close
5 Penyakit Kulit Aneh dan Mengerikan. No 5 Terbilang Sangat tidak Wajar
Berikut adalah lima dari banyaknya penyakit aneh dan mengerikan yang menjangkiti kulit. Percaya ataupun tidak, penyakit kulit ini bertanggung jawab atas kematian satu orang setiap jamnya di Amerika, dan ribuan secara global.

Penyakit kulit memang menjadi momok tersendiri bagi setiap orang, bagaimana tidak, dengan mendengarnya saja membuat kita mengelus-elus lengan kita. Berikut adalah lima penyakit kulit yang tidak biasa dan terbilang aneh dan mengerikan. Sebagian orang menganggap penyakit ini tidak ada dan hoax belaka. Tapi kabar baik penulis, karena ke 5 penyakit kulit aneh dan mengerikan ini pernah tercatat dalam sejarah kedokteran dunia. Kabar buruk untuk semua manusia karena penyakit ini benar adanya dan kerap kali membayangi manusia dengan kengeriannya.

  • Leishmaniasis

Leishmaniasis adalah penyakit kulit yang menyakitkan yang disebarkan oleh sandflies yang ditandai dengan luka terbuka yang memakan waktu dari beberapa bulan sampai satu setengah tahun untuk sembuh. Dengan beberapa perkiraan, penyakit ini menjangkit sebanyak 12 juta orang di seluruh dunia, meskipun paling umum terjadi di India, Bangladesh, Iran, Arab Saudi, dan Kolombia dan diperkirakan 350 juta jiwa meninggal. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa penyakit ini ada di hampir 100 negara dan membunuh antara 20 sampai 50.000 orang setiap tahunnya, bahkan dengan kemajuan modern dalam dunia kedokteran. Pada tahun 1990, penyakit ini merenggut nyawa lebih dari 180.000 orang. Mereka yang tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduknya berisiko tinggi tertular leishmaniasis. Gejalanya meliputi bisul di mulut, hidung, dan kulit, demam, jumlah sel darah merah rendah, dan pembesaran hati dan limpa. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, penderita akan tidur di bawah jaring yang telah disemprot dengan insektisida. Kemungkinan leishmaniasis berasal dari tahun 2500 SM, karena ada rujukan pada lesi kulit yang serupa dengan penyakit ini yang ditemukan pada abad ketujuh SM. Para ilmuwan percaya bahwa mereka mengacu pada wabah yang terjadi antara tahun 1500 dan 2500 SM. Pada abad ke-18, deskripsi rinci tentang penyakit ini ditemukan dalam teks medis, terutama dari Alexander Russell, seorang dokter Skotlandia yang merawat pasien dengan Leishmaniasis.

  • Gangren

Gangren adalah kondisi yang mengancam keselamatan jiwa yang disebabkan karena kurangnya suplai darah atau karena infeksi kulit yang tidak terobati. Kurangnya suplai darah ini mengakibatkan kematian sel jaringan dan menyebabkan kulit mengering, menjadi berubah warna, dan akhirnya mengelupas. Ada tiga jenis gangren dan jika tidak ditangani dengan baik akan sangat mematikan karena setiap jenis mampu merusak organ vital.

Jenis gangren pertama adalah gangren kering. Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke daerah tertentu di tubuh. Biasanya, tangan dan kaki akibat sirkulasi darah yang buruk. berikutnya gangren gas, jenis ini paling jarang terjadi dan seringkali disebabkan oleh bakteri clostridium yang memperngaruhi kinerja otot disertai dengan gejala penurunan tekanan darah, hilang ingatan sementara, rasa ruam tubuh, dan denyut jantung yang cepat. Yang terakhir adalah gangren basah adalah jenis yang di anggap paling mengerikan, ganggren ini kan menginfeksi bagian tubuh yang terluka seperti luka bakar atau luka akibat kecelakaan, memungkinkan infeksi ini untuk terus tumbuh dan menyebar ke bagian tubuh lain. Gejalanya meliputi luka dengan cairan berbau busuk, lesi kulit, pembengkakan, nyeri hebat, kulit kering, demam, dan jika tidak diobati, akan menyebabkan kematian.

Gangren telah didokumentasikan semenjak 1194 M, ketika Duke Leopold dari Austria mendapati kedua kakinya yang hancur. Begitu kaki terinfeksi, ahli bedahnya menasihatinya agar mengamputasinya. Namun, setidaknya dibutuhkan tiga kali percobaan untuk berhasil melakukannya, dan setelah dia menderita lebih banyak luka, dia mengidap gangren basah dan akhirnya meninggal.

Penyakit ini meluas sampai abad ke-19 selama Perang Sipil Amerika. Dan menyebar antara tahun 1861 dan 1865 selama perang, yang menewaskan 750.000 tentara. Dengan beberapa perkiraan, gangren bertanggung jawab atas hampir 400.000 kematian tersebut. Dokter keliru karena menggunakan tangan dan instrumen kotor untuk beroperasi pada pasien, yang mengakibatkan penyebaran gangren menajadi lebih cepat.

  • Kusta

Kusta adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh dua strain bakteri yang berbeda yang dikenal dengan Mycobacterium leprae dan Mycobacterium lepromatosis. Gejala utamanya meliputi lesi kulit, pembengkakan, dan perubahan warna, kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa dan kelemahan otot. Dalam kasus jaman dulu di mana pengobatan untuk infeksi ini tidak tersedia atau tidak ada obat yang mumpuni, bagian tubuh yang terinfeksi akan mulai menunjukan kerusakan. Meskipun gejala rata-rata berkisar antara tiga sampai lima tahun untuk mulai muncul, beberapa penderita kusta mungkin tidak mulai mengalami efek sampingnya hingga 20 tahun! Karena menular, kusta mudah menyebar melalui batuk dan bersin. Tapi karena butuh waktu lama untuk gejala muncul, mencari tahu bagaimana, dimana dan kapan seseorang menjadi terinfeksi adalah tugas yang sulit bagi dokter. Banyak sejarah yang membuktikan peradaban kuno sering terkena kusta. Meskipun tidak diketahui secara pasti di mana dan bagaimana hal itu berasal, para ilmuwan percaya bahwa itu berasal dari suatu tempat di Afrika Timur dan menyebar saat manusia mulai bermigrasi. Ada banyak catatan sejarah yang menunjukkan bahwa masyarakat Cina kuno, Yunani, India, Israel, dan Mesir mengalami wabah kusta.

Hippocrates juga merujuk penyakit kulit pada 400 SM bahwa para ahli sangat yakin adalah kusta. Alkitab juga menyebutkan penyakit kusta dalam berbagai situasi. Namun, ada perselisihan pendapat di kalangan ilmuwan Alkitab mengenai apakah kejadian tersebut sebenarnya adalah penyakit kusta atau malah merupakan penyakit kulit dengan gejala yang sama. Selain itu, DNA telah mengkonfirmasi bahwa sisa-sisa seorang pria yang diambil dari sebuah makam di Yerusalem meninggal karena kusta antara 1 dan 50 Masehi. Peradaban kuno bereksperimen dengan cara yang aneh dan sering tidak ortodoks untuk mengobati penyakit kusta. Misalnya, sudah ada referensi tentang penggunaan darah perawan baik sebagai minuman atau mandi untuk menyembuhkan penderita kusta. Dalam kasus lain, racun ular diyakini bisa menyembuhkan. Obat lain yang umum adalah minyak chaulmoogra, yang digunakan di India kuno. Untungnya, pengobatan modern saat ini telah membantu mencegah dan mengobati penyakit ini di sebagian besar negara di seluruh dunia.

  • Melanoma

Melanoma adalah sejenis kanker kulit yang mengambil setidaknya satu kehidupan setiap jam di Amerika Serikat. Secara global, hal itu menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahunnya. Pada tahun 2012 misalnya, sekitar 55.000 orang meninggal karena melanoma sejak tahun 1960an, terutama di daerah yang dihuni oleh orang bule. Dari berbagai jenis kanker kulit, melanoma dianggap salah satu lesi kulit paling berbahaya sepanjang masa. Gejala melanoma didefinisikan oleh perubahan bentuk dan warna pada kulit, serta benjolan baru pada kulit. Seiring perkembangan penyakit ini, benjolan itu mungkin mulai terasa menyakitkan, dan bahkan mungkin berdarah. Hal ini dapat sangat mempengaruhi organ vital seseorang, kelenjar getah bening, otak, paru-paru, tulang, dan saluran pencernaan. Hal ini terjadi pada apa yang dikenal dengan " melanoma stadium 4". Pertumbuhan kanker juga membuat perawatan menjadi lebih sulit, dokter akan merekomendasikan pengobatan radiasi, kemoterapi, dan dalam beberapa kasus, operasi. Jika tidak ditangani dengan cepat, akhirnya berakibat kematian.

  • Sindrom Stevens-Johnson

Sindrom Stevens-Johnson disingkat SJS  adalah sejenis penyakit kulit yang mematikan yang dikenal sebagai nekrolisis epidermal toksik. Hal ini menyebabkan kematian sel, yang menyebabkan lapisan kulit menjadi terpisah satu sama lain. Penyebab utama SJS adalah infeksi dan resep obat dokter. Gejala awal SJS meliputi demam, kelelahan, sakit tenggorokan, dan batuk. Yang mengakibatkan penyakit ini  biasanya adalah salah diagnosis dan obat yang salah diresepkan. Namun, seiring kondisi berlangsung, bisul mulai terbentuk di seluruh daerah mulut, genital, dan dubur. Kondisi tersebut menyebabkan rasa sakit  yang membuat sangat sulit untuk melakukan praktik kegiatan seperti makan atau minum. Ruam pada wajah, lengan, kaki, bagian bawah, dan kaki juga akan muncul saat kulit akhirnya akan mulai berubah ungu dan mengelupas. Penyebab paling umum dari Sindrom Stevens-Johnson adalah obat-obatan. Para ahli telah memperkirakan lebih dari 100 obat akan memicu penyakit ini. Antibiotik dan obat-obatan Sulfa yang digunakan untuk mengobati kejang adalah penyebab paling umum penyakit ini pada anak-anak sementara obat-obatan seperti allopurinol-digunakan untuk mengobati PJT akan memicu SJS pada orang tua. Infeksi juga dapat menyebabkan kondisi ini menular. Jika tidak diobati, SJS dapat menyebabkan reaksi inflamasi di seluruh tubuh dengan penumpukan cairan di paru-paru dan komplikasi pernapasan hingga akhirnya kematian hinggap karena kegagalan organ.

Itukah mereka kelima penyakit kulit aneh dan mengerikan dari seluruh dunia. Dengan mengetahui hal di atas akan senantiasa membuat kita untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan kita. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Salam

Baca pula 10 Penyakit Aneh dan Mengerikan.

Loading...
Artikel ini di tulis oleh Surya Khaidar kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait