Misterius, mengapa angka "4" romawi Jam Gadang di bukittinggi berbeda dengan angka romawi pada umumnya?

22-10-2016 (1 month ago)

Penulisan angka 4 Romawi (IV) pada Monumen Jam Gadang yang ada di Sumatera Barat ini berbeda dengan pada umumnya , yaitu di tulis dengan angka "IIII"

Jam gadang adalah sebuah monumen yang ada di Sumatera Barat, jika di artikan, kata gadang dalam Bahasa Indonesianya adalah besar. Sehingga ketika ada yang menyebut kata jam gadang, maka yang pertama kali terlintas di fikir adalah sebuah monumen yang berbentuk jam dalam ukuran yang besar. Jjika diperhatikan bentuknya, Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 Cm, di topang basement dasar ukuran 13 x 4 M, dan bebentuk sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, sehingga sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam yang besar.

Jam gadang menjadi simbol khas Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumatera Barat, jika mengunjungi kota bukittinggi hal yang biasa di lakukan oleh wisatawan ialah mengabadikan momen atau berfoto di monumen tersebut. Hal ini dikakukan biasanya selain untuk sebagai tanda mereka telah pernah mengunjungi kota bukittinggi , namun juga karena indah dan uniknya monumen tersebut.




Jam gadang ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Dimana Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda untuk Controleur (Sekretaris Kota). Monumen ini dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama monumen ini dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun.

 

Pada masa penjajahan Belanda, ornamen monumen ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan. Kemudian pada masa penjajahan Jepang , ornamen monumen Jam Gadang ini berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Hal yang menjadi unik dan misterius dari jam gadang ini ialah pada penomoran angka jamnya, angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun berbeda pada Jam Gadang yang di buat dengan IIII. Penulisan angka romawi yang berbebeda dengan biasanya ini yang hingga saat ini masih menjadi misterius.

Dengan adanya keunikan dan keganjilan pada penulisan angka romawi tersebut malah membuat Jam Gadang ini menjadi lebih “menantang” dan membuat tanda tanya setiap orang yang mengamati dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, terkadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah gaya romawi lama dan kuno atau kesalahan serta atau karena ada maksud tertentu.

Namun, dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka 4 aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk tentang jumlah korban yang menjadi tumbal disaat pembangunan monumen ini. Atau ada juga yang mengartikan, 4 orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal sesudah jam tersebut selesai

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka 4 tersebut, tentu masih ada kemungkinan dari deretan dafftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan terlebih dahulu. Karena sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda untuk controleur (sekretaris kota) , dan dibuat oleh ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan ini sangat kecil. Namun biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui juga, mesin Jam Gadang ini diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi pada angka Romawi empat, apakah pembuatan angka 4 yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Sehingga sampai saat ini masih misteri untuk di pecahkan. Belum ada para ahli atau peneliti yang mengetahui kenapa hal ini demikian.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel