close
7 Hal Yang Dapat Dilakukan Anak Membantu Menguatkan Ayah Setelah Ditinggal Ibu.
Ketika Ibu meninggal, sosok Ayah yang sebenarnya paling bersedih daripada kamu. Sebagai seorang anak tentunya kamu tidak akan membiarkan Ayahmu, satu-satunya orang tuamu saat ini terus-menerus larut dalam kesedihan. 7 hal ini dapat kamu lakukan untuk membantu Ayahmu tetap kuat setelah ditinggal Ibumu.

Saya pernah membaca tulisan yang mengatakan bahwa

“sakit rasanya seorang istri yang ditinggal suami, tetapi jauh lebih sakit perasaan seorang suami ditinggal istrinya” .

Mungkin tulisan itu ada benarnya. Seorang istri yang ditinggal suami pada umumnya jauh lebih kuat daripada suami yang ditinggal istrinya. Secara fisik memang laki-laki lebih kuat daripada wanita, namun dalam beberapa hal yang menyangkut perasaan malah sebaliknya. Ketika Ibu meninggal, sosok Ayahlah yang sebenarnya paling bersedih daripada kamu. Bagaimana tidak, Ibumu merupakan rekan hidup Ayahmu. Ketika Ibumu meninggal, seorang Ayah akan kehilangan separuh jiwanya. Sebagai seorang anak tentunya kamu tidak akan membiarkan Ayahmu, satu-satunya orang tuamu saat ini terus-menerus larut dalam kesedihan. 7 hal ini dapat kamu lakukan untuk membantu Ayahmu tetap kuat setelah ditinggal Ibumu.  

  • Jika kamu ingin menangis, menangislah di tempat tersembunyi.

    Tidak ada larangan untukmu menangis setelah kepergian Ibumu, dengan menangis duka didalam hatimu bisa sedikit berkurang. namun jangan menangis di depan Ayahmu, menangislah di tempat tersembunyi. Menangis didepan Ayahmu malah akan menambah luka dihatinya. Meskipun pahit,berusahalah tersenyum didepannya karena senyum seorang anak adalah sumber kekuatan terbesar bagi seorang Ayah.

  • Jadilah kuat, sekalipun itu berpura-pura!!!
  • Setahun atau dua tahun tak akan bisa menyembuhkan rasa sakit seorang anak yang ditinggal Ibunya, bahkan seumur hidup duka itu akan terus ada. Namun sebagai anak bersikaplah kuat didepan Ayahmu. Lakukan aktifitas seperti biasa. Jadilah mandiri. Tunjukkan pada Ayahmu bahwa ada ataupun tidak adanya Ibu “life must go on” .Dengan melihat semangatmu menjalani kehidupan sehari-hari, Ayahmu juga akan berusaha untuk semangat kembali
  • Jadilah bijak, dan berpikirlah positif!!!
  • Perasaan terpukul pasti akan mempengaruhi pikiran seorang. Ayahmu, sebagai orang yang paling terpukul atas kepergian ibumu cenderung sulit berpikir positif. Terlebih ketika kematian ibumu terkesan mendadak, yang ada dipikiran ayahmu biasanya adalah pertanyaan “mengapa, mengapa, dan mengapa” Ketika Ayahmu mempertanyakan semua yang sudah terjadi, kamu harus bersikap menjadi anak yang dewasa, perlihatkan sisi positif dari setiap kejadian. Seperti kepergian Ibumu, mungkin kamu bisa mengatakan “Ibu diatas sana sudah sembuh, dia sedang tersenyum melihat kita”. Dengan melihat pikiran positifmu akan membantu ayahmu kembali berpikir positif.

  • Jika kamu anak perempuan jadilah pengganti Ibumu dalam mengurus pekerjaan rumah
  • Seorang perempuan nantinya akan menjadi seorang istri. Ketika ditinggal Ibu, kamu harus siap menggantikan Ibumu dalam mengurus pekerjaan rumah. Bahkan ketika kamu tidak terbiasa dengan itu. Belajarlah! Jangan membebani ayahmu dengan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya ibumu kerjakan. Jika memungkinkan ambil alihlah pekerjaan yang dulu dikerjakan ibumu. Karna banyak pekerjaan kecil  yang terkesan sulit dilakukan seorang laki-laki khususnya seorang ayah
  • Jadilah partner berbicara Ayahmu.
  • Ibumu merupakan partner bicara Ayahmu. Jika Ibu dan Ayahmu terbiasa mengobrol saat sarapan pagi. Sempatkan melakukan hal tersebut meskipun hanya sekitar 10-15 menit. Usahakan agar kalian bisa makan bersama di ruang makan keluarga. Ceritakan hal-hal menyenangkan atau hal-hal lucu dikantor, kampus atau lingkungan luar rumah yang dapat membuat kalian tersenyum. Dengan mengobrol bersama, Ayahmu akan teralihkan pikirannya dari perasaan sedihnya. Jika kamu seorang perantau,jauh dari Ayahmu rajinlah menelepon sekedar menanyakan kabar. Percayalah beliau membutuhkan teman bicara.

  • Biarkan Ayahmu mencari kesIbukan
  • “MenyIbukkan diri adalah cara terbaik untuk melupakan” kutipan itu ada benarnya. KesIbukan memang tidak akan menyembuhkan luka, namun dengan menyibukkan diri pikiran seseorang akan teralihkan. Bairkan Ayahmu menyibukkan diri, seperti ikut kegiatan kemasyarakatan, biarkan Ayahmu mengerjakan kegiatannya sehari-hari jika masih memungkinkan, namun jangan lupa untuk senantiasa mengingatkan Ayahmu ketika kesibukannya diluar batas kemampuannya dan mulai mengganggu kesehatannya.  
  • Doakanlah kebahagiaan Ayahmu!
  • Doa tanpa usaha atau usaha tanpa doa adalah hal yang sia- sia. Setelah semua hal diatas kamu lakukan, jangan lupa berdoa untuk kebahagiaan ayahmu. Selalu bawa ayahmu dalam setiap sujudmu, dalam setiap bait doa-doa mu.

    Duka itu memang tidak akan pernah hilang, tapi setidaknya berusahalah menjadi sumber kekuatan bagi ayahmu.

                                                           

                                                                                                                                                                                       -MPRS

 

Artikel ini di tulis oleh Merry Sirait kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...

Artikel Terkait