Untukmu yang  ditinggalkan ibu untuk selamanya
Ditinggalkan pergi selamanya oleh orang yang kita cintai memang bukan hal yang mudah, terutama karena dia adalah orang yang paling tulus mencintai kita. Menerima kekurangan -kekurangan kita. Akan ada saat-saat suka dan duka tanpa kehadirannya lagi. Mungkin kamu merasakan hal yang sama..

Kamu mungkin menatap hampa ke atas langit, berhari-hari tidur dengan bantal yang basah oleh airmata. Atau bahkan kamu belum menangis semenjak ibumu dinyatakan telah tiada. Sesak dalam dada seolah tak  dapat terobati oleh apapun. Pekerjaan, nonton bioskop dengan teman, bepergian. Apapun tak dapat dengan mudah mengenyahkan rasa sakitnya.  Saat pulang kerumah kau menemukan gelas minum yang biasa ia gunakan, pisau dapur untuk memotong daging dan sayur kesukaanmu, channel tv kesukaannya.

Begitupun perdebatan dengannya, canda tawa  bersamanya, bagaimana mungkin dapat  hilang begitu saja? Ingatlah beberapa hal ini sebagai bekal bagimu melalui masa duka atas kepergiannya;

Ibu-mu baik-baik saja

Kau dan keluargamu mungkin melalui masa sulit saat ibu dinyatakan sakit, mengurusi kebutuhan obat dan perawatannya kadang melelahkan fisik dan mental. Kesulitan keuangan mulai dihadapi, belum lagi sedikit banyak pertengkaran kadang terjadi diantara kalian. Semua itu dilalui karena ingin secepatnya ibu dapat pulih dan sehat kembali. Namun kadang sederhana saja keinginan seorang ibu, ia tak ingin merepotkanmu dan seluruh keluarga. Ia ingin kalian bahagia, pahamilah dalam prosesnya kadang ia pun tak sabar. Pada akhirnya, ia pasti meminta pada Tuhan agar tetap memelihara keluarganya saat ia tiada. Agar Tuhan menggantikan kepergiannya dengan hidup yang lebih baik bagi suami dan anak-anaknya. Ibumu baik-baik saja, tiada sakit lagi yang dideritanya.

Jangan salahkan siapapun


Menyalahkan orang lain maupun dirimu sendiri hanya akan membuatmu hancur. Ingatlah akan harapannya padamu semasa hidup, ia tak bosan-bosannya mengatakan ingin melihatmu menjadi pribadi yang lebih baik. Maafkanlah orang lain dan dirimu sendiri.

Kuatkanlah dirimu, jangan lari..


Hadapilah masa sulit ini, dan jangan mangacaukan dirimu dengan hal-hal yang tak perlu. Pergi bersama teman-teman hingga larut malam, berpesta, hura-hura yang tak perlu. Jangan lari dari kenyataan ini, duduklah bersama anggota keluarga yang lain. Ayah dan saudaramu pun merasakan hal yang sama. Jika tak sanggup berdoalah pada Tuhan. Dia yang akan menguatkan langkahmu.

Lanjutkan hidupmu dan jangan menyerah

Ada kalanya kamu akan menghadapi jatuh dan bangun, perbedaannya mungkin sekarang tiada ibu yang menyemangatimu. Namun Tuhan akan melatih otot hatimu, kau akan menjadi manusia dewasa yang mandiri. Kau akan perlahan tumbuh menjadi pribadi yang didoakan ibumu. Hingga saat itu tiba, janganlah menyerah. Cinta orangtuamu tidak pernah hilang hanya karena mereka tiada.

Artikel Terkait