Hentikan Kebiasaan Ini Jika Kamu Ingin Sukses
Terkadang kita tanpa sadar melakukan kebiasaan-kebiasaan dimana itu dapat menghambat perjalanan kita untuk sukses. Berikut ini adalah hal-hal yang harus kamu hentikan jika kamu ingin sukses.

Setiap manusia di muka bumi ini pasti ingin perjalanan hidupnya sukses seperti apa yang sudah dicita-citakan atau sesuai dengan impian mereka. Tapi terkadang banyak hal sederhana yang tidak kita sadari justru menghambat sebuah kesuksesan dalam hidup kita. Meski sukses itu sendiri sangat subjektif bagi tiap orang.

Berikut ini ada beberapa hal yang harus kamu hentikan jika kamu ingin menjadi sukses.

Berhenti mengharapkan kesempurnaan

Seringkali kita frustasi ketika hal-hal yang kita inginkan tidak berjalan sesuai rencana atau seperti yang kita inginkan. Dan terkadang kita cenderung menyalahkan diri sendiri jika semuanya menjadi berantakan. Padahal yang namanya kesalahan dan kekurangan adalah sebuah fakta kehidupan. Dan tidak akan pernah menjadi sempurna.

Mulailah dengan mengatakan bahwa kamu akan melakukan yang terbaik, dan akan selalu memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi dan menjadikannya pengalaman dalam hidup. Dan kamu tidak perlu untuk bersaing dengan orang lain kecuali diri kamu sendiri.

Sebagai contohnya, banyak pengusaha yang sukses dulunya sering gagal dalam usahanya, bahkan dengan melalui percobaan puluhan kali. Dan mereka terus memotivasi dirinya sendiri dan menjadikan kegagalan sebagai pengalaman hidup untuk terus mencoba yang terbaik hingga akhirnya menemukan keberhasilan dalam usahanya.

Berhenti mengakatan “iya” ketika kamu ingin mengatakan “tidak”

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui batas-batas. Manusia sebagai mahkluk sosial akan membuat kita selalu berinteraksi dengan orang lain dan merasa bahwa kita juga menjadi bagian hidup orang lain. Dan terkadang kita ingin membantu orang lain dan membuat orang lain senang dengan kehadiran kita. Seperti halnya membantu teman kerja, atau meminjamkan sebagian uang untuk teman kita.

Dari rasa tidak enakan atau rasa bersalah, orang sering mengatakan “iya” untuk orang lain yang seharusnya ketika melihat situasianya, kita seharusnya mengatakan ”tidak”. Kadang-kadang kita meninggalkan tanggung jawab kita sendiri hanya untuk membantu orang lain. Karena adanya rasa tidak eakan dalam diri kita.

Kadang-kadang tidak apa-apa untuk mengatakan “tidak” ketika dimintain tolong sama teman karena anda juga punya tanggung jawab yang harus kalian kerjakan saat itu juga. Atau “tidak” untuk meminjamkan uang kepada teman karena saat itu kamu sendiri juga membutuhkan ntuk memenuhi kebutuhan kamu sendiri.

Jadi setidaknya kamu memiliki batasan dan lebih mengutamakan prioritas kamu sendiri. Karena jika tidak maka kamu sendiri yang nantinya bakalan kesulitan. Seperti pekerjaan utama kamu terbelengkalai atau kamu tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu sendiri.

Berhenti mengatakan hal negatif tentang diri sendiri

Mungkin beberapa dari kita pernah mengalami masala lalu yang tidak begitu mengenakan. Dan kita lebih cenderung menyalahkan diri sendiri, bahkan menghukum diri sendiri dari kesalahan masa lalu yang telah kita lakukan. Atau dengan mendengarkan seseorang yang berbicara tentang hal-hal negatif tentang diri kita.

Menyalahkan diri sendiri atau bahkan menghukum diri sendiri untuk kesalahan masa lalu akan membuat kontraproduktif pada titik tertentu. Padahal akan lebih penting untuk belajar dari masa lalu agar lebih baik dan bukan untuk menyalahkan diri sendiri.

Sebagai contoh, jika kamu mengatakan diri kamu dengan kata-kata “aku tidak cukup cantik” maka akan membuat kontraproduktif dalam hidup kamu. Akan lebih bak jika kamu mengatakan hal yang baik-baik terhadap diri kamu sendiri. Dan lihatlah cermin dan berikan kata-kata positif untuk diri kamu sendiri. Dengan cara seperti itu kamu sudah mengambil langkah untuk menjadi orang yang lebih baik.

Jika ada kesalahan di masa lalu yang telah kamu lakukan maka akuilah kepada diri sendiri bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan yang terpenting adalah bahwa membuat kesalahan itu tidak apa-apa. Begitu juga dengan kegagalan di masa lalu, bahwa kegagala itu hal yang wajar dan sebuah proses untuk kesuksesan.

Kadang-kadang sangat mudah untuk melupakan sebuah tujuan, karena kurangnya kepercayaan. Jangan menyerah dan berusaha untuk tetap positif. Melatih otak kamu untuk memikirkan hal-hal yang baru dan lebih positif. Kebanyakan orang terus bekerja keras dalam hidupnya, dan kegagalan bukanlah hal yang permanen.

Jangan hanya fokus pada hari ini saja

Orang-orang yang sukses cenderung memahami nilai dari sebuah rencana yang sangat baik. Mereka merencanakan hari mereka, tujuan mereka, anggaran dan berapa banyak yang bisa mereka tabung untuk masa pension.

Hal ini bukan berarti mereka tidak bersenang-senang dengan hidupnya. Mereka memiliki rencana yang pasti untuk kehidupannya di masa yang akan datang dan berpikir tentang masa depannya. Jadi berhentilah fokus pada hari ini saja dan bersenang-senang untuk saat ini saja. berpikirlah jauh ke depan dan masa depan kamu mungkin dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun yang akan datang.

Berhenti mengabaikan tujuan kamu

Berhentilah mempercayai bahwa karena kamu orang yang sangat baik, maka semuanya akan datang kepadamu dengan mudah. Hal-hal yang baik hanya terjadi kepada orang-orang yang melakukan upaya. Dan bagian dari upaya tersebut adalah menetapkan tujuan untuk diri sendiri.

Jadi kamu tidak cukup fokus hanya pada hari saja, kamu harus menetapkan tujuan jangka pendek dan juga jangka panjang untuk dapat mengevaluasi semua yang telah kamu lakukan dan memiliki sesuatu yang harus kamu perjuangkan.

Berhenti mengisolasi orang lain

Kesuksesan belum tentu bisa diraih tanpa adanya bantuan orang lain. Jadi libatkanlah orang teredekat kamu untuk mencapai semua tujuan kamu. Kamu tidak perlu menguasai berbagai hal sendiri, jika ada orang terdekatmu jauh lebih kompetensi, kamu bisa melibatkan mereka dalam membangun usahamu agar semakin cepat tujuan kamu tercapai.

Melibatkan orang dalam kepemimpinan atau dalam bisnis kamu akan membuat mereka lebih dihargai dan akan memberikan efek balik yang sangat berharga buat kamu. Dan orang-orang sukses sangat menikmati hubungan kerjasama tersebut.

Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Orang-orang sukses tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka terlalu fokus dengan diri mereka sendiri dan tujuan mereka, dan mereka tidak terlalu khawatir dengan orang lain. Dan mereka tidak ingin membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain, karena itu kontraproduktif.

Namun mereka menganalisasi dimana titik lemah kompetitornya dan dia akan membuatnya lebih baik. Dan mereka mengagumi orang-orang yang telah menguasai dan berhasil melakukan hal yang terbaik.

Jadi sangat tidak ada gunanya ketika kamu membandingkan diri dengan orang lain. Hal ini kontraproduktif dan berbahaya bagi harga diri kamu sendiri. Hal ini juga akan membuatmu berpikir negatif terhadap diri kamu sendiri.

Berhenti hidup di masa lalu

Orang-orang sukses belajar dari kegagalan mereka, tetapi mereka tidak hidup di masa lalu. Mereka mengambil pelajaran yang mereka peroleh dari kegagalan mereka dan menerapkannya di masa kini dan masa depan.

Kegagalan akan mengajarkan kita tentang apa yang tidak berhasil atau tidak bekerja ketika itu, dan akan membantu kita lebih dekat dengan sebuah proses yang akan berhasil. Memilih sikap untuk mengendalikan kegagalan dan mempelajari kegagalan untuk terus bergerak maju. Yang perlu kamu ingat, kegagalan adalah umpan balik.

Berhenti mentoleransi orang yang tidak jujur

Orang-orang sukses sangat menghargai orang lain dengan cara-cara yang unik. Mereka tidak berusaha merusaka, meremehkan, atau dengan cara apapun untuk merendahkan orang lain. Mereka juga teruka dengan hubungan yang telah terjalin dengan orang lain, tapi mereka sangat tahu kapan hubungan tersebut harus diputus.

Orang bisa memaafkan ketika adanya kesalahan dan sangat penting untuk mengetahui batasannya. Orang-orang sukses tidak mentolerir orang-orang negatif dan tidak jujur, karena mereka terlalu sibuk mengasihi orang-orang yang jujur dan tulus.

Artikel Terkait