Apakah Kamu Ingin Bahagia?? Cobalah Berani Kehilangan Beberapa Hal
Salah satu cara agar hidup kamu jauh lebih bahagia adalah meninggalkan beberapa hal di dalam hidup kamu, bisa kenangan masa lalu yang menyakitkan atau barang-barang yang tidak lagi penting untuk hidup kamu.

Ide atau pemikiran bahwa harta akan membuat kita bahagia adalah sebuah ilusi. Ketika kita menempatkan semua kebahagian kita ke dalam hal-hal termasuk materi atau bahkan kepada seseorang atau pada pengalaman masa lalu. Maka pada akhirnya nanti akan memungkinkan kita untuk menumbuhkan pemikiran bahwa kebahagiaan itu tidak datang dari dalam, tapi bergantung dari kondisi luar atau pada objek.

Kita menempatkan banyak penekanan pada apa yang kita miliki dan pada akhirnya kita menyimpulkan bahwa apa yang bisa kita miliki dalam hidup kita harus bisa membawa kita kebahagiaan. Namun bagaimana jika kita melepaskan semua yang kita miliki? Entah itu seseorang atau barang yang kita miliki dan ketika semua terlepas dari kita akan sangat terasa menyakitkan.

Dan mungkin kita juga sering menanyakan apakah rasa sakit itu bisa membawa kebahagian nantinya? Pikiran kita cenderung fokus pada aspek yang tidak logis seperti hal tersebut, akan tetapi pada dasarnya melepaskan hal-hal yang bersifat materiil atau bahkan lebih ke objek seseorang akan membawa kita ke kehidupan yang lebih membahagiakan.

Melepaskan pemikiran bahwa kebahagiaan terdapat pada hal-hal yang kita miliki saat ini

Ini mungkin sebuah kesalahanpahaman, apakah dengan memiliki sepatu mahal, rumah mewah, mobil mewah atau bahkan orang yang kita sayangi, dan lain-lain. Pikiran kita percaya bahwa hidup kita akan menjadi lebih baik dan akan lebih bahagia jika hal-hal yang disebutkan tadi ada di dalam kehidupan kita.

Mungkin bisa juga iya, hal-hal tersebut akan mebuat kita merasakan kebahagiaan untuk sementara waktu. Tetapi kemampuan kita untuk beradaptasi dengan lingkungan kita dan apakah karena itu yang menyebabkan kita dengan mudahnya bosan lalu pindah ke hal berikutnya lagi yang kan membawa kita ke kebahagiaan lagi.

Bahkan dalam sebuah hubungan, kita percaya bahwa seseorang akan membuat kita bahagia, tapi kadang-kadang kamu justru merasa tidak bahagia dengan adanya seseorang dalam hidup kamu. Sehingga penting untuk melepaskan pemikiran bahwa kebahagian dapat kalian temukan di luar diri kamu sendiri.

Jika kamu mampu melepaskan pemikiran seperti itu, maka kamu akan menyadari bahwa tidak ada yang di sekitar kamu akan memberikan kontribusi untuk kebahagiaan kamu, selain dari dalam diri kamu sendiri.

Melepaskan apa yang tidak bisa kamu kontrol

Berusaha untuk mengendalikan situasi yang ada di sekitar kita untuk membuat kita bahagia hanya akan berakhir dengan ketidakbahagiaan. Kadang-kadang itu akan lebih baik jika kamu melepaskan apa yang tidak bisa kamu kendalikan dan membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya.

Ketika kamu berjuang terlalu keras dan terobsesi pada hal-hal yang akan membuat kamu frustasi atau dengan mencoba merubah sesuatu menjadi benar menurut kamu justru akan membuat kamu tidak merasa bahagia. Maka akan lebih jika kamu melepaskan hal-hal yang mana kamu tidak bisa mengendalikan atau mengontrolnya.

Dengan mencoba untuk tidak mengendalikan atau merubah sesuatu sesuai kehendak kita dan membiarkannya seperti apa adanya. Maka kamu dapat belajar bagaimana untuk menjadi lebih bahagia dengan cara yang berbeda yang melebihi dari apa yang kamu harapkan.

Melepaskan harta benda masa lalu kamu

Sebagai contoh, ketika kamu memiliki baju yang memiliki histori penting dalam hidup kamu, kamu mungkin tidak mau membuangnya karena baju tersebut mengingatkan kamu betapa banyak historinya, mungkin dari pacar kamu. Padahal kamu tidak pernah memakainya sejak kamu putus dengan dia mungkin lebih dari 3 sampai 5 tahun.

Dengan menahan atau tetap menyimpan apa yang kita miliki, maka kamu sama saja memegang masa lalu dalam hidup kamu. Sementara benda itu memiliki kenang-kenangan yang sangat indah ketika itu. Dengan berpegangan pada hal-hal seperti dapat menghentikan kamu untuk bergerak lebih maju.

Memang cukup sulit untuk melepaskan barang-barang yang memiliki sejarah yang cukup berarti bagi hidup kita. Tapi akan membuat kita lebih bahagia ketika kita berani melepaskan barang yang hanya menyisakan cerita di masa lalu. Karena kita akan terus bergerak maju dan kita juga sebenarnya tahu bahwa yang di depan kita akan lebih membahagiakan daripada masa lalu yang hanya sekedar cerita.

Melepaskan orang-orang masa lalu

Seperti yang di atas tidak hanya barangnya saja yang perlu kita lepaskan, begitu juga dengan orangnya. Melepaskan orang-orang masa lalu sangat penting untuk menggapai kebahagiaan kita sendiri. Dengan mengenang masa lalu yang menyakitkan secara terus menerus akan membawa racun dalam pemikiran kita sendiri dan juga akan menghalangi kamu untuk merasakan kebahagiaan di kemudian hari.

Yang juga sangat penting adalah melepaskan pemikiran tentang seseorang di masa lalu kamu. Hubungan masa lalu kamu yang masih kamu pikirkan dan menimbulkan pertanyaan buat diri kamu sendiri, seperti kenapa dulu hubungan ini tidak berhasil? Kenapa dulu harus berakhir? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Pertanyaan seperti di atas sama sekali tidak realistis karena masa itu sudah lewat, dan tidak memiliki arti lagi untuk saat ini. Melepaskan pemikiran seperti itu akan mengurangi tekanan pada pikiran kamu dan juga kamu akan lebih bisa mendapatkan kebahagian yang pantas kamu terima di kemudian hari.

Rasa sakit lebih sering akan mengarah ke kebahagiaan

Melepaskan semua rasa sakit dalam diri kita itu sebuah keharusan, meskipun itu sangat sulit untuk dilakukan. Seperti halnya mantan kamu dulu ketika masih berhubungan dengan kamu banyak memberikan kebahagiaan dalam hidup kamu. Meskipun pada akhirnya berakhir dengan ketidakbahagiaan.

Kadang-kadang kita harus melalui proses yang menyakitkan untuk mencapai kebahagiaan kita. Bagaimana kita mengevaluasi dan menghargai apa yang membuat kita bahagia dan memberikan ruang yang diperlukan untuk pengalaman baru dalam hidup kita. Dan tak lain adalah agar kita benar-benar bisa bahagia dalam hidup ini.

Loading...

Artikel Terkait