Mengutip Pelajaran Dari 3 Entrepreneur Yang Sukses di Usia Muda

07-11-2016 (1 month ago)

Beberapa orang telah membuktikan bahwa sukses di usia muda bukan sesuatu yang mustahil jika kamu memiliki kemauan tinggi dibarengi dengan kerja keras dan kedisiplinan yang kuat.

Ditengah sulitnya mencari pekerjaan seperti saat ini, berwirausaha adalah pilihan terbaik yang bisa kita lakukan. Apalagi jika kita memiliki keahlian tertentu yang bisa  dikembangkan menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Tentu peluang untuk sukses akan lebih terbuka.

Meski begitu, menjadi entrepreneur sukses tidak hanya mengandalkan skill saja, kreatifitas, kemauan serta kerja keras juga termasuk poin utama didalamnya. Seperti ke tiga pebisnis muda ini, mereka memberi kita pelajaran berharga dibalik kesuksesan yang telah dicapainya.

1.Rizal Fadillah

image dari kompas.com

Tidak ada kata terlalu muda atau terlalu tua dalam menjalankan bisnis. Merintis sebuah bisnis bisa dilakukan siapa saja, bahkan oleh seorang anak yang berumur 11 tahun sekali pun. Seperti yang dilakukan Rizal Fadillah, seorang anak SD yang telah memiliki penghasilan antara 3 sampai 6 juta rupiah tiap bulan dari bisnis yang ia rintis.

Siswa SD Minomartani 1 ini lebih berminat untuk bisnis di bidang kuliner. Dia menjual aneka jenis makanan dan minuman yang banyak di gemari oleh anak-anak seusianya, seperti pisang coklat, nugget, jus buah dan lain-lain. Dalam sehari Rizal bisa meraup omset rata-rata Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, angka yang terbilang besar untuk anak seusia nya.

Menjalankan bisnis saat masih duduk di bangku sekolah membuat Rizal harus pandai membagi waktu belajar dengan bisnisnya. Bagaimanapun belajar menjadi prioritas utama baginya. Bahkan di sela-sela kegiatan bisnis tersebut, dia masih menyempatkan waktu untuk pergi mengaji. Rizal mulai berjualan usai pulang sekolah hingga menjelang magrib.

Mengutip sebuah pelajaran dari Rizal Fadillah, khususnya bagi kamu yang masih sekolah, bahwa dengan tekad dan kedisiplinan, kesuksesan bisa kamu raih bahkan sebelum kamu memegang ijasah.

2. Taylor Rosenthal

image dari CNN

Ide bisnis bisa kita peroleh darimana saja, bahkan dari tempat-tempat yang sering kita kunjungi setiap hari,seperti taman, lapangan olahraga, atau tempat nongkrong. Di tempat-tempat keramaian tersebut tentu bisa menjadi ladang bisnis bagi orang-orang yang kreatif dan memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi, seperti Taylor Rosenthal.

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat prakarya ide usaha, pemuda 14 tahun, Taylor Rosenthal, kini menjadi salah satu entrepreneur yang sukses di usia muda.

Taylor mengembangkan sebuah bisnis yang Ide awalnya ia peroleh dari rasa prihatin dia ketika melihat banyak orang di tempat keramaian yang membutuhkan pertolongan pertama, namun sangat sulit menemukan penjual obat dan peralatan P3K disana.

Ia lantas memiliki ide untuk membuka toko obat kecil, namun dengan konsep lebih maju, yakni menggunakan mesin vending (mesin penjual otomatis). Mesin penjual otomatis yang dia desain sendiri ini menawarkan obat dan peralatan kesehatan untuk pertolongan pertama.

Dengan nama Recmed, bisnis Taylor terus berkembang, bahkan sampai menarik perhatian perusahaan ternama yang bergerak di bidang kesehatan. Recmed mendapat tawaran akuisisi dari perusahaan besar tersebut dengan nilai yang pantastis, yakni US$30 juta atau setara Rp399 miliar. Namun tawaran tersebut ia tolak, ia masih ingin mengembangkan Recmed dengan tangannya sendiri.

Bisnisnya terus berkembang setelah menolak tawaran akuisisi tersebut. Recmed pun mulai mendapat sokongan dana dari Investor yang mencapai US$100.000. Dana tersebut ia gunakan untuk memproduksi mesin vending peralatan kesehatan yang telah ia patenkan atas namanya sendiri. Satu unit mesin vending berlabel Recmed ini di jual seharga US$5500.

3. Benjamin kapelushnik (Benjamin Kickz)



Benjamin kapelushnik atau akrab dipanggil Benjamin Kickz merupakan founder dari sneakerdon.com dan merupakan seorang reseller sepatu sneaker ternama. Pemuda berusis 16 tahun ini mampu mendulang jutaan dollar dari bisnis sepatu sneaker tersebut.

Ben mulai terjun ke dunia bisnis sepatu sneaker ketika berusia 12 tahun. Penjualan pertama yang membuka gerbang kesuksesan Ben adalah ketika ia menjual sepatu Le Born x MVPs yang langka seharga 4000 dollar. Uang hasil penjualan sepatu Le Born x MVPs tersebut dia digunakan untuk membeli sepatu Air Jordan 1 Retro High "Powder Blue" sebanyak 85 pasang. Kemudian dijual melalui media sosial, dan mendapatkan respon yang baik dari pecinta sepatu.

Dari sana usahanya terus berkembang, dia mendapatkan banyak pelanggan baru dan peningkatan penjualan.
Untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan baru, Ben memilih untuk bertatap muka langsung daripada berbicara lewat telpon. Strategi yang ia terapkan ini tentu mampu menarik kepercayaan pelanggan baru untuk membeli barang yang ia jual.

Selain kesuksesan bisnisnya, gaya hidup Ben juga patut di contoh oleh kaum muda. Dia mengaku tidak meminum alkohol atau memakai obat terlarang, bahkan ia sudah tidak tertarik lagi untuk pergi berpesta dengan teman-temannya, menurutnya hal tersebut tidak memiliki manfaat.

Ketiga anak muda diatas hanya sebagian kecil dari entrepreneur yang sukses di usia muda. Masih banyak orang-orang yang sukses di luar sana dengan beragam kisah inspiratifnya. Dan  jika kamu ingin sukses seperti mereka, lakukan langkah pertamamu mulai dari sekarang!

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel