11 Fakta Mengejutkan tentang Menstruasi Abad Pertengahan. Nomor 1 jangan Pernah Berani Coba.
Kunjungan bulanan bagi seorang gadis/wanita memang bukan hal tabu lagi, tapi bisa dikatakan sebagian dari mereka masih merasa tidak nyaman untuk mengakuinya. Dan kebanyakan pria tidak sepenuhnya tahu apa yang tengah terjadi selama kurun waktu kalender istimewa itu. Berikut adalah bagaimana Menstruasi terdengar menjijikan pada abad pertengahan.

Hingga saat kini masih banyak misteri yang menyelimuti “menstruasi” yang mengejutkan sekaligus juga menjijikan, sejarah memiliki beberapa pandangan yang sangat ekstrem mengenai siklus alami seorang wanita dan memaksa beberapa wanita untuk berurusan dengan "rasa malu bulanan mereka" dengan cara yang sangat aneh. Berikut adalah sebelas fakta menjijikan wanita datang bulan di masa lalu.

  • Meminumnya

Katakanlah mereka adalah orang-orang Mesir Kuno. Mereka bahkan tidak suka melihat darah menstruasi terbuang dan sia-sia belaka. Sebagai gantinya, banyak orang yang menampung dan menjadikannya untuk keperluan sihir dan perawatan medis. Darah menstruasi diyakini membawa semacam keajaiban dan signifikansi spiritual. Orang-orang Mesir Kuno menggunakannya untuk melemparkan mantra dan bahkan meminumnya (ya, meminumnya) karena mereka percaya limbah tubuh memiliki sifat obat.

Masyarakat mesir percaya, mengingat darah menstruasi berasal dari rahim yang menjadi titik kehidupan baru lahir, mereka percaya dengan meminumnya akan menghidupkan kembali kekuatan-kekuatan yang mulai melemah dan menghilang. Dengan meyakini bahwa setiap yang bersentuhan dengan darah menstruasi ini akan bisa menarik kembali masa muda mereka.

  • Kram Menstruasi Diobati Dengan Evaluasi Psikiater

Ini adalah rasa sakit fisik yang nyata yang melibatkan bagian-bagian bagian dalam tubuh wanita,adalah suatu  kenyataan bahwa dokter di masa lalu menganggap ini adalah pertanda bahwa wanita membutuhkan bantuan kejiwaan yang lucu sekaligus menyeramkan. Menurut sejarawan feminis, wanita yang mengeluh sakit haid pada suatu waktu segera dikirim ke psikiater dengan alasan bahwa kram mereka adalah bukti "penolakan terhadap feminitas." Lucu bukan, di bawa ke psikiater karena di anggap tidak mau jadi wanita?... Bukti besar bahwa wanita itu feminim adalah dengan menstruasi yang merupakan indikasi cukup solid.Menstruasi adalah siklus biologis alami yang telah ada pada wanita sejak awal waktu. (Oh), dan kram adalah gejala alami dari siklus itu. Sejarah tidak punya waktu untuk membuat obat penghilang rasa sakit dan gelaja akibat haid ini. Malangnya para wanita. Benar Begitu?

  • Melepaskan Ovarium Secara keseluruhan

Oke, survey membuktikan bahwa hampir 80% wanita tidak menyukai masa masa istimewa ini, tetapi tidak pula membencinya. Sepanjang era Victoria, beberapa dokter tampaknya menganggap bahwa akan lebih baik bagi kesejahteraan seorang wanita jika mereka sama sekali tidak memiliki ovarium. gelaja gejala menyakitkan  saat mentruasi mendasari hal ini, al hasil bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana. Ini berarti “ajaib” karena rasa sakit saat menstruasi tidak akan dirasakan lagi, di sisi lain tidak ada alasan untuk mempertahankan rumah tangga mereka karena tidak bisa memberikan keturunan.

  • Pembalut  Abad 19

Yang ini lazimnya selalu dilakukan wanita sekarang lakukan ketika haid tiba. Mengenakan pembalut. Namun pada abad 19 rupanya tidak semudah dan senyaman sekarang. Bisa kalian ketahui dari gambar di bawah ini. Jauh sebelum kata “mewah” ditemukan beberapa wanita atau remaja di tahun 1960-an menggambarkan pembalut ini sebagai "bentuk penyiksaan" . “Waw”, sekaligus juga “yeiks”


  • Katak

Jika lintah cukup baik untuk setiap keluhan medis di hari ini, Apakah kodok merupakan bentuk pengobatan yang wajar untuk ketidaknyamanan menstruasi? Paling tidak, inilah yang diyakini beberapa kalangan masyarakat Eropa awal. Wanita yang menderita kram dan gejala periode menyakitkan lainnya diinstruksikan untuk menangkap kodok, maneringkannya (dimasak), dan menaburkan abunya di bagian genital wanita. Mengapa? Karena orang Eropa abad pertengahan entah bagaimana yakin bahwa kekuatan almarhum kodok dapat mengurangi ketidaknyamanan menstruasi dan bahkan meringankan arus yang deras. Mereka percaya bahwa kehadiran kodok akan membantu membersihkan kotoran tubuh wanita.  Bukannya kodok/katak biasanya membuat hujan lebih deras? Oh, mungkin lain cerita bila hujannya berwarna merah. hee

  • Sapu Tangan Noda Darah Menstruasi

Jika para wanita tidak cukup sadar selama kesengsaraan bulanan mereka, tradisi lama ini akan membuat orang membuat orang sekitar tahu bahwa wanita ini tengah menstruasi. Di beberapa bagian India, wanita dipaksa untuk "mengumumkan" menstruasi mereka sedang berlangsung dengan mengenakan saputangan yang ternoda oleh darah menstruasi mereka sendiri di sekitar leher mereka. Tidak mungkin?, serius dah. Fakta kotor dan mengganggu ini disorot oleh penulis feminis Judy Grahn dalam bukunya yang berjudul Blood, Bread and Roses tahun 1993.

  • Orang Mesir (Dan Ratu Victoria) Menggunakan Ganja untuk Meringankan Kram

Anda mungkin akan menyadari bahwa gulma digunakan oleh beberapa orang untuk mengobati berbagai bentuk rasa sakit, tetapi tahukah kalian bahwa wanita di masa juga menggunkan gulma untuk menakan rasa sakit selama periode menstruasi?. Penggunaan ganja untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan menstruasi dimulai sejak abad Mesir Kuno. Sebuah catatan pengobatan kuno di Mesir awal (Ebers Papyrus) diterjemahkan dan mengungkapkan petunjuk khusus tentang bagaimana rumput liar bisa membantu wanita. Ganja rupanya "digiling menjadi cairan" dan di terapkan  "dimasukan" ke dalam vagina. Meskipun tidak terdengar sebagai cara yang efektip, hal itu diperkirakan memiliki efek cepat untuk mendinginkan rahim dan menghilangkan sebagian panas untuk meringankan kram menstruasi. Meskipun kalian tidak pernah tahu seberapa efektif perawatan kuno ini, tidak perlu risau karena ada beberapa produk vagina sampai hari ini yang mengandung minyak ganja untuk penyembuhan kram. Yang Mulia Ratu Victoria juga mencoba-coba gulma untuk mengobati ketidaknyamanan bulanannya (meskipun ia mungkin menggunakannya dalam pengertian tradisional).

  • Pengasingan Menstruasi Perempuan Hindu

Sudah diketahui bahwa wanita memang rutin menerima tamu bulanan mereka(bagi yang masih). meringkuk di kamar, menonton film dan hanya menutup diri dari dunia luar. Tapi memiliki waktu sendirian ini biasanya merupakan keputusan sukarela. Bagi banyak wanita India, mendapatkan siklus bulanan mereka berarti pengasinganyangterisolasi di sebuah pondok lumpur kecil. Ini adalah bagian dari tradisi Hindu yang dikenal sebagai Chaupadi dan melibatkan menempatkan wanita atau gadis perempuan ke gubuk selama menstruasi karena dianggap sebagai "najis". Tradisi barbar ini masih digunakan oleh suku Dogon di Mali dan di beberapa wilayah di Nepal. Orang-orang di Nepal telah membuat ritual takhayul ini tetap hidup sampai sekarang, walaupun praktik tersebut secara resmi dilarang kembali pada tahun 2005. Sampai hari ini, banyak wanita dari agama Hindu dilarang menghadiri acara keluarga dan dilarang untuk berbagi tempat tidur dengan pasangan mereka. Sampai mereka bisa dinyatakan "bersih" lagi.

  • Biarkan saja Alirannya

Wanita pertanian di padang rumput percaya bahwa lebih baik dan lebih mudah untuk menangani waktu mereka setiap bulan jika mereka hanya “biarkan mengalir deras”. Ya, kalian benar mengartikannya. Menurut penelitian, wanita dan gadis muda membiarkan alam mengikuti jalannya sendiri tanpa mengenakan pakaian dalam untuk menghentikan arus. Wanita yang lebih sadar diri biasanya mengenakan pakaian dalam hitam, meski tidak cukup untuk menyamarkan apa yang sedang terjadi. Itu abad pertengahan, jika sekarang ada wanita yang masih melakukannya, akan jadi topik panas berminggu-minggu di vebma. Bukan begitu ladies...

  • Pakai Ulang pembalut di Awal Abad 20

Salah satu kemajuan terbaik dalam teknologi produk haid adalah produknya yang digunakan sekali pakai kemudian buang. Inilah kenyataan suram bagi wanita Amerika dan Inggris sepanjang awal abad ke-20 yang dibuat untuk menggunakan bantalan popok buatan sendiri yang akan dicuci dan digunakan kembali selama periode menstruasi mereka. Mengerikan. Bayi bahkan tidak menggunakan popok yang sama untuk satu hari, apalagi hampir seminggu. Jangan dicoba Ladies, Resiko kesuburan.

  • Di Kukus?

Dengan cara seperti mandi air panas atau pergi ke sauna dapat mengurangi rasa sakit dan ketegangan otot. Namun tidak seperti dulu Suku Aztec dan Maya di Amerika Selatan percaya bahwa perawatan yang sama juga dapat diterapkan pada periode rasa sakit. Wanita yang menderita kram menstruasi parah berabad-abad yang lalu diberi kesempatan untuk mengukus bagian wanita mereka (Mendekatkannya dengan uap dari air mendidih di tungku) dengan harapan ini akan menghilangkan rasa sakit dan sensasi kembung yang terkait dengan kram. Dengan duduk di atas mangkuk uap ini, diperkirakan bahwa panas yang dikombinasikan dengan minyak esensial dari tumbuh-tumbuhan - akan membantu "mengusir cairan menstruasi" dari rahim dan membuka serviks menjadi kencang. Mau dicoba ? Eit jangan dulu. Silahkan dapatkan informasi lengkap dulu tentang hal ini.

Itulah Mereka Ke sebelas fakta menjijikan tentang menstruasi wanita pada abad pertengahan, Ladies semua tidak penulis sarankan untuk mencoba hal di atas. Bagimana pun teknologi sekarang dirasa sudah mumpuni untum membatu kalian mengatasi masalah masalah akibat si tamu rutin itu. Semoga bisa menambah wawasan kita semua, Salam.

Baca Pula :

- Bulan Madu Mematikan

- Penyakit Aneh Mengerikan

Artikel ini di tulis oleh Surya Khaidar kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait