Jenis Website Berdasarkan dari Sifatnya

Website mempunyai peranan penting di dalam perkembangan dunia bisnis online. Walaupun sebenarnya bisnis yang tidak bersifat digital juga membutuhkannya.

Tapi tahukah Anda bahwa untuk website mempunyai beberapa jenis yang dapat dibandingkan dari sifatnya? Simak artikel ini sampai habis ya!

JENIS WEBSITE BERDASARKAN SIFAT

Sifat yang dimaksud tentu saja bukan seperti dimiliki oleh manusia. Secara garis besar, website dibagikan ke dalam dua jenis jika dilihat dari sisi sifatnya, yaitu Statis dan Dinamis.

Lalu, apa sih maksud dari keduanya?

1. Website Statis

Website yang statis adalah jenis website yang konten di dalamnya tidak berubah secara berkala atau konstan. Tidak ada banyak perubahan yang berarti karena memang tidak mempunyai kebutuhan update dalam jangka waktu pendek.

Website ini biasanya akan menggunakan kode HTML karena memang jauh lebih mudah untuk penggunaannya. Tidak membutuhkan hal khusus terutama dari sisi update konten terbaru.

Di dalam halaman website statis akan menampilkan informasi yang sama pada setiap pengunjungnya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Umumnya website statis seperti ini akan digunakan untuk memperlihatkan informasi mendasar yang memang tidak banyak perubahan.

Adapun contohnya adalah seperti laman kontak, alamat, biografi, atau profil dari perusahaan milik Anda. Isi dari laman tersebut tidak akan membutuhkan banyak perubahan, bukan?

Kalaupun memang website statis ada perubahan, maka akan dilakukan dalam tempo waktu tertentu yang tidak sebentar. Misalnya, perubahan dibuat saat alamat kantor pindah atau adanya pergantian nomor telepon.

Selain itu juga untuk perubahannya tidak secara menyeluruh. Update perubahan yang terjadi umumnya terjadi dari sisi minor saja. Seperti yang sudah disinggung tadi, hanya sebatas pergantian informasi saja.

Anda harus dengan tepat menentukan website statis ini karena jangan sampai untuk halaman yang seharusnya statis, justru Anda gunakan sebagai laman yang banyak melakukan update.

Tak cuma bisa membuat pelanggan menjadi bingung, tapi hal seperti ini memang tidak dibutuhkan untuk dilakukan.

2. Website Dinamis

Website dinamis tentu saja lawan dari website statis. Website ini akan berisi konten yang membutuhkan update secara berkala dan relatif cepat.

Bahkan website dinamis ini biasanya juga akan membutuhkan database yang bisa diakses oleh developer (webmaster).

Pelanggan akan melihat halaman ini berganti secara berkala sesuai dengan kebutuhan yang memang diinginkan oleh pemilik bisnis.

Biasanya website yang dinamis seperti ini akan lebih cocok untuk laman berisikan daftar produk atau informasi terbaru mengenai diskon, berita, dan lain sejenisnya.

Anda juga harus pintar-pintar memilih website yang bersifat dinamis karena kalau semuanya bersifat dinamis, pelanggan juga pasti akan kebingungan mau lihat informasi apa.

Takutnya ada informasi yang sebenarnya penting tapi pelanggan tidak mengetahuinya lantaran laman sudah berganti ke informasi lain yang baru.

Ingat bahwa untuk fungsi utama dari website adalah tentang bagaimana Anda bisa memberikan informasi kepada pelanggan seputar perusahaan, bisnis, produk/jasa, peraturan, dan hal lain yang berkaitan dengan usaha Anda.