Meskipun dalam Kondisi Banjir Anak-Anak SDN 018 tetap Berupacara, Aksinya Menjadi Viral di Media Sosial

03-10-2016 (2 months ago)

Sangat mengharukan, anak-anak SD ini melakukan upacara meskipun dalam kondisi banjir.

Setiap hari senin, tentunya semua sekolah baik swasta atau negeri, dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga ke Sekolah Menengah atas (SMA) melakukan Upacara Bendera. Upacara sendiri dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk memupuk rasa nasionalisme para pelajar.

Maka tak heran apabila di hari-hari nasional, seperti hari kesaktian pancasila, hari pendidikan, atau hari kemerdekaan, selalu saja dilakukan upacara. Banyak sekali kejadian unik kala melakukan upacara bendera. Mulai dari banyak siswa yang pingsan, karena tak tahan berdiri dan belum sarapan. Hingga ada yang sengaja kabur atau tidak mengikuti kegiatan upacara bendera.



Coba lihat aksi anak-anak SD ini. Mereka tetap senantiasa melakukan kegiatan upacara bendera sekalipun dalam kedaan banjir. Aksi ini terjadi di daerah Sembakung, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri 018 Labion Kecamatan Sembakung. Daerah Sembakung ini sendiri teletak di daerah perbatasan. Tepatnya berada di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

 
Sekalipun berada dalam wilayah perbatasan Indonesia, namun anak-anak kecil Sekolah Dasar ini memiliki rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi. Pasalnya dalam kondisi banjir sekalipun mereka tetap saja melakukan Upacara bendera.
 
Aksi upacara yang dilakukan oleh anak-anak SD ini, lantas menjadi viral di media sosial. Foto mereka yang tengah berupacara dalam kondisi banjir, diunggah ke situs media sosial www.facebook.com dengan nama akun Diskusi KALTARA.

 
Dan setelah diunggah ke facebook.com foto ini banyak mendapat komentar dari netizen tanah air. Adalah seorang yang bernama jahari po mengunggah foto tersebut. Beragam komentar mengomentari foto ini. Mulai dari ada yang pro dan ada juga yang kontra.
 
Steven Yoel Lufung misalnya, dalam akun medsos facebooknya, Steven Yoel berkomentar “dilain sisi provinsi mngelontorkan anggaran skitar 10M untuk mmbngun masjid hal sbnarnya sangat kurang mndesak, betul pmbngunannya ada di daerah perbatasaan (apau kayan) ttpi itu nntinya hanya akan dinikmati oleh slh satu agama trtntu sja.....ini bukan sara....ttpi secara fakta hal yg dibutuhkan perbatsan itu slh satu contohnya sprti foto di atas..”
 
Lalu ada lagi yang berkomentar, Jhefry Jhef “Bedaa jzz ank kampung sama ank kota kau liat ank kampung banjir tetap upacara karna rasa cinta bangsa sndri dan nasionalnya tinggi ttap melakukan upcra apa qh ank2 kota mao melakuan sperti merkaa seharus pemerintah haruss memerhatikan de plosok2 desaa apa qh sklh2 di desaa sdh nyaman dan aman untuk untuk di bagun kann.”



Semenjak foto ini diunggah oleh pak jahari po ke facebook.com dalam group Diskusi KALTARA, hampir kurang lebih sudah dibagikan sebanyak 9.388 kali. Pro ataupun kontra sendiri tergantung dari sudut mana kita melihat.

Terlepas dari pro dan kontra sendiri, aksi adik-adik kecil kita ini perlu mendapatkan apresiasi yang mendalam. Pasalnya mereka tetap saja mau melakukan kegiatan upacara bendera, sekalipun dalam kondisi banjir yang tidak mengenakkan. Apalagi ditambah mereka semua adik-adik ini adalah anak-anak perbatasan.

Aksi nasionalisme dan cinta tanah air mereka patutlah ditiru. Mereka yang tinggal di daerah perbatasan saja, setia pada NKRI. Namun memang kebenaran akan mengenai foto ini masih saja dipertanyakan. Pasalnya bapak Jahari Po masih saja belum bisa dihubungi.
 
 
 

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel