30 Tempat Wisata Paling Populer Di Jakarta
Siapa yang tidak tahu ibu kota negara kita yang satu ini? Walaupun sangat terkenal dengan kemacetannya, Jakarta masih menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diminati oleh orang-orang, terutama bagi mereka yang suka berbelanja karena di sini terdapat banyak sekali mall-mall.

1. Kota Tua (Jalan Kunir 23 A, Tamansari)

Meski berukuran kecil, yaitu sekitar 1,3 km2, Kota Tua memiliki banyak atraksi termasuk bangunan bersejarah dan beberapa tempat untuk nongkrong. Sebagian besar bangunannya adalah museum tua, namun pelabuhan tua juga berada di dekat kawasan ini. Wisatawan biasanya datang ke sana pada siang hari atau malam hari ketika nuansa terasa lebih nyaman. Beberapa orang juga terlihat di pagi hari saat mereka menikmati udara segar dan melakukan olahraga seperti jogging.


2. Pulau Seribu 

Pulau Seribu di dekat Jakarta telah menjadi tujuan favorit untuk berabad-abad. Paradiso, yang berisi empat pulau Kahyangan (dahulu dikenal sebagai Cipir), Bidadari (dulu disebut Sakit), Onrust dan Kelor menawarkan pemandangan hutan dan laut yang spektakuler. Nama Paradiso memang berasal dari surga, karena 'Kahyangan' dalam bahasa Indonesia berarti 'Surga' dalam bahasa Inggris, dan 'Bidadari' berarti 'Malaikat'. Tempat bertebaran di seluruh Teluk Jakarta adalah 120 pulau tropis dan atol karang yang dikenal agak menyesatkan, seperti Kepulauan Seribu. Kelompok pulau di Teluk Jakarta ini menawarkan surga yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Ada pantai keemasan yang dilipat dengan pohon kelapa.

Pulau-pulau ini dapat dicapai dari Tanjung Priok atau Pasar Ikan (Sunda Kelapa) dengan kapal feri atau dengan perahu sewaan.


3. Pasar Seni Ancol (Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan TImur No. 7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara)

Pasar Seni Ancol memiliki ukuran 5 hektare. Itu berarti cukup besar untuk menampung banyak karya seni. Singkatnya, ini adalah lokasi untuk membuat, memperdagangkan, dan menampilkan seni! Tak hanya pengunjung lokal, bahkan menarik wisatawan dari provinsi lain. Sebagian besar pengunjung adalah seniman lokal dan mereka yang mencintai seni. Ada sekitar 70 seniman yang bekerja di pasar! Mereka bahkan mempromosikan karya mereka kepada para tamu. Ketika sampai pada sejarah, tempat itu diresmikan pada tahun 1975 oleh Ali Sadikin. Saat ini, tempat ini menjadi tempat wisata terbaik di Jakarta untuk penduduk lokal maupun orang luar.


4. Pasar Asemka (Jalan Asemka - Petongkangan RT. 01 / RW. 06, Pasar Pagi, Pinangsia, Jakarta Barat)

Beberapa orang mengatakan Pasar Pagi Asemka sedikit mirip dengan Pasar Tanah Abang. Kedua pasar tersebut menawarkan berbagai jenis produk. Tanah Abang terkenal dengan pakaiannya, sementara Asemka dikenal karena aksesoris, mainan, alat tulis, dan barang unik lainnya. Nuansa memang cukup ramai, sehingga wisatawan bisa berharap banyak orang di lokasi. Bahkan beberapa kendaraan terlihat lewat di sana. Meski situasi tidak nyaman, tidak ada turis yang menyesal mengunjungi pasar. Mereka cenderung menikmati suasananya dan membeli beberapa barang dengan sepenuh hati.


5. Museum Bank Mandiri (Jl. Lapangan Stasiun No. 1, RT. 3 / RW. 6, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat)

Dari segi ukuran, museum ini tergolong besar, dengan luas 21.509 m2. Ini memiliki 4 lantai, sebenarnya. Ketika merancang, Museum Mandiri menggunakan arsitektur Art Deco. Belum lagi mempertahankan bentuk aslinya sampai sekarang. Begitu turis sampai ke museum, mereka bisa melihat pintu megah, jendela, dan lantai yang mewakili arsitektur Belanda. Karena perawatan berkualitas tinggi, lingkungannya cukup bersih dan kondisinya bagus. Plus, para tamu dapat melihat berbagai "Brandkasts" yang menyimpan banyak barang berharga seperti emas, uang, dokumen, dll.


6. Batavia Cafe (Jl. Lada No.14, RT.7/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Apa yang membuat Batavia Café berbeda dari yang lain? Itu pertanyaan serius. Begitu para tamu memasuki ruangan, mereka bisa merasakan nuansa vintage. Banyak ornamen kolonial yang termasuk dalam ruangan beserta sentuhan interior yang sedikit modern. Di beberapa bagian dinding dan pilar, ada beberapa foto pahlawan lokal dan orang penting pada masa pemerintahan Belanda. Ini termasuk presiden pertama Indonesia, Soekarno. Selain pahlawan, beberapa foto musisi dan artis juga terlihat di sana. Semua ornamen ini memang memukau, sehingga pengunjung bisa makan.


7. Museum Bank Indonesia (Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat)

Tidak diragukan lagi bahwa Museum BI memiliki aura yang megah. Dari luar, struktur tampak besar dan indah. Bahkan pengunjung bisa memarkir kendaraannya di tempat parkir yang tersedia di dekatnya. Warna bangunannya putih dan menerapkan desain elegan dengan berbagai tanaman di luar. Bagaimana dengan interiornya? Begitu turis masuk ke gedung, mereka mungkin tidak merasakan suasana vintage lagi. Berkat pintu kaca otomatis yang menyambut pengunjung. Belum lagi ada mesin pendeteksi dan penjaga yang melakukan pengecekan rutin kepada wisatawan sebelum menjelajahi bangunan.


8. Taman Cattleya (Slipi, RT 15 / RW 01, Palmerah, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Palmerah, Kota Jakarta Barat)

Tidak diragukan lagi. Tamannya bersih dan indah. Dengan ukuran 3 hektare, sangat cocok untuk menghilangkan tekanan dan menikmati udara segar. Pohon rindang dan rerumputan hijau menjadi ciri utama taman tersebut, sebenarnya. Tak heran, nuansa cukup meremajakan. Sangat cocok untuk menemukan kedamaian dan lebih dekat dengan alam, pastinya. Apalagi? Pengunjung bisa menemukan danau buatan manusia di sana. Meski berukuran kecil, tempat ini menjadi tempat favorit para turis untuk memancing. Dengan semua fitur tersebut, Cattleya Park harus menjadi pilihan setiap orang dalam memilih tempat untuk bersantai di Palmerah.


9. Gedung Dasaad Musin (Jl. Kali Besar Timur 3 No.3, RT.7/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Kawasan Kota Tua memang populer di kalangan pelancong. Itu karena banyak bangunan tua berada di lokasi itu, termasuk Dasaad Musin Concern. Hal yang paling berharga tentang struktur adalah sejarahnya. Faktanya adalah sisa-sisa VOC dan Belanda. Kondisinya tidak sebagus tetangganya, sebenarnya. Bahkan tidak ada atap lagi. Namun, tetap sebagai bangunan penting di daerah tersebut. Beberapa fitur seperti toilet dan masjid kecil tersedia, sehingga wisatawan bisa memanfaatkannya. Meski begitu, harganya mahal untuk menggunakan fasilitas tersebut.


10. Dermaga Cinta (Bar., Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Sel., Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Sel., Kabupaten Kepulauan Seribu)

Dermaga terlihat megah, karena memiliki banyak fasilitas. Jembatan menjadi daya tarik utamanya, sebenarnya. Dari lokasi tersebut, pengunjung bisa melihat ribuan gembok, yang menempel di pagar. Itu milik wisatawan dan pasangan. Terlepas dari fenomena tersebut, situs ini juga menampilkan pemandangan alam yang menakjubkan dan meremajakan udara. Tak heran, itu menjadi tempat yang bagus untuk memberantas stres dan fotografi. Nuansa menjadi lebih baik saat malam tiba, karena kota memancarkan lampu berseri dan lebih banyak orang datang ke lokasi. Sebagai alternatif, wisatawan harus datang pada petang hari, saat matahari terbenam dengan indah.


11. Dufan (Jl. Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara)

Seperti taman hiburan lainnya, Dufan memiliki banyak wahana dan tempat seru. Itu berarti para tamu bisa menjelajahinya dengan sepenuh hati. Belum lagi nuansa itu hadir dengan nuansa yang tenang, karena taman bertema dikelilingi pepohonan dan tanaman. Bahkan taman yang indah pun terlihat disana. Ketika datang ke lalu lintas pariwisata, tidak pernah kusam, karena banyak turis selalu mampir. Sebenarnya, saat yang paling padat adalah pada akhir pekan dan hari libur, saat keluarga datang bersama anak-anak mereka untuk rekreasi. Itu berarti tempatnya memancarkan sukacita dan nuansa yang menyenangkan! Ini sangat cocok untuk liburan keluarga.


12. Museum Fatahillah (Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Dari segi nuansa, museum memancarkan aura yang sama dari bangunan bersejarah terkenal lainnya di Kota Tua Jakarta. Ini menggunakan arsitektur Belanda, yang megah dan vintage. Fitur yang paling mencolok adalah meriam unik yang disebut Si Jagur! Yang lainnya adalah Patung Hermes, Tokoh Diponegoro, dan Penjara Untung Suropati. Di dalam, orang dapat menemukan lebih dari 20.000 item sejarah, termasuk aslinya dan replika. Beberapa lukisan tua juga menjadi atraksi penting museum. Belum lagi banyak senjata tua, keramik, dan prasasti yang ditampilkan dengan baik di dalamnya.


13. Fatahillah Square (Jalan Lada, Pinangsia, Tamansari, RT.7/RW.7, Pinangsia, RT.7/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Faktanya adalah bahwa Alun-alun Fatahillah adalah bagian dari Museum Sejarah Jakarta. Dulu, namanya Stadhuisplein. Tempat ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berkumpul, terutama bagi mereka yang berkunjung ke kota tua. Alasan lainnya adalah karena alun-alunnya terletak di dekat berbagai bangunan menarik seperti Museum Wayang, Museum Keramik, Kantor Pos, dll. Dari segi ukuran, alun-alun tersebut dianggap besar karena bisa menampung banyak pengunjung. Tidak hanya wisatawan tapi beberapa seniman lokal juga terlihat di lokasi, terutama di sore hari.


14. Gelora Bung Karno (Jalan Pintu Satu Senayan, Gelora, Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat)

Dari segi ukuran, stadion memang besar. Ini bisa menampung lebih dari 88.000 penonton, sebenarnya. Dihiasi dengan 1.700 lampu, tengara ini dianggap megah dan indah. Ini bukan otak. Fitur utamanya adalah lapangan sepak bola, yang hadir dengan panjang 110 meter dan lebarnya 70 meter. Lapangan itu memiliki rumput Zoysia Matrelia Linmer di atasnya. Ada juga jalur atletik dengan panjang 400 meter dan 8 jalur. Dengan semua fitur tersebut, Stadion GBK diakui oleh wisatawan domestik dan mancanegara!


15. Glodok Pecinan (Jalan Kemenangan III 13, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat)

Glodok Chinatown adalah area yang ramai dengan jalan yang sempit. Itu berarti pengunjung akan menemukan banyak orang di daerah tersebut, termasuk penduduk setempat dan wisatawan. Namun, ini adalah area yang layak untuk dijelajahi, karena banyak makanan lezat dan barang unik tersedia di sana. Satu hal, umat Islam perlu memastikan apakah makanan tersebut halal atau tidak. Ini bukan otak. Sebagian besar makanan termasuk minyak babi dan bahan-bahan yang berhubungan dengan Cina lainnya. Ketika sampai pada tengara tersebut, yang paling terkenal adalah vihara Koan-Im Teng Vihara dan toko obat tradisional Lay An Tong.


16. Taman Ismail Marzuki (Jalan Cikini Raya No.73, Cikini, Menteng, RT.8/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat)

Daerah Istimewa Jakarta menawarkan banyak referensi tempat wisata. Salah satunya terletak di Jakarta Pusat, yang disebut Taman Ismail Marzuki. Penduduk setempat sering menyebutnya TIM (Taman Ismail Marzuki). Apa yang membuatnya populer, sebenarnya? Ini adalah tempat untuk menyaksikan budaya dan seni. Di daerah yang sama, wisatawan juga bisa menemukan planetarium dan Institut Kesenian Jakarta! Belum lagi banyak jenis pertunjukan budaya yang sering dilakukan di sana. Ini termasuk pameran lukisan, wayang kulit, drama, tarian, dan banyak lagi. Apalagi, kesenian tradisional dan modern juga tersedia.


17. Jakarta Planetarium ( Jl. Cikini Raya No.73, RT.8/RW.2, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat)

Orang tua jangan pernah mengabaikan pentingnya rekreasi. Kegiatan seperti itu membantu mereka untuk menemukan kesenangan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan anggota keluarga, terutama dengan anak-anak. Pertanyaannya adalah ke mana mereka harus pergi. Di Kecamatan Menteng, ada tempat wisata populer yang disebut Planetarium Jakarta. Lokasi ini dekat dengan Taman Ismail Marzuki, sehingga cukup terjangkau. Pembangunannya dimulai pada tahun 1964 dan diresmikan pada tahun 1968. Saat itu, planetarium itu tidak terbuka untuk umum. Setahun kemudian, pemerintah memutuskan untuk mengenalkannya pada penduduk lokal dan wisatawan. Pada tahun 1969, yang terpilih sebagai hari lahir planetarium.


18. Gedung Joeang 45 (Jl. Menteng Raya No.31, RT.1/RW.10, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat)

Dari segi tampilan, bangunan itu tergolong kecil dan unik. Ini juga menerapkan Arsitektur Belanda. Warnanya putih dan memiliki beberapa pilar besar di bagian depannya. Dua sosok diletakkan di dekat pintu utama sebagai hiasan. Mereka tak lain adalah Soekarno dan Hatta - presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Belum lagi beberapa penjaga terlihat dekat dengan tokoh-tokoh tersebut. Di dalam, wisatawan mungkin menemukan beberapa dokumentasi mencapai seperti gambar dan patung. Fitur penting lainnya adalah kendaraan presiden, Bioskop Joang 45, dan aula pameran.


19. Jembatan Kota Intan (Ancol, Pademangan, RT.8/RW.7, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Selain menjadi tempat untuk nongkrong, Jembatan Kota Intan juga menceritakan sejarah yang menarik. Pada masa pemerintahan Belanda, namanya adalah Engelse Brug atau Britain Bridge. Mengapa begitu? Ada basis tentara Inggris saat itu. Nantinya, namanya berubah pada tahun 1900 menjadi Het Middlepun Brug atau Central Bridge. Alasannya tak lain adalah dominasi pemerintah pusat Belanda di daerah tersebut. Dari segi fungsi, jembatan menjadi akses dan area inspeksi untuk setiap kapal yang masuk atau keluar dari Pelabuhan Sunda Kelapa.


20. Taman Menteng (Jl. HOS. Cokroaminoto, RT.03 / RW.05, Menteng, RT.3/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat)

Orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta harus menemukan cara yang efisien untuk mengatasi tekanan mereka. Salah satu ide terbaik adalah mengunjungi taman terdekat. Di Kota Jakarta Pusat, ada tujuan yang direkomendasikan, yang disebut Taman Menteng. Nama itu berasal dari lokasi sebenarnya. Seperti taman lainnya, orang bisa rileks dan menikmati pepohonan rindang disana. Ini juga menjadi tempat yang cocok untuk fotografi, jogging, jalan-jalan, dan menyaksikan berbagai jenis tanaman. Beberapa pengunjung juga memanfaatkan nuansa tenang taman untuk berpacaran.


21. Monumen Nasional (Gambir, Jakarta Pusat, Jakarta)

Kawasan Istimewa Jakarta juga menjadi tempat liburan yang layak untuk dikunjungi. Berkat kehadiran Kota Tua, dimana orang bisa menjelajahi berbagai museum bersejarah. Belum lagi banyak tempat rekreasi keluarga yang tersedia seperti TMII, Sea World, Dufan, dll. Inilah masalahnya. Ada ikon pariwisata di Jakarta yang merupakan Monumen Nasional. Karena popularitasnya, hampir semua wisatawan mengetahuinya. Konon, monumen tersebut dibangun untuk memperingati perjuangan warga setempat untuk mendapatkan kemerdekaannya dari penjajah.


22. Museum Arsip Nasional (Jalan Gajah Mada No. 111, Krukut, Tamansari, RT.1/RW.1, Krukut, RT.1/RW.1, Krukut, Tamansari, Kota Jakarta Barat)

Meski namanya museum arsip nasional, museum tersebut tidak menyimpan arsip-arsip bangsa. Itu karena pemerintah telah memindahkan dokumen ke gedung baru. Saat ini, wisatawan hanya bisa melihat benda-benda bersejarah dan barang antik di dalam museum. Mereka juga memanfaatkan lokasi untuk melakukan fotografi. Berkat taman dan lansekap bangunan yang indah. Secara keseluruhan, ini adalah struktur yang bernilai bangsa, dimana wisatawan dapat berkunjung dengan bebas.


23. Museum Nasional (Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kota Jakarta Pusat)

Hanya karena Jakarta adalah kota yang sibuk, tidak berarti tidak cocok untuk pelancong. Disuguhkan oleh berbagai museum menarik, Jakarta dipilih sebagai salah satu tujuan liburan terbaik di Indonesia. Inilah rujukannya. Nama Museum Nasional dan berada di Medan Merdeka Barat 12 Street. Lokasi ini cukup mudah diakses karena berada di depan Monas Bus Stop. Itu berarti wisatawan bisa sampai di gedung dengan mudah dengan bus. Begitu mereka sampai di museum, mereka pasti terpesona dengan koleksi sejarah dari berbagai era. It's definitely tempat yang direkomendasikan untuk liburan keluarga.


24. Taman Waduk Pluit (Jl. Pluit Timur Raya No.12, RT.6/RW.5, Pluit, Penjaringan, RT.6/RW.5, Pluit, Penjaringan, Kota Jkt Utara)

Luas taman sekitar 10 hektare. Itu berarti cukup lebar untuk melakukan relaksasi atau olah raga. Selain itu, suasana di Pluit Reservoir Garden nyaman dan meremajakan. Berkat kehadiran banyak tanaman dan pepohonan. Belum lagi beberapa bagian taman ditutupi rumput. Selanjutnya, ada beberapa bangku taman, dimana wisatawan bisa bersantai. Belum lagi beberapa fasilitas tersedia, termasuk toilet, teater, lapangan futsal, jogging track, lapangan bola basket, dan masih banyak lagi! Plus, lokasinya dekat dengan jalan dan waduk air. Apa tempat yang bagus untuk bersantai!


25. Seaworld Ancol (Jl. cilincing Keramatorium No.25, RT.3/RW.4, Cilincing, Kota Jkt Utara)

Seperti namanya, ini adalah miniatur kehidupan laut, menampilkan berbagai jenis makhluk laut. Tempatnya selalu ramai, karena letaknya yang dekat dengan Taman Impian Jaya Ancol. Belum lagi menjadi tempat favorit di kalangan keluarga. Beberapa orang bahkan datang ke sana untuk pemberantasan tekanan di akhir pekan. Selain itu, Seaworld menawarkan berbagai atraksi bagi pengunjung.


26. Monumen Selamat Datang (Kebon Melati, RT.1/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat)

Sebagian besar pengunjung datang untuk mempelajari sejarah monumen tersebut. Menurut penduduk setempat, dibangun pada tahun 1962. Pemerintah membangun Monumen Selamat Datang untuk menunjukkan kehangatan pada atlet asing, yang berpartisipasi dalam Asian Games IV. Begitulah yang dilakukan di Jakarta. Idenya datang dari presiden dan disadari oleh Henk Ngantung (wakil Gubernur DKI Jakarta). Siapa pematung sebenarnya? Mereka tidak lain adalah Edhi Sunarso dan timnya. Proyek ini memakan waktu satu tahun dan diresmikan pada tahun 1962 oleh Soekarno - presiden pertama Indonesia.


27. Museum Sumpah Pemuda (Jl. Kramat Raya No.106, Kwitang, Senen, Kota Jakarta Pusat)

Beberapa wisatawan masuk ke tempat-tempat bersejarah. Dalam hal ini, Museum Sumpah Pemuda dianggap tempat yang baik untuk dikunjungi. Lokasinya di Kota Jakarta Pusat dan sudah ada puluhan tahun. Sebenarnya, itu adalah bagian dari Era Kolonialisme Belanda. Belum lagi telah mengalami beberapa perubahan dalam hal fungsi. Pada saat pertama, bangunan itu adalah rumah Sie Kong Liang. Dibangun pada tahun 1900-an. Juga digunakan untuk belajar dan beristirahat. Orang menyebutnya Commensalen Huis saat itu. Nantinya, pemerintah menggunakannya sebagai museum sejarah, terutama untuk memperingati Sumpah Pemuda Nasional.


28. Pelabuhan Sunda Kelapa (Ancol, Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara)

Dari segi ukuran, lebar pelabuhan sekitar 760 hektare. Hanya bagian daratan pelabuhan saja. Bila menyangkut keseluruhan ukuran (termasuk daerah perairan), luasnya sekitar 16.470 hektar. Faktanya adalah Pelabuhan Sunda Kelapa terdiri dari dua pelabuhan, yaitu pelabuhan utama dan Kalibaru. Pelabuhan utama bisa menampung sekitar 70 speedboat, sementara Kalibaru hanya bisa mengangkut sekitar 65 kapal. Bagaimana dengan nuansa? Nah, banyak jenis perahu membuat kawasan itu menarik dan vintage. Belum lagi pengunjung bisa merasakan angin sepoi-sepoi yang nyaman disana.


29. Taman Suropati (Jl. Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat)

Kota besar terkait dengan tekanan dan polusi. Jakarta tidak terkecuali. Mereka yang tinggal di daerah khusus seperti itu harus pintar dalam memilih tempat wisata. Paling tidak, situs tersebut akan membantu mereka untuk rileks dan memberantas stres. Inilah rujukannya. Nama itu adalah Taman Suropati dan terletak di Kabupaten Menteng. Dulu, tempat itu disebut Burgemeester Bisschopplein. Itu berasal dari nama Walikota Batavia yang pertama. Terlepas dari keindahan dan ketenangannya, taman ini terkenal dengan lokasinya yang strategis!


30. Menara Syahbandar (RT.11/RW.4, Penjaringan, Jakarta Utara)

Syah Bandar Tower memiliki lebar 4x8 meter dan tinggi 12 meter. Nampak sedikit slating, sehingga masyarakat setempat sering menyebutnya "Menara Miring". Faktanya adalah bahwa menara akan bergerak saat sebuah kendaraan besar lewat di jalan. Bagaimana dengan Museum Bahari? Strukturnya terlihat rapi dan dilengkapi dengan pilar kokoh. Belum lagi fungsi sirkulasi udara dengan baik. Museum ini diresmikan pada tahun 1977 oleh pemerintah sebenarnya. Itu adalah gudang, tapi sekarang menjadi salah satu atraksi terbaik di kawasan Kota Tua.

Loading...
Loading...
Artikel ini di tulis oleh Madeline Romanov kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait