close
4 Panglima TNI yang Bukan Berasal dari TNI Angkatan Darat
Sepanjang sejarah Indonesia, jabatan Panglima TNI didominasi oleh para jenderal Angkatan Darat. Dari 20 orang yang pernah menduduki posisi tersebut, terdapat 4 orang yang bukan berasal dari TNI Angkatan Darat.

Jabatan Panglima TNI adalah jabatan tertinggi di kemiliteran Indonesia. Sejak masih bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) hingga kini menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), tercatat sudah sebanyak 20 orang yang menduduki posisi tertinggi tersebut. Namun hingga kini, hanya ada 4 orang yang bukan berasal dari TNI Angkatan Darat.

Melalui tulisan kali ini, saya akan menyampaikan profil 4 orang Panglima TNI yang bukan berasal dari Angkatan Darat.

 

1. Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto

Laksamana TNI Widodo A.S. adalah lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1968. Beliau diangkat para era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ,tepatnya mejabat sejak 26 Oktober 1999 s.d 7 Juni 2002. Beliau ada Panglima TNI pertama yang bukan berasal dari Angkatan Darat. Beliau dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Wiranto. 

Pada masa beliau menjabat sebagai Panglima TNI, beliau berhasil memimpin TNI untuk tetap netral dan berdiri menjaga keutuhan bangsa dan negara meski saat itu Presiden Gus Dur sedang berselisih tajam dengan MPR – DPR. Beliau berhasil menjaga profesionalitas dan netralitas TNI meski sebenarnya dalam kondisi tersebut terbuka peluang baginya untuk “bermain” politik dengan kekuatan yang dimilikinya.

Setelah selesai mejabat sebagai Panglima TNI, kariernya terus berlanjut. Pada masa Presiden Megawati, beliau diminta menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Penanggulangan Dampak Situasi Irak. Beliau bertanggungjawab terhadap keseluruhan proses evakuasi WNI di Irak yang saat itu sedang mengalami peperangan.

Setelahnya beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada periode pemerintahan Presiden SBY yang pertama (2004 – 2009). Sedangkan pada periode kedua  pemerintahan Presiden SBY (2009 – 2014), beliau diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden untuk bidang pertahanan dan keamanan. 

2. Marsekal TNI Djoko Suyanto

 

Marsekal TNI Djoko Suyanto adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1973. Beliau adalah teman seangkatan Presiden SBY dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto. Beliau adalah penerbang TNI AU. Sebagai penerbang, beliau pernah menjadi penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II dengan call sign “Beetle” dan “Thunder-35”.

Beliau adalah Panglima TNI Pertama yang berasal dari Angkatan Udara. Beliau diangkat menjadi Panglima TNI para masa periode pertama pemerintahan Presiden SBY, tepatnya pada tanggal 13 Ferbruari 2006 s.d 28 Desember 2007 menggantikan Jenderal TNI Endriartono Sutanto.  Tantangan yang dihadapinya pada saat menjabat sebagai Panglima TNI adalah pro kontra hak pilih TNI pada Pemilu 2009 dan peningkatan kesejahteraan prajurit. Isu peningkatan kesejahteraan prajurit menjadi mencuat seiring dengan maraknya tuntutan agar TNI melepaskan bisnis-bisnisnya.

Setelah selesai menjabat sebagai Panglima TNI, dia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada periode kedua pemerintahan Presiden SBY (2009 – 2014) menggantikan Widodo A.S.

3. Laksamana TNI Agus Suhartono


Laksanama TNI Agus Suhartono adalah lulusan Akademi Angkatan Laut pada tahun 1978. Beliau pernah tercatat memimpin lima kapal perang, yaitu KRI Kakap, KRI Sultan Thaha Syaifuddin, KRI Hasan Basri, KRI Samadikun, dan KRI Ki Hadjar Dewantara.

Beliau diangkat sebagai Panglima TNI pada masa pemerintahan Presiden SBY periode kedua tepatnya pada tanggal 28 September 2010 s.d 30 Agustus 2013 menggantikan Jenderal TNI Djoko Santoso. Semasa menjabat sebagai Panglima TNI, beliau cukup diterima oleh kalangan aktivis HAM karena figurnya yang relatif bersih dari kasus pelanggaran HAM. Semasa menjabat sebagai Panglima TNI, beliau bertugas menguatkan posisi tawar Indonesia dengan negara-negara tetangga khususnya di Laut dengan menguatkan TNI AL. Pada saat itu negara-negara tetangga Indonesia sedang amat gencar memperkuat armana angkatan laut masing-masing. Hal ini juga yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai pertimbangan Presiden SBY untuk memilih Panglima TNI yang berasal dari Angkatan Laut.

Setelah selesai menjabat sebagai Panglima TNI, beliau masuk ke dunia pertambangan dengan menjadi Komisaris Utama PT. Bukit Asam, Tbk.

4. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

 

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto adalah Panglima TNI sedang menjabat saat ini. Beliau baru saja dilantik pada 8 Desember 2017 menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Beliau adalah orang kedua dari Angkatan Udara yang menjabat sebagai Panglima TNI. Beliau adalah lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986.

Beliau adalah perwira TNI AU yang dianggap mengalami loncatan karier yang fenomenal mengingat kariernya sebelum bintang 1 tergolong biasa-biasa saja. Beliau bahkan sempat dipandang sebelah mata karena di awal kariernya hanya menjadi penerbang pesawat angkut ringan. Berbeda denga Panglima TNI asal TNI AU sebelumnya, yakni Marsekal TNI Djoko Suyanto, yang merupakan pilot pesawat tempur.

Presiden Jokowi memang sudah mengenal Hadi Tjahjanto cukup lama. Jokowi mengenalnya saat Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Danlanud Adi Soemarmo dan pada saat itu Jokowi sedang menjabat sebagai walikota Solo. Di tangannya, Presiden Jokowi berharap TNI menjadi tentara yang semakin maju dan profesional.

 

 

Artikel ini di tulis oleh Yudhistira Argapura kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
loading...
Loading...

Artikel Terkait