Pria Ini Tidak Sopan Kepadaku, Tapi Kenyataan Sebenarnya Membuatku Malu

01-11-2016 (1 month ago)

Cerita berikut akan mengajarkan kita untuk bagaimana bersikap terhadap orang lain, dengan cara tidak berburuk sangka dan selalu menyalahkan orang lain bahkan atas kesalahan yang kita perbuat sendiri.

Aku adalah seorang karyawati pada sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang property, dan dalam usiaku yang sudah kepala tiga ini aku juga masih belum berumah tangga. Sebenarnya niat untuk mencari suami memang telah lama aku jalani, namun sampai saat ini tak kunjung juga datang lelaki idaman yang bisa menjadi imam ku didalam rumah.



Tapi ya sudahlah, aku tetap menjalani hidup ini dengan enjoy saja, walaupun berbagai pertanyaan yang terkadang membuat hati galau dan kuping panas tentang status ku yang masih jomblo. "Eh kapan nikah?". Pertanyaan sederhana itulah yang terkadang membuat aku takut bila bertemu dengan kawan lama atau saudara yang bertandang kerumah.
 
Tapi untunglah aku bisa melewati hari-hari kesepianku dengan bekerja, bertemu dengan teman kerja yang menyenangkan dan seolah tidak perduli dengan statusku yang masih lajang ini. Tempat aku bekerja memang beda kota dengan tempat tinggalku, namun itu tidak menjadi masalah, karena dengan mudah bisa aku dapatkan sarana transportasi untuk perjalanan aku pulang pergi.
 
Hari ini sudah lepas jam kantor, dan seperti biasa aku menunggu bus yang akan mengantarkan aku pulang. Tak terasa sudah sepuluh menit aku menunggu bus di halte ini, namun batang hidung bis kota itu tak kunjung nongol juga.



Hmm... jadi lapar perut ini, sambil mengusap perut yang keroncongan bergegas aku berjalan menuju kesebuah toko kue di seberang jalan. Dan kini giliran untuk melahap kue yang baru saja aku beli tadi, duduk manis di halte menunggu bus datang sambil makan roti, tentu enak saat cuaca dingin begini.
 
Belum sempat aku makan ternyata hp ku berbunyi, ternyata mamaku yang telphon "hallo ma... iya ma ini masih nunggu bus belum datang, bentar lagi nyampe rumah kok".
 
Lanjut makan.. ternyata enak juga kue ini, sambil lahap aku terus bermain hp untuk mengusir rasa jenuh, dan tak terasa sudah 3 kue meluncur kedalam mulutku, tapi tenang saja tadi beli banyak kok, ada sepuluh kue yang aku beli tadi. Dengan santai kuletakkan bungkusan kue tadi disebelah tempat aku duduk.
 
Tiba-tiba datang seorang pria dan langsung duduk di sebelahku, lalu dia menoleh kearahku sambil tersenyum. Dan tanpa aku duga! dengan tanpa meminta ijin pria ini langsung mengambil kue punyaku dalam kantong tadi dan langsung memakannya dengan lahap! Asem nih orang gak tau sopan santun main comot saja kue orang.
 
Sudahlah kucoba untuk sabar dan tenang, aku ambil satu kue lagi untuk aku makan, namun dengan cuek dia kembali menggambil kue tadi dan juga langsung lahap memakannya "Sotoy benar nih orang! benar-benar gak tahu malu! dasar muka tembok". Aku berulang kali mencoba menghardiknya dalam hati.



Ditengah rasa dongkol, akhirnya bus yang aku tunggu datang juga. Dengan secepat kilat langsung saja aku beranjak dan dengan cepat juga kusambar bungkusan kue tadi, dan hal yang tak kuduga ternyata tangan si pria menggenggam erat bungkusan kue punyaku. Namun ketika dia melihat usahaku untuk mengambil kue dari tangannya seketika dia tersenyum dan berkata "mbak masih mau kue nya?".
 
Tanpa basa-basi dan dengan muka yang cemberut langsung kusambar saja bungkusan kue tadi sambil aku berlari menuju bus kota yang akan membawaku pulang.
 
Dengan masih dongkol dan menahan amarah, kucoba untuk duduk dan menenangkan diri sembari berpikir "kok ada yang orang aneh gak jelas dan tak tahu malu seperti itu?".



Sembari duduk dan melihat pemandangan jalanan dari dalam bus kota yang aku tumpangi, ku buka tas untuk mengambil sisir, namun seketika jantungku berhenti berdetak ketika aku melihat sebuah benda yang ada dalam tas!
 
Ya! benda itu tak lain adalah sebuah bungkusan kue yang masih rapi dan belum terbuka. Seketika perasaanku bercampur aduk antara malu dan sedih atas apa yang telah aku lakukan pada pria tadi.
 
Benar! bungkusan kue yang aku rebut tadi adalah milik pria itu, dan bungkusan kue punyaku masih tersimpan rapi di dalam tas.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel