Jejak Politik Di Benak Mahasiswa

Opini 4 months ago
Jejak Politik Di Benak Mahasiswa

Oleh : Sukmasih*

Politik, satu kata namun meninggalkan jejak-jejak pemikiran yang beragam. Banyak anak muda yang menganggap bahwa politik adalah hal yang rumit, hal ini dikarenakan kejenuhan mereka terhadap kasus-kasus yang melingkari dunia perpolitikan Indonesia. Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, saya tertarik untuk melakukan survei sederhana untuk mengetahui pendapat mahasiswa semester 1 mengenai pendapat mereka tentang politik. Sebagai sampel penelitian, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa semester 1, jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP-Universitas Sultan Agung Tirtayasa. Dengan melakukan survei ini, saya berharap dapat mengetahui pandangan mahasiswa semester 1 terhadap dunia politik.

Dalam survei ini, saya mengajukan berbagai pertanyaan, di antaranya:

1. Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata “politik” dan “demokrasi”?

2. Bagaimana pendapat Anda mengenai adanya matakuliah ilmu politik di kampus?

3. Bagaimana pendapat Anda tentang politik di Indonesia?

4. Bagaimana pendapat Anda mengenai Pemilihan Legislatif di Indonesia?

Loading...

5. Bagaimana pendapat Anda mengenai eks koruptor yang mencalonkan diri dalam Pemilihan Legislatif?

Setelah saya menganalisis hasil survei, ternyata dari 10 mahasiswa, keseluruhannya berpendapat bahwa politik adalah sesuatu yang rumit, karena di dalamnya terdapat berbagai problem yang kompleks. Sementara, ketika diminta berpendapat mengenai demokrasi, muncul berbagai pendapat. Beberapa mengatakan bahwa demokrasi berarti kebebasan yang bertanggung jawab, sisanya berpendapat bahwa demokrasi berarti kekuasaan di tangan rakyat. Berbicara tentang politik dan demokrasi memang tak ada habisnya. Namun, dapat di tarik kesimpulan bahwa anak muda yang juga menjadi pemilih pemula memandang politik sebagai sesuatu yang rumit, karena di dalamnya terdapat berbagai problem klasik terutama korupsi. Pemahaman mereka mengenai demokrasi juga tak lepas dari teori-teori yang sering di ajarkan di dunia pendidikan. Sementara itu, para mahasiswa juga berpendapat bahwa pendidikan tentang politik memang diperlukan karena di negara kita juga memiliki sistem politik. Di adakannya matakuliah ilmu politik membuat mahasiswa mengerti lingkup politik yang menata kehidupan bernegara.

Berbicara tentang politik di Indonesia, mahasiswa semester 1 memberi jawaban yang begitu beragam namun memiliki inti yang sama. Mereka memandang politik di Indonesia adalah sesuatu yang aneh, bahkan ada yang berpendapat bahwa politik di Indonesia tidak sesuai dengan teori yang ada. Mereka berpendapat bahwa penyelenggaraan politik di Indonesia selalu di dampingi politik uang. Ada lagi yang mengatakan bahwa politik di Indonesia selalu berkelit dengan masalah korupsi. Salah satu penyelenggaraan politik di Indonesia adalah pemilihan legislatif, dalam survei ini sebagian mahasiswa mengatakan bahwa pemilihan legislatif di Indonesia kebanyakan bersifat subjektif. Ada juga yang berpendapat bahwa para anggota parlemen yang terpilih banyak yang mewakili suara partai bukan suara rakyat, sehingga Ia berpendapat bahwa tiada gunanya ada orang-orang yang duduk di kursi parlemen. Berbicara tentang pemilihan legislatif, Indonesia sempat di gemparkan tentang eks koruptor yang menyalonkan diri di pemilihan legislatif. Para mahasiswa ada yang mengatakan ketidaksetujuan mereka dalam hal ini. Bagi mereka ini adalah budaya politik baru yang aneh. Seseorang yang memiliki catatan hitam dalam dunia politik tidak seharusnya kembali menduduki kursi kekuasaan. Beberapa mengatakan bahwa tidak masalah jika eks koruptor terlibat dalam pemilihan legislatif karena mereka juga memiliki hak untuk dipilih, sementara itu masyarakat harus selektif dalam memilih.

Pada hakikatnya, dalam buku Dasar-Dasar Politik karya Miriam Budiardjo, politik adalah suatu usaha untuk membuat kehidupan lebih baik dengan menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat. Sementara dalam buku Potret Politik Uang di Kota Serang, karya Ikhsan Ahmad mengatakan bahwa politik uang adalah suatu tradisi yang sudah mengakar di masyarakat. Kesimpulannya, untuk menyelenggarakan politik yang sesuai dengan tujuan mulia-nya, dalam kehidupan berdemokrasi, masyarakat harus selektif dalam memilih wakil-wakil rakyat yang akan duduk di kursi parlemen. Masyarakat tidak bisa menutup hak di pilih untuk para eks koruptor, namun masyarakat dapat berlaku bijak dengan menilai secara objektif tentang calon-calon parlemen yang akan menjadi pengantar suara rakyat. Dan juga para legislator harus bisa menjaga amanat rakyat bukan justru asik dengan permainan korupsinya.

Demikian essai ini saya buat, manusia tak luput dari kesalahan. Semua analisis yang saya sampaikan adalah hasil survei sederhana yang saya lakukan di lingkungan kampus. Saya harap analisis ini akan bermanfaat untuk menyelenggarakan kehidupan berpolitik yang seharusnya. Mari mulai menjadi legislator yang menjalankan kewajibannya terhadap rakyat dan bersih dari korupsi.

*Penulis merupakan mahasiswi Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP-UNTIRTA.

Tags: Politik, Mahasiswa, Legislatif

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close
1
Followers

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com