close
30 Tempat Wisata Paling Populer Di Banjarmasin
Berjalan-jalan atau berwisata ke suatu tempat pasti sangat menyenangkan, terutama jika kota tersebut belum pernah anda dan keluarga kunjungi. Lalu apakah ada di antara anda yang berniat untuk berwisata ke Banjarmasin dalam waktu dekat? Jika iya, maka anda harus menyimak beberapa tempat wisata di bawah ini yang mungkin bisa menarik perhatian anda.

1. Candi Agung Amuntai

Pura Agung Amuntai merupakan situs candi Hindu peninggalan kerajaan Nagaradhipa (Nagara Dipa). Pura Agung Amuntai terletak di Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Candi Agung diperkirakan berusia 740 tahun. Bahan-bahan Candi Agung didominasi oleh batu dan kayu. Kondisi masih sangat kokoh. Di candi ini juga ditemukan beberapa peninggalan sejarah yang berasal dari 200 tahun silam. Batu yang digunakan untuk membangun candi ini masih ditemukan disana. Sekilas batu sangat mirip dengan bata merah. Namun, ada bedanya bila disentuh, lebih berat dan lebih bertenaga dibanding bata merah biasa.

Banyak pengunjung yang datang ke Pura Agung Amuntai untuk sekedar rekreasi. Banyak yang berziarah. Maklum di kawasan pura ada makam kuno. Jika anda berada di Amuntai City, luangkan waktu untuk melihat bait suci ini. Meski berbeda dengan candi di Jawa, namun kehadirannya jelas memberikan informasi tentang keberadaan candi di Kalimantan.

2. Pantai Angsana

Pantai Angsana adalah objek wisata yang berada di Kalimantan Selatan menyimpan keindahan kehidupan laut untuk dinikmati. Angsana Becah memiliki air laut yang sangat jernih dan pantai berpasir putih dengan ombak yang tenang sebagai tujuan yang patut dikunjungi di Kalimantan Selatan. Tapi, pantainya tidak populer meski untuk warga Kalsel.

Pantai Angsana memiliki pasir yang landai dan panjang. Ombaknya sangat indah. Di tepi pantai terdapat banyak pohon rimbun yang relatif bersih dan terorganisir. Bagi pengunjung yang ingin menginap, sekarang ada hotel berukuran sedang dengan biaya sekitar Rp 400.000 / malam. Disini juga tersedia peralatan snorkeling lengkap sewa. Untuk sampai ke tempat terumbu yang berjarak 3,5 km dari pantai, pengunjung bisa menyewa kapal yang bisa sarat dengan 10 orang.

3. Pulau Bakut

Taman Alam Bakut telah ditunjuk sebagai taman alam Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Luas totalnya sekitar 18 hektare, panjangnya 700 meter dan lebar 250 meter. Daerah ini dihuni oleh tanaman dan hewan yang adaptif terhadap pasang surut. Pulau ini menetap di sungai Barito dan disilangkan oleh salah satu jembatan terpanjang di Indonesia, Jembatan Barito.

Obyek wisata Pulau Bakut tidak sepopuler lokasi wisata Kembang dan tempat wisata alam lainnya, namun lokasinya di kota Banjarmasin sudah dekat dan bisa ditempuh baik dengan jalan darat maupun air menjadikan tempat ini sebagai alternatif pelepasan stres dari rutinitas sibuk. pekerjaan sehari-hari.

4. Air Terjun Bajuin

Air terjun Bajuin adalah salah satu air terjun indah yang terletak di kota Pelaihari, tepatnya terletak di lereng gunung Meratus. Terletak di Desa Sei Bakar, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Tak jauh dari air terjun Bajuin, ada Gua Marmer yang bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Gua ini unik karena ada banyak ubin marmer yang biasa digunakan untuk rumah dan membentuk gua seperti kubah masjid. Di dalam gua juga terdapat kehidupan malam kelabu. Di daerah ini ada 4 buah air terjun dengan ketinggian yang berbeda. Air terjun I (terdekat) adalah 25 meter, air terjun II adalah 17 meter, III (37 meter), dan IV (18 meter).

5. Pulau Kembang

Pulau Kembang adalah sebuah pulau di tengah Sungai Barito. Tempat wisata ini merupakan habitat monyet dan beberapa jenis burung. Menurut warga, di pulau ini ada monyet besar yang merupakan raja monyet. Sementara di pulau ini, hati-hati dengan barang bawaan Anda. Monyet-monyet ini sering penasaran dan ingin melihat apa yang Anda bawa. Sebaiknya bawa makanan ringan atau buah untuk mengalihkan perhatian mereka dari tas Anda.

Yang menarik, di pulau ini ada candi dan altar dengan patung putih berbentuk kera atau Hanoman. Altar ini, oleh orang Tionghoa, biasa menaruh sesaji pada saat-saat tertentu.

Tempat wisata ini berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Banjarmasin. Untuk bisa melihat aktivitas monyet-monyet ini dari dekat, Anda harus membayar 5.000 rupiah untuk wisatawan domestik dan 25.000 rupiah untuk turis asing.

6. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid ini juga disebut Masjid KUIN karena letaknya di Desa Kuin Utara. Dibangun antara tahun 1526 - 1550, masjid ini menjadi masjid tertua d Banjarmasin.

Seperti bangunan khas lainnya Banjarmasin, Masjid Sultan Suriansyah berbentuk rumah panggung dengan ukiran khas Kalimantan Selatan dan atap. Beberapa bagian masjid terlihat mirip dengan Masjid Agung Demak, terutama di teras atap dan kerucut ke atas. Hal ini dimungkinkan karena hubungan antara kedua kekaisaran di zaman kuno.

Keunikan masjid ini adalah mihrab, atau imam sholat memiliki atap atap atap bangunan mereka yang terpisah.

7. Masjid Muhtadin Sabilal

Masjid Muhtadin Sabilal disebut masjid terbesar di London. Masjid dengan lima menara ini mampu menampung hingga 15.000 jamaah.

Namanya berasal dari nama buku yang ditulis oleh Sheikh Muhammad Al Banjary Arsyad yang merupakan sarjana hebat di Kalimantan Selatan. Masjid yang dibangun pada tahun 1981 ini telah menjadi salah satu tempat wisata religius yang banyak dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar kota.

Masjid Muhtadin Sabilal berada di tepi barat Martapura, tepatnya di Desa Antasan Besar, Banjarmasin Pusat.

8. Pasar Intan Martapura

Pasar intan berada di Jalan Ahmad Yani, Martapura, atau sekitar 45 km dari pusat kota Banjarmasin. Pasar ini menjadi tur yang tepat bagi penggemar batu permata. Martapura dikenal sebagai kota dengan pertambangan batu permata terbesar di Indonesia. Gemstones di sini berkualitas baik.

Di pasar ini, ada sekitar 87 toko batu permata. Selain membelinya dalam bentuk batuan, Anda juga bisa membeli batu permata yang telah diolah menjadi berbagai bentuk seperti kalung, gelang, cincin dan bros. Pengunjung ke pasar ini tidak hanya wisatawan domestik, banyak wisatawan dari Malaysia, Brunei dan Singapura yang datang kesini.

9. Pusat Kuliner Tepi Sungai Martapura

Jika ingin menikmati kuliner Banjarmasin yang unik di satu tempat, anda bisa datang ke pusat yang berada di kuliner Banjarmasin Post Road yang menghubungkan antara jalan raya Sudirman dan jalan Hasanuddin.

Jalan setapak sepanjang 300 meter, ada sekitar 52 kios yang menjual aneka makanan kuliner khas Banjarmasin seperti laksa, nasi kuning, soto banjar dan lupis. Selain itu, ada sajian nasi goreng nasional serta daerah lainnya seperti kuliner masakan Padang dan Palembang.

10. Desa Sasirangan

Jika ada Batik Cirebon Trusmi sebagai pusat cinderamata, di sini tidak ada yang namanya Desa Sasirangan. Di sini, Anda bisa menemukan batik sasirangan yang khas batik Banjarmasin. Atraksi belanja di Next Jalan Masjid, Desa Melayu.

Selain membeli, Anda juga bisa melihat di sini proses pembuatannya. Batik Sasirangan dicirikan oleh warna-warna cerah. Anda bisa membeli kain yang masih berbentuk atau selesai seperti pakaian, syal, sprei dan taplak meja. Ada juga aneka aksesoris yang terbuat dari kain batik mulai dari tas tangan, dompet hingga saputangan.

11. Jembatan Barito

Jembatan tersebut telah membelah Sungai Barito. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 m di atas Sungai Barito seluas 8000 meter dan lebar pulau kecil (Pulau Bakut) 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama 15-18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas laut. Jembatan Barito merupakan salah satu wisata buatan di Barito Kuala.

Jembatan ini pertama kali dibuka pada 1997 dan tercatat sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Jembatan Barito adalah jembatan yang menghubungkan Trans Kalimantan. Jalan ini merupakan jalan sumbu yang menghubungkan dua provinsi tetangga, provinsi Kalimantan Tengah.

12. Pantai Batakan

Pantai dengan pasir dan ombak yang aman serta berwarna biru muda dari laut air memang merupakan pantai yang indah. Tapi lebih indah bila kita bisa menikmati keindahan alam sebelum sampai ke tempat tujuan wisata. Bukit hijau dan pemandangan sawah dengan udara di perbukitan disekitar pantai ini sangat alami.

Dinamakan Pantai Batakan yang berada di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut (Tala), sekitar 125 km ke arah timur dari Kota Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan. Lokasi Pantai Batakan bisa ditempuh melalui Kota Banjarmasin, meski ada banyak tikungan dalam perjalanan, para wisatawan tidak akan merasa jauh untuk mencapai pantai ini. Karena keindahan alam membuat lupa jarak tempuh untuk sampai ke tempat tujuan.

13. Goa Batu Hapu

Batu Hapu yang berada di sebelah pasar Binuang tepatnya di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun dapat dicapai 43 km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin. Biasanya Gua Batu Hapu dari pasar Binuang sejauh 16 km dengan jalan cukup bagus, dicapai dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan kehidupan pedesaan dan nuansa alam pegunungan selama 30 menit, gua ini terletak di bukit jadi untuk Anda yang mencintai. Tantangan panjat tebing adalah dimana nyali nyali, tapi risikonya sendiri karena tidak diasuransikan, masyarakat sekitar gua siap bermitra dengan pengunjung yang ingin bermalam sambil menikmati makanan dan kehidupan masyarakat pedesaan.

14. Rumah Bubungan Tinggi

Rumah Bubungan Tinggi adalah salah satu rumah Baanjung yang merupakan rumah adat Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Masyarakat Banjar juga disebut Rumah Bubungan Tinggi atau Rumah Banjar atau Rumah Ba-anjung.

Dulu, rumah khas ini hanya tinggal ditinggali oleh Raja dan keluarganya, yang membuat rumah jenis ini dianggap sebagai tingkat tertinggi dari semua jenis rumah tradisional lainnya. Namanya Bubungan Tinggi mengacu pada atap curam yang berukuran 45 derajat menjulang ke atas. Ini dikenal sejak abad ke-16, ketika daerah Banjar dipimpin oleh Sultan Suriansyah yang berhak Panembahan Batu Habang (1596-1620).

Dalam perkembangan selanjutnya, Rumah Bubungan Tinggi tidak lagi dianggap sebagai rumah raja karena banyak rumah serupa dibangun di sepanjang wilayah, baik di pengadilan atau di daerah lain. Rumah-rumah serupa ini pada awalnya terbatas pada para bangsawan dan pedagang kaya, kemudian diikuti oleh masyarakat Banjar pada umumnya. Saat ini, Rumah Bangunan Tinggi telah menjadi ciri khas rumah Kalimantan Selatan, terutama masyarakat Banjar.

15. Pantai Gedambaan

Pantai Gedambaan adalah pantai yang indah yang terletak di desa Gedambaan, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru atau 14 mil dari pusat kota Kotabaru. Pantai Gedambaan menawarkan keindahan yang bisa memberikan kepuasan tersendiri bagi para pengunjungnya. Selain pantai berpasir putih yang berkilauan, lanskap juga akan menghipnotis pengunjung sehingga tetap betah di rumah di pantai ini. Dari pantai ini, para pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam dengan panorama air laut yang berkilauan. Dengan keindahan seperti itu, Pantai Gedambaan adalah mimpi dan siapa saja yang akan pernah berkunjung.

16. Pulau Kaget

Pulau Kaget adalah delta yang terletak di tengah sungai Barito yang termasuk di kota Kuala Barito. Pulau ini dihuni oleh jenis monyet dengan hidung panjang yang dikenal oleh masyarakat sebagai Kera / Bekantan Belanda (Nasalis Larvatus). Mereka dikenal memiliki hidung panjang, wajah merah, dan perut besar. Ada juga sejumlah jenis burung yang berbeda di daerah ini. Kawasan seluas 85 Ha ini ditetapkan sebagai cagar alam pada tahun 1976 karena keputusan Menteri Pertanian No. 788 / Kptsum11 / 1976.

Pemerintah daerah Kalimantan Selatan memberlakukan Bekantans sebagai maskot provinsi tersebut pada tahun 1990 sesuai dengan keputusan Gubernur. Kepala Eksekutif Provinsi I Kalimantan Selatan No. 29, tanggal 16 Januari 1990 dan disepakati oleh DPRD I Kalimantan Selatan yang diundangkan dengan Surat Keputusan DPRD No. 162/112 / DPRD tanggal pada tanggal 28 Maret 1990.

17. Candi Laras

Candi Laras adalah situs candi kecil yang terletak di Kabupaten Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Di situs candi ditemukan potongan-potongan patung Guru memegang cupu, Lembu Nandini dan Lingga. Semuanya tersimpan di Museum Mangkurat, Banjarbaru. Menurut sejarah, situs Candi Laras adalah kerajaan Hindu Siwa dengan raja bernama Raden Panji Sari Kaburangan. Situs tersebut mengalami kerugian akibat banjir dan lumpur dikubur sebagian dicuri.

Di daerah yang berdekatan dengan candi ini, yang ada di DAS Amas juga ditemukan patung Buddha Dipangkara dan tulisan naskah Pallawa terkait dengan ajaran Budha, berbunyi "siddha" (lebih banyak yang harus dibaca "jaya siddha yatra" berarti "ziarah mendapat ucapan terima kasih"). . Dulunya, kawasan Candi Laras di sekitar lokasi merupakan kawasan Negara Daha, diperkirakan kekaisaran memeluk agama Buddha Siwa.

18. Pasar Terapung Muara Kuin

Kota Banjarmasin dikenal sebagai ribuan sungai yang menjadi jalur transportasi penting sampai sekarang, seperti pasar terapung unik Muara Kuin Banjarmasin ini. Sungai Martapura membagi kota dan menyediakan transportasi air, perdagangan dan pariwisata. Banjarmasin dijuluki Kota Air atau Kota Air karena letaknya beberapa sentimeter di bawah permukaan laut. Mirip dengan pasar terapung yang lebih terkenal di Bangkok, Thailand, keberadaan "Pasar Terapung" sangat banyak bagian dari sejarah kota. Pada tahun 1526 Sultan Suriansyah membangun sebuah kerajaan di tepi Sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi kota Banjarmasin. Sebuah pusat perdagangan tradisional berkembang secara bertahap di sepanjang sungai-sungai ini dan Banjarmasin kemudian menjadi rumah bagi dua: pasar terapung di Muara Kuin dan yang lainnya di Lok Baintan di Sungai Martapura - yang terakhir kurang populer karena letaknya yang jauh dari kota.

19. Museum Lambung Mangkurat

Museum Lambung Mangkurat adalah museum Kalimantan Selatan yang terletak di Jl. A. Yani Km. 35.5. Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Museum ini menempati area seluas 1,5 ha yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan Nasional DR. Daoed Yoesoef pada tanggal 10 Januari 1979.

Museum Lambung Mangkurat adalah pemerintahan umum Museum, sebelum era otonomi daerah di bawah pengelolaannya di Direktorat Museum MOEC Jakarta, dan sejak Januari 2001 di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan.

20. Taman Siring Menara Pandang

Bersantai dengan keluarga adalah impian banyak orang. Diperlukan tempat yang aman untuk itu, dan tentu saja, menyenangkan dan terjangkau. Salah satu tempat rekreasi favorit di Banjarmasin adalah Taman Siring Menara Pandang di Jalan Kapten Pierre Tendean, Banjarmasin. Taman yang menghiasi tepi Sungai Siring Martapura ini selalu ramai dikunjungi warga atau wisatawan. Di kebun ini ditumbuhi pepohonan sehingga teduh dan sejuknya suasana. Pohon-pohon di sini berjibaku penopang tanah di sepanjang sungai seperti asam yang sengaja ditanam oleh pemerintah Kota Banjarmasin yang alirannya lestari.

Taman Siring Menara Pandang dikenal sebagai ikon baru Kota Banjarmasin. Menara penampakan ini terlihat jelas dari sisi Sungai Martapura. Anda bisa masuk ke menara dan menikmati pemandangan sungai dan Kota Banjarmasin. Diresmikan pada Juni 2014 dengan ketinggian 21 meter dan biaya Rp 14,5 miliar ini diharapkan bisa menjadi ikon baru Kota Banjarmasin.

21. Jembatan Rumpiang

Jembatan Rumpiang telah membentang di atas sungai Barito, kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Jembatan tersebut diresmikan pada tanggal 25 April 2008. Dengan adanya jembatan tersebut akan memudahkan arus lalu lintas dari kota Marabahan ke kota Banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito.

Jembatan Rumpiang sendiri memiliki panjang total 753 meter dengan rentang utama 200 meter dengan menggunakan konstruksi rangka baja.

22. Pulau Samber Gelap

Pulau Samber Gelap bisa jadi tujuan wisata yang layak untuk dikunjungi. Pasalnya, memiliki terumbu karang yang sejuk. Dengan pasir putih lembut dan air jernih untuk menembus kedalaman lebih dari lima meter ke bagian daya tariknya sendiri untuk pulau itu dalam koordinat 3 ° 39'31 "Lintang Selatan dan 116 ° 36'15" bujur timur.

Samber Gelap juga merupakan bagian navigasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Navigasi Kabupaten Kelas II Banjarmasin Kalimantan Selatan. Di tempat ini ada perwira navigasi beacon yang berputar. Daya tarik lain dari pulau ini adalah ada situs Konservasi Penyu.

23. Taman Hutan Raya Sultan Adam

Taman Hutan Raya Sultan Adam atau disingkat "Tahura" atau juga dikenal dengan nama Tahura Sultan Adam adalah salah satu kawasan hutan yang berada di Banjarmasin. Terletak di desa Mandiangin, Kecamatan Karangan Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Tahura Sultan Adam Mandiangin adalah salah satu tempat wisata di Kalimantan Selatan yang menawarkan keindahan alam gunung. Taman Hutan Sultan Adam terletak sekitar 55 km dari kota Banjarmasin, atau sekitar 15 kilometer dari kota Banjar Baru, ibu kota Banjar. Situs ini bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

24. Pantai Takisung

Pantai Takisung terletak di Kabupaten Takisung, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut. Jaraknya sekitar 22 km dari kota Pelaihari atau sekitar 87 mil dari ibukota Kalimantan Selatan Banjarmasin. Meski Pantai Takisung adalah Laut Jawa, namun ombaknya tidak besar seperti pantai selatan pulau jawa. Jadi aman untuk bepergian dan menjadi pemukiman.

Pantai Takisung merupakan objek wisata dengan pemandangan pantai yang menakjubkan dengan aktivitas perdagangan ikan segar serta ikan kering langsung dari para nelayan.

25. Museum Wasaka

Tertarik untuk mengetahui dan mempelajari sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan? Datanglah ke Museum Wasaka di jalan H. Andir, Kampung Kenanga, Desa Ulu Sungai Jingah, Banjarmasin Utara Distruct Banjarmasin. Museum ini terletak di tepi Sungai Martapura, berdampingan dengan jembatan 17 Mei (Banua Anyar Bridge) yang besar, panjang dan kokoh.

Wasaka sendiri berasal dari Waja Sampai Ka Putting yang berarti gencarnya perjuangan sampai mati. Kalimat itu merupakan slogan perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka yang diresmikan pada 10 November 1991, di rumah Banjar Bubungan Tinggi kemudian beralih dari tempat tinggal menjadi museum. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pelestarian bangunan tradisional.

26. Sungai Martapura Siring Garden

Tempat wisata lain di Banjarmasin yang mengandalkan sungai adalah sungai Martapura Siring Garden yang berada di jalan dan Kapten Jalan Sudirman Tendean. Taman ini terletak di sungai dan ramai seperti Martapura sore. Dari sini, Anda bisa melihat jukung perahu khas atau kegiatan Banjarmasin di sungai.

Tolong bawa alat pancing dan isilah hobi memancing Anda di tempat wisata ini. Jika ingin menikmati pemandangan di sekitar Sungai, Anda bisa duduk di bangku yang telah diberi makanan dari warung-warung yang mengisi lahan.

27. Maskot Bekantan Banjarmasin

Sesuai dengan namanya, ini menampilkan dua atraksi kota Banjarmasin, maskot monyet bekantan dan kasturi. Pintu gerbang masuk, anda akan disambut oleh patung monyet belalai seukuran manusia berukuran dewasa. Tak jauh di belakangnya, ada patung pohon dengan monyet - monyet kasturi bergantung.

Di sebelah kanan pintu masuk, ada tanaman rumah yang banyak mengandung kaktus, lidah buaya dan beberapa jenis tanaman lainnya dalam pot. Untuk fasilitas, Maskot Bekantan Banjarmasin telah dilengkapi dengan tempat parkir, mushola, toilet, bangku taman, warung makan dan taman bermain anak-anak.

28. Pulau Pinus

Pulau pinus adalah sebuah pulau di tengah Sungai Barito. Pariwisata telah menjadi habitat monyet dan beberapa jenis burung. Menurut warga pulau itu, ada seekor monyet besar adalah Raja Monyet.

Sementara di pulau ini, hati-hati dengan barang-barang anda. Monyet-monyet ini sering penasaran dan ingin melihat apa yang anda bawa. Sebaiknya anda membawa makanan ringan atau buah untuk mengalihkan perhatian mereka dari tas anda.

Yang menarik, di pulau ini ada candi dan altar dengan patung monyet berbentuk putih atau Hanuman. Altar ini, oleh warga China, biasa mempersembahkan korban pada acara-acara tertentu.

29. Pantai Sungai Pampan

Pantai Sungai Pampan sebenarnya masih satu garis dengan Pantai Joras. Namun karena pihak pengelolanya berbeda, maka kedua pantai ini pun mempunyai nama yang berbeda pula. Nah, kalau anda ingin berkunjung ke tempat ini, lebih baik anda menitipkan kendaraan anda ke salah satu tempat parkir yang ada di Pantai Sungai Pampan atau Pantai Joras. Ingat, pilih salah satu saja. Kalau anda ingin berganti suasana, tinggal berjalan kaki saja, deh. Biar gak terlalu mahal diongkos.

30. Pulau Birah-birahan

Agar bisa mengunjungi pulau ini, terlebih dahulu anda harus menuju Dermaga Kenyamukan. Setelah itu, lanjutkan perjalanan anda dengan menyewa perahu nelayan. Harga sewanya berkisar antara Rp. 500.000,00 – Rp. 800.000,00/ perahu (dengan isi maksimal 25 orang). Perlu diingat tarif tersebut hanya untuk menyewa satu perahu penuh. Kalau anda ingin bareng-bareng dengan wisatawan lain, tentu harganya akan berbeda dan lebih murah. Perjalanan dari Dermaga Kenyamukan sampai ke Pulau Birah-Birahan, Kabupaten Kotabaru, membutuhkan waktu sekiranya 8 jam perjalanan. Jika anda beruntung, kamu juga bisa menjumpai kawanan lumba-lumba saat menyeberangi lautan tersebut.

Loading...
Artikel ini di tulis oleh Madeline Romanov kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait