Loading...

Dampak dari Berhentinya Layanan Plukme bagi Plukers

Opini 3 weeks ago

Plukme adalah sebuah social media berbasis blogging baru asal Indonesia. Usianya baru saja melewati tahun pertama. Meski baru muncul, tapi platform ini mampu mencuri hati cukup banyak peminat literasi. Salah satu daya pikatnya karena adanya sistem benefit atau bonus yang diterapkan oleh Plukme. Plukers (sebutan untuk pengguna Plukme) menerbitkan sebuah tulisan, akan berpotensi mendapatkan bonus langsung dalam satuan mata uang Pluk yang nantinya bisa dicairkan ke rekening user.

Selain itu, apabila tulisan kita dibaca oleh orang lain, maka kita juga akan mendapatkan tambahan pendapatan yang disebut performance earning. Daya tarik lainnya adalah karena Plukme bersih dari hoax, pornografi, hate speech dan propaganda politik. Sehingga membuat pengguna lebih nyaman untuk lebih fokus berkarya dan bersosialisasi membangun pertemanan.

Namun di saat Plukme sedang hangat diperbincangkan, tiba-tiba mereka memutuskan untuk menutup (sementara) diri. Terhitung sejak 30 November 2018 sampai dengan saat tulisan ini dibuat, 30 Desember 2018, Plukme sama sekali tidak bisa diakses. Pada awalnya situs Plukme memunculkan pengumuman bahwa mereka sedang melakukan “cooling down” dan akan melakukan evaluasi mendalam sehingga sementara layanan ditutup.

Namun kemudian  sudah tidak tampak lagi keterangan tersebut. Kini ketika kita mencoba mengunjungi Plukme, maka yang kita hanya akan menemukan sepatah kata berisi “Plukme!” tanpa ada penjelasan lain yang menyertai. Lalu tepat pada 24 November 2018 kemarin, muncul keterangan "is warming up" di bawah tulisan Plukme yang menandakan Plukme sedang melakukan pemanansan dan mungkin saja akan segera membuka layanannya kembali, tapi sudah 6 hari keadaan belum juga berubah. Bahkan beberapa saat yang lalu situs Plukme sama sekali tidak bisa diakses.

Tentu saja ini membuat banyak Plukers bertanya-tanya. Ada apakah gerangan? kenapa Plukme harus tutup dalam waktu yang cukup lama? jujur saja, ini membuat Plukme kelihatan tidak profesional serta terkesan kurang siap dalam membangun sebuah social media. Tidak pernah ada selama ini social media kenamaan yang melakukan maintenence hingga sebulan belum juga selesai.

Ini jelas berdampak pada nama Plukme sendiri, jika nanti sudah tayang kembali, orang-orang tentunya akan mulai berpikir untuk bergabung di paltform ini, karena di kemudian hari bisa saja hal yang sama terulang lagi. Tidak pernah ada seseorang yang senang ditinggal lama tanpa kabar.

Saya sendiri sudah merasakan beberapa dampak dari tutupnya layanan Plukme yang saya yakin babwa sebagian besar dari Plukers lain juga mengalami hal yang sama, berikut adalah daftarnya.

Loading...

Kehilangan Konten

Karena situs Plukme sedang ditutup sementara, maka dampak paling kentara adalah hilangnya konten milik Plukers. Artikel saya yang beberapa sudah nangkring di halaman utama google search pun kini tak lagi bisa dibaca. Bagi seorang yang menggilai dunia tulis menulis, kehilangan konten meski sementara adalah sesuatu yang amat menjengkelkan.


Income Berhenti


Karena konten “menghilang" maka otomatis pendapatan juga akan berhenti. Meski nilainya tidak seberapa, tapi yang namanya kehilangan tetap saja bukan hal yang menyenangkan. Pendapatan saya sendiri di Plukme hanya berada di kisaran 3.000 sampai 5.000 Pluk per hari dari performance earning. Bayangkan mereka yang bisa mengumpulkan hingga puluhan ribu Pluk per hari, akan cukup terasa impact dari berhentinya income di Plukme.


Lost Contact


Saya sempat ingin membuat project bersama seorang Plukers. Celakanya percakapan selama ini hanya dilakukan melalui ChatMe!, layanan perpesanan yang disediakan di applikasi milik Plukme. Sehingga ketika Plukme tutup, saya tidak lagi bisa menghubungi dia, karena belum sempat bertukar nomor ponsel maupun akun social media lain.


Mata Lebih Terbuka


Tidak lagi bisa menyalurkan tulisan di Plukme membuat mata Plukers semakin terbuka lebar. Jika selama setahun ini mungkin lebih sering menulis di Plukme, maka sekarang beberapa teman terlihat sudah banyak menghiasi media lain seperti Kompasiana. Ini bukti bahwa mereka hanya butuh ruang untuk menulis saja, bukan masalah pendapatan semata, karena Kompasiana tidak memberikan bayaran meski pembaca sudah jutaan.

Setidaknya itulah dampak yang saya rasakan, apakah Plukers lain juga sama? maybe. Yang jelas jika ingin diperhitungkan oleh netizen sebagai social media, Plukme tidak boleh lagi melakukan penutupan layanan. Maintenance itu adalah hal yang biasa terjadi tapi jika hampir sebulan seperti ini, kredibilitas Plukme akan jadi taruhannya.

Tags: Social Media

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia, kira kira seperti apa ? Yuk simak artikelnya

1
Followers

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.