Sukses Dulu Baru Menikah atau Menikah dan Sukses Bersama Pasangan
Menikah atau perkawinan menjadi salah satu isu yang sensitif di bicarakan oleh masyarakat di daerah kita mengingat pernikahan sendiri merupakan suatu hal yang sakral dan istimewa sehingga tidak bisa dilangsungkan dengan main-main apalagi sekadar untuk memuaskan nafsu belaka. Ditambah lagi jika di Negara kita yang sangat beranekaragam budayanya tentunya ini akan menambah nilai sakral dari pernikahan itu sendiri.

Sebagai orang yang hidup di Negara timur kita memiliki lingkungan sosial yang mayoritas masih mengedepankan adat istiadat da nilai-nilai religius keagamaan. Hidup di lingkungan seperti ini memiliki keuntungan dan kekurangan juga tentunya. Bagi masyarakat yang tinggal dan hidup di lingkungan bangsa-bangsa timur seperti asia dan timur tengah sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba terbatas dalam artian cara berinteraksi dan gaya hidupnya masih sangat kental dengan adat istadat yag diwariskan oleh nenek moyang dan juga masih sangat terpaku pada nilai-nilai agamis.

Sebenarnya hal ini merupakan hal yang sangat baik namun di dunia setiap sesuatu yang tercipta pasti memiliki kekurangan dan tidak kesempurnaan. Yang dimaksud sebagai kekurangan di sini adalah kehidupan masyarakat bangsa-bangsa timur cenderung sangat terbatasi sehingga agak sulit untuk menerima hal baru dan pemahaman dari bangsa lain. Sebenarnya jika kita mampu menyaring hal positif yang masuk pada kebudayaan kita itu bukanlah suatu masalah yang berarti.

Menikah atau perkawinan menjadi salah satu isu yang sensitif di bicarakan oleh masyarakat di daerah kita mengingat pernikahan sendiri merupakan suatu hal yang sakral dan istimewa sehingga tidak bisa dilangsungkan dengan main-main apalagi sekadar untuk memuaskan nafsu belaka. Ditambah lagi jika di Negara kita yang sangat beranekaragam budayanya tentunya ini akan menambah nilai sakral dari pernikahan itu sendiri.

Mulai dari prosesi yang sangat beraneka ragam hingga ribuan wejangan yang diberikan oleh para tetua. Walaupun semuanya rumit dan memakan banyak waktu serta biaya tetapi semua itu memiliki makna tersendiri. Namun yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah ketika para orang tua cenderung melarang anak-anaknya untuk menikah muda dengan alasan masih pendidika yang belum matang hingga kehidupan yang belum mapan.

Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang Melalui Jenis Rambutnya,Kamu Nomor Berapa?

Orang tua selalu memiliki maksud baik untuk anak-anaknya karena orang tua tak menginginkan kehidupan anaknya yang kelak tidak bahagia karena membina cinta yang salah. Inilah yang menjadi perdebatan ketika kita hendak memilih untuk sukses dahulu baru menikah atau menikah dahulu dan sukses bersama pasangan.

Ketika kita memilih untuk sukses secara finansial itu merupakan suatu hal yang baik karena selain kita sudah memiiki penghasilan tetap yang pasti unuk menafkahi anak dan istri kelak, kita juga sudah siap secara mental karena seiring sukses kitapun juga hidup terus mendewasa dan memperbaiki pemikiran kita menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan mampu untuk mengemban amanah membina rumah tangga.

Perlu disadari bahwa membina rumah tangga bukanlah suatu permainan melainkan amanah dan tangungjawab yang harus dipikiul secara moral pada keluarga, masyarakat dan Tuhan. Disinilah letak kelebihan jika kita menikah setelah sukses. Namun tidak menutup kemungkinan jika kita menikah terlebih dahulu lalu sukses bersama pasangan. Bukankah itu suatu momen indah dan membanggakan? Namun kita juga harus benar-benar tepat memilih sosok pendamping hidup yang memang bisa bersama kita mengemban tanggung jawab yang berat ini.

Jika memang kita sudah yakin dan mendapat persetujuan orang tua serta keluarga maka tunggu apa lagi? Sesugguhnya Tuhan selalu memberikan jalan keluar bagi hamba Nya yang mau berusaha dan berserah diri kepada Nya.

Artikel Terkait