk menghalalkan wanita yang di cintainya bisa berjalan dengan lanjar.

Yang menjadi pertanyaannya apakah wanita yang di cintainya itu mau jika di lamar oleh pria yang kehidupannya belum mapan? Tentu saja pria yang cerdas akan bisa menyakinkan wanita yang di cintainya sehingga mau di lamarnya, bahkan dengan senang hati menjadi istrinya tanpa menuntut sesuatu di luar batas kemampuannya. Pernikahannya’pun di lakukan dengan cara yang sederhana tidak dengan kemewahan yang hanya menghabur-haburkan uang. Bukankah niatnya menikah untuk beribadah kepada Alloh bukan untuk berpamer ria, jadi kesederhanan itu lebih di utamakannya.

Tidak banyak pria yang mau berpikir cerdas untuk segera menghalalkan wanita yang di cintainya karena keadaan ekonomi yang belum mapan. Mereka takut tidak akan bisa membahagiakan wanita yang di cintainya nanti setelah menikah. Belum lagi buat melangkah ke pernikahan juga membutuhkan banyak biaya, dan semua itu membutuhkan pemikiran yang matang dan persiapan yang tidak bisa tergesa-gesa. Padahal dengan berpacaran, bukankah itu lebih banyak menimbulkan fitnah, dan bisa-bisa justru menyakiti orang yang di cintainya. Kenapa tidak mengambil cara cerdas saja dengan segera melamarnya? Bukankah itu nanti akan menjadi lebih berkah adanya.


Alloh itu Maha Kaya, kalau anda sebagai pria menyakininya, seharusnya anda tidak usah mengkuatirkan ekonomi anda selama anda masih mau untuk berusaha dengan bekerja. Bukankah tidak ada usaha yang berakhir dengan sia-sia? Dengan menikah maka kehidupan anda akan menjadi semakin baik karena ada berkah di dalam pernikahan yang niatnya untuk beribadah kepada Alloh. Apa lagi setelah menikah ada seseorang yang mendampingi anda, menjadi penyemangat anda untuk bisa terus bersemangat menjemput rejeki Alloh. Jadi tidak ada yang anda kuatirkan ketika anda memilih berpikir cerdas dengan segera menghalal’kan wanita yang anda cintai ke pelaminan.

Biarpun anda belum mempunyai rumah, anda masih bisa mengontrak sebuah rumah kecil  dan sederhana untuk tempat tinggal anda nanti setelah menikah. Anda bisa memulai kehidupan yang baru dari situ nantinya bersama-sama dengan wanita yang anda cintai. Bukankah ternyata semua itu tidak sesulit yang anda bayangkan? Anda bisa benar-benar berbahagia dengan menjadi pria yang cerdas. Kehidupan yang anda jalani’pun menjadi lebih baik adanya.


Salah jika anda beranggapan pria yang cerdas itu yang mempunyai pekerjaan yang mapan dan gaji yang banyak. Buat apa semua itu kalau ia tidak juga berani untuk segera melamar wanita yang di cintainya? Tetapi hanya menjadikan kekasih tanpa mempunyai keberanian untuk segera melangkah ke pernikahan. Semua yang di milikinya belum mampu membuatnya berani untuk segera menghalal’kan wanita yang selama ini menjadi pujaannya. Dan ketika ada seorang pria sederhana tanpa merasa takut segera menghalal’kan wanita yang di cintainya, itulah tanda dia adalah pria yang cerdas, karena dengan kecerdasannya ia mampu mengalahkan ketakutannya dalam menghadapi kesulitan hidup yang ia jalani. Dengan modal keyakinannya itu ia nanti yang akan mampu membahagiakan wanita yang menjadi pujaanya. Dan kecerdasannya akan mematahkan segala persoalan-persoalan yang membelit kehidupannya, karena pria yang cerdas menyandarkan seluruh kehidupannya kepada Alloh. Ia yakin tidak ada yang namanya usaha itu akan berakhir dengan sia-sia jika di niatkan karena Alloh semata.

Itulah pria yang cerdas, dengan berbangga hati mau membawa wanita yang di cintainya untuk membina keluarga kecil yang sederhana tetapi penuh berkah kebahagian.

Artikel ini ditulis oleh Theresia Hardiyanti kamu juga bisa menulis karyamu di Vebma, dibaca jutaan pengunjung, dan bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya. Daftar Sekarang!
Loading...