Alasan kenapa Harus mengabaikan Debat Kusir di Sosial Media

Opini 1 year ago
Alasan kenapa Harus mengabaikan Debat Kusir di Sosial Media

Di dunia maya yang bebas dan jarang sekali ada sekat pembatas antara dua argumen yang berbeda, perdebatan seringkali terjadi. Dua argumen yang bertolak belakang bertemu dalam sebuah percakapan, bergulat satu sama lain, berusaha saling menundukan. Caci maki dan sumpah serapah pun tak terelakkan.

Misalnya saja perdebatan awam antar pendukung teori Bumi datar dan pendukung teori Bumi bundar, apakah sebenarnya bumi ini datar atau bumi itu bundar? Tentunya harus dibuktikan secara ilmiah, dengan mengajukan argumen – argumen ilmiah, maka perdebatan yang terjadi dapat memberi dampak positif bagi mereka yang membaca. Penambahan informasi dan bisa di buktikan secara ilmiah.

Tapi lihat apa yang sekarang terjadi, apa yang mereka komentari? Mereka melenceng dari topik pembicaraan dan membabi buta menyinggung kepribadian. Hingga keluar dari topik utama.

Sesungguhnya perdebatan hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki ilmu. Kenapa? Karena mereka yang berilmu tahu apa yang sedang diperdebatkan dan memberikan pembelaan dan argumen secara terukur dan ilmiah. Tidak melenceng dan saling memaki.

Pengetahuan tiap orang itu berbeda, dan menjadi masalah besar ketika pengetahuan orang yang sedang berdebat jauh dari batas yang seharusnya dimiliki. Jika Anda melihat perdebatan dengan kata – kata kasar dan cenderung menjatuhkan di beranda, atau timeline, segera abaikan. Karena mengikuti bahkan ikut berkomentar hanya akan menjerumuskan Anda ke dalam kebingungan semata.

Ada banyak alasan kenapa Anda harus berhenti mengikuti debat kusir di media sosial, antara lain.

Anda Membuang Waktu

Anda hanya akan membuang buang waktu jika anda telibat debat kusir di sosial media. Perdebatan tak akan berhenti walau anda sudah mengatakan kebenarannya, karena mereka tidak sedang mencari kebenaran, namun ingin menunjukkan bahwa mereka lebih dominan dari anda. Jika apa yang anda katakan sepenuhnya akan di balas dengan sindiran dan cacian. Lalu apakah anda akan tetap melayani mereka? Waktu anda jauh lebih berharga dari itu.

Anda Membuang Energi

Dengan ikut dalam debat kusir, energi anda akan habis hanya untuk memikirkan bagaimana car menjatuhkan moral lawan debat anda. Mencaci , memaki, dan menghina, anda akan jatuh lebih dalam ke kubangan lumpur keburukan. Kenapa anda ikut mencaci, memaki? Karena Anda sadar hanya itu cara untuk membalas. Jika Anda tak terbiasa memaki dan menghina, percayalah, anda akan mengeluarkan energi yang begitu besar untuk memaki. Karena melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan butuh tenaga besar.

Merendahkan Orang Lain Tidak Akan Membuat Anda Lebih Tinggi.

Ketika perdebatan kusir yang berkepanjangan terjadi, maka wajar saja energi akan terkuras, dan dengan energi yang sedikit itu ditambah rasa lelah karena mempertahankan argumen, hal - hal buruk seperti merendahkan orang lain menjadi alternatif lain untuk memenangkan perdebatan.

Loading...

Misal dengan kalimat “ Ini sih kaum sumbu pendek, kaum gagal move on kemane aje tong?” atau “ hahahahah kasian Kaum Panasbung, Panas Tak”.

Yang seringkali dilupakan orang adalah cara melihat kepribadian orang dari gaya bicaranya. Kebanyakan orang merasa memunculkan fragmentasi bahasa raksasa dengan segala “dominasi kata - kata” yang diluncurkan akan mengecilkan lawan bicara? Tidak. Anda salah.

Diksi yang kuat bukan monopoli orang yang kuat. Mereka yang lemah bersembunyi di balik Diksi yang kuat. Diksi yang lemah kadang tidak menunjukan kelemahan. Tapi itu adalah cara orang untuk menjelaskan dengan sederhana.

Baca Juga : Inilah Alasan Anda Tak Perlu Lagi Menghubungi Mantan

Melelahkan

Jika Anda sudah terlanjur terlibat di dalamnya, segeralah berhenti. Bila tidak tenaga Anda akan habis dengan sendirinya. Menghabiskan waktu sedemikian lamanya untuk mempertahankan argumen dari cacian dan makian yang tak berhenti walaupun Anda sudah mengatakan dengan fakta yang sebenarnya, tentu akan menguras banyak energi anda, yang mengakibatkan anda kelelahan dan menambah beban pikiran.

Ada Hal Yang Lebih Penting Yang Harus Dikerjakan

Alasan utama anda harus segera berhenti saat terlibat perdebatan di sosial media adalah, ada hal yang lebih penting anda kerjakan daripada hanya sekedar berusaha menunjukkan apa yang anda katakan itu benar dan orang lain itu salah. Toh jika demikian pun orang lain memiliki hak untuk salah. Anda tak dapat memaksakan kehendak Anda pada mereka.

Terobsesi Untuk Menjatuhkan

Jika Anda pernah ikut terlibat dalam suatu perdebatan yang berjalan kemana – mana atau istilahnya “debat Kusir” maka Anda mengerti hal ini. Anda akan terobsesi untuk menjatuhkan lawan bicara Anda , mencari kesalahan sekecil apapun dan mengolok – oloknya di sosial media. Anda melakukan itu bukan tanpa alasan. Anda mungkin tak sadar, tapi Anda sedang berusaha menjatuhkan lawan bicara anda karena Anda tidak dapat membuatnya diam dan kalah dalam argumentasi perdebatan.

Setelah mengetahui alasan tersebut, semoga kita lebih bijak dalam berkomentar sekalipun apa yang diutarakan orang lebih pedas dari cabai.

Tags: Media Sosial, Etika

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia, kira kira seperti apa ? Yuk simak artikelnya

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com