Mengenal Sosok Dahlan Iskan, Sosok Pemimpin yang Ngawur, tapi Benar

11-10-2016 (1 month ago)

Dahlan Iskan itu pemimpin yang ngawur tapi benar. Berani bertindak, berani mengambil resiko, dan sudi bergumul dengan rakyat kecil.

Pak Dahlan Iskan bukan sekedar leader. Ia segelintir cracker-preneur kelas dunia. Leader tugasnya menjaga kelangsungan bisnis dan cracker membuat celah dan terobosan baru. Dia adalah salah satu dari segelintir orang sukses yang terlahir dari keluarga miskin. Pak Dahlan yang anak seorang petani dan beli sepatu saja susah waktu masih sekolah, ternyata bisa menjadi orang yang hebat dan sukses di negeri ini. Dengan berani bermimpi, memperjuangkan mimpinya, dan meyakini bahwa mimpinya akan sampai. Orang miskin pun bisa sukses jika berani membangun mimpi suksesnya masing-masing. Dibalik kesuksesan Pak Dahlan, ternyata ada beberapa fakta dan aksi unik beliau dalam menuju kesuksesan yang patut menjadi inspirasi untuk kita semua.

Memilih Sendiri Tanggal Lahirnya



Tanggal 17 Agustus, dipilih Pak Dahlan sebagai tanggal kelahirannya. Kok bisa tanggal lahir dipilih sendiri? Karena orangtuanya lupa dan tidak memiliki catatan kapan pastinya Pak Dahlan ini lahir. Mengapa 17 Agustus yang dipilih? Alasannya cukup sederhana, agar mudah diingat karena bertepatan dengan Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Maka jadilah Pak Dahlan berulang tahun setiap tanggal 17 Agustus.

Tak Punya Sepatu Sampai SMA



Sampai kelas 2 SMA, Pak Dahlan belum punya sepatu. Tiap hari ke sekolah dengan telanjang kaki. Baru kelas 3 SMA, Pak Dahlan bisa membeli sepatu. Itupun hanya sepatu kets bekas yang ujung jempolnya sudah bolong dan bagian tumitnya sudah berserabut. Sepatu itu sangat dihemat benar pemakaiannya. Pak Dahlan hanya memakai sepatu tiap hari Senin. Mengapa? Alasannya sederhana juga, agar bisa menjadi inspektur upacara dengan sepatu di kaki. Ternyata terkabulnya keinginan yang sudah lama diimpikannya tidak membuatnya bangga. Karena dalam hati dia tersiksa. Sepatu itu menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat, bahkan menimbulkan luka. Pak Dahlan kini bersyukur melihat anaknya, Azrul, mempunyai lebih dari 300 sepatu dan semuanya branded alias bermerek.

Cita-cita Tertinggi Hanya Ingin Punya Sepeda



Cita-cita Pak Dahlan selama ini hanya satu yaitu ingin mempunyai sepeda, Itu saja. Pak Dahlan mengaku sebagai orang yang tidak punya cita-cita. Namun dia merasa beruntung tidak punya cita-cita. Mengapa? Alasannya masih sederhana juga, karena tidak perlu mempertaruhkan segala sesuatu untuk mewujudkan cita-cita itu. Sekarang Dia mempunyai helikopter, jaguar, mercy, itu sama sekali diluar cita-citanya. Mengapa hanya sepeda cita-cita tertingginya? Karena dia anak buruh tani miskin. Orang tuanya tidak mampu membelikannya sepeda. Sampai tamat SMA Pak Dahlan belum punya sepeda. Dia harus berjalan kaki ke sekolah sejauh 12 kilometer. Tidak ada teman-temannya yang punya sepeda yang mau memboncengnya. “Katanya, orang yang tidak bisa naik sepeda lebih berat kalau dibonceng,” kenang Pak Dahlan tentang teman masa kecilnya.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel