Korupsi Kejahatan Luar Biasa Yang Dianggap Wajar Oleh Masyarakat Komunal

Opini 1 month ago
Korupsi Kejahatan Luar Biasa Yang Dianggap Wajar Oleh Masyarakat Komunal

Korupsi ?Jika kita membahas masalah ini di kalangan masyarakat, pasti tidak sedikit orang yang mengutuk dan membenci para pelaku perbuatan tersebut,mereka setuju bila kita katakan tindak pidana korupsi itu adalah suatu kejahatan luar biasa yang nyata.Hal itu wajar saja terjadi karena hampir setiap saat mereka milihat dan mendengar pemberitaan tentang korupsi dari berbagai media,mulai dari korupsi yang dilakukan Gubernur,Bupati,bahkan DPR yang seyogianya menjadi perwakilan suara rakyat pun telah terjebak kedalam  lingkar setan  korupsi tersebut.

Setiap ada berita tentang pejabat yang melakukan korupsi,banyak orang yang mengeluhkan penegakan hukum,banyak kalangan masyarakat yang menyatakan koruptor layak dihukum mati,para mahasiswa dengan keidealisannya pun berdemo menyuarakan orasi orasi yang mengutuk tentang tindak korupsi mengatasnamakan keadilan,tak luput pula para pedagang kaki lima sering kali geram sewaktu melihat pemberitaan tentang korupsi dan ikut juga mengutuk pelakunya dengan di barengi teriakan “hukum mati saja para koruptor,mereka itu hanya menjadi perusak negara”.

Segala macam reaksi itu tidak lah bisa kita salahkan,mereka berhak bereaksi atas apa yang mereka tidak suka dan mereka rasa itu adalah suatu perbuatan yang buruk.Mereka mungkin sudah terlalu muak dengan segala pemberitaan tentang penangkapan pelaku tindak pidana korupsi,OTT oleh KPK terhadap Bupati kabupaten A,OTT terhadap Gubernur provinsi B,Suap yang diterima Ketua DPR RI,semua itu memang memancing rasa emosi di dalam benak kita.

Sampai sampai ada anekdot yang mengatakan”Korupsi itu budaya bangsa yang sudah mengakar,jadi sulit diberantas”,mungkin itu salah satu bentuk keputusasaan masyarakat melihat merajalelanya tindak korupsi di Indonesia.

Apakah kita pernah terlibat korupsi ?Mayoritas orang jika diberikan pertanyaan demikian pasti dengan cepat mengatakan”saya tidak pernah terlibat korupsi,jika saya korupsi pasti sudah ditangkap KPK”,atau pun”saya sangat benci pada korupsi,jadi saya tidak mau terlibat korupsi”,kata kata itu acap kali terlontar dari mulut kita.Para penegak hukum selalu mengeluh-eluhkan tindakan anti korupsi.

Tetapi pada hakekatnya kita semua telah melakukan tindak korupsi dari sejak duduk di bangku sekolah,tanpa sadar kita terbiasa dengan tindakan suap,kita sudah terlalu lumrah dengan perbuatan nepotisme,kita terlalu naif memaki para koruptor besar yang diliput media hingga lupa bahwa kita juga sering melakukannya.Banyak di kalangan masyarakat yang tidak benar benar mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan tindak korupsi,atau bahkan ada yang sudah tau tetapi menganggap wajar dengan perbuatan yang mereka lakukan.

Ketika ditilang polisi karna terburu buru kita memberikan sejumlah uang agar tidak ditilang,ketika membuat KTP kita memberikan uang atau menjual nama orang tua yang punya jabatan agar cepat di proses,ketika mendaftar untuk masuk IPDN kita melakukan suap kepada relasi relasi yang kita kenal agar bisa diterima,itu semua dianggap lumrah di dalam masyarakat,tak jarang terdengar kata kata yang membuat miris seperti “berapa kemarin habis buat si ucok masuk ipdn buk ?abis 200 juta buk.oh murah lah ya buk pasaran udah 300 juta itu”.

Bahkan hal yang lebih menyedihkan korupsi di ajarkan oleh guru kita sendiri di bangku sekolah,guru yang seharusnya mendidik dan membentuk karakter para penerus bangsa secara nyata mengajarkan suap,hal ini dapat kita lihat pada saat melakukan UN(Ujian Nasional),guru guru berbondong bondong membagikan kunci jawaban kepada para muridnya agar bisa lulus dengan nilai yang tinggi demi menjaga citra sekolah dan akreditasi,ketika seleksi masuk penguruaan tinggi negeri guru guru sibuk memperbaiki nilai siswa nya  yang akan dikirim ke universitas agar para muridnya bisa diterima di perguruan tinggi negeri.

Tetapi apakah kita menyadari bahwa ini adalah contoh contoh nyata tindak korupsi ?apakah kita sadar bahwa kita adalah koruptor ?jika merujuk pada PASAL 3 UU NOMOR 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI yang berbunyi “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).” Jelas semua hal yang kita lakukan itu dikategorikan sebagai tindak korupsi,jelas pula kita adalah koruptor yang melakukan tindak pidana korupsi,semua yang kita anggap wajar itu ternyata adalah anomalia dalam bermasyarakat.

Loading...

Jadi bagai mana cara kita mengatasinya ?Semua kebiasaan itu dianggap wajar di dalam masyarakat komunal,terlalu kental nya unsur kekeluargaan membuat para pejabat menjadi tidak obyektif dan sering sekali memanfaatkan jabatannya untuk memberikan keuntungan kepada kerabatanya dan juga dirinya sendiri,uang suap diberikan sebagai ucapan terima kasih.

Ini bukanlah tradisi tapi suatu kesalahan yang seolah olah dibenarkan,pikiran pikiran anomalia seperti itu harus di berikan pemahaman agar masyarakat paham dengan apa yang dimaksud tindakan korupsi,para pejabat juga harus di berikan pemahaman tentang ke obyektifan di dalam mengambil keputusan yang mengatasnamakan jabatan.

Korupsi tidak hanya harus kita berantas,korupsi harus kita upayakan pencegahannya,korupsi harus kita pahami dan pelajari agar tidak terjebak lagi di dalam perbuatan tersebut.Peran serta masyarakat sangat berdampang besar bagi keberhasilan pemberantasan korupsi,pemberian pemahaman tentang tindak korupsi sudah harus dikenalkan dari sejak dini,mulai dari lingkungan keluarga,sekolah,dan juga lingkungan masyarakat.

Masyarakat komunal juga harus lebih mengedepankan sportivitas di dalam urusan urusan yang berkaitan dengan nepotisme,tidak lagi mengandalkan relasi atau kerabat yang memiliki jabatan untuk mempermudah suatu proses baik urusan administrasi,urusan penegakan hukum,maupun urusan suap agar lolos seleksi perguruan tinggi atau tes PNS.Pola pikir masyarakat harus di ubah dari yang tadinya menganggap tindakan suap dan nepotisme adalah hal yang wajar dan sudah menjadi tradisi,semua perspektif itu harus di ubah menjadi korupsi,kolusi,dan nepotisme itu adalah suatu penyimpangan yang ada di masyarakat dan harus di berantas.

Jadi,marilah kita sama sama merubah konsep pemikiran yang salah tentang tradisi suap di dalam masyarakat.Karena peran masyarakat lah yang sangat mempengaruhi berhasil tidak nya KPK melawan dan memberantas korupsi dinegara ini.Para pejabat dan penegak hukum berani berbuat curang karena masyarakat membiasakan dan menganggap perbuatan mereka adalah sesuatu yang wajar.

Oleh karena itu sebagai masyarakat yang hidup di era modern ini marilah kita lebih cerdas dalam mengantisipasi dan membantu pemberantasan korupsi dengan cara melaporkan segala tindakan tindakan yang menyalahi aturan yang dilakukan oleh pejabat negara ataupun penegak hukum,serta tidak melakukan tindakan suap dengan alasan sebagai ucapan terima kasih,karena pada dasarnya para pejabat negara dan penegak hukum melakukan segala pekerjaan nya itu adalah kewajiban dan sudah mendapat mandataris dari negara.

“Jika ingin negara maju,mari cerdaskan masyarakatnya,jika ingin negara bermartabat,mari tanamkan moralitas diri masyarakatnya”

Tags: Anti Korupsi, Uang Terima Kasih, Koruptor, Moralitas

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia, kira kira seperti apa ? Yuk simak artikelnya

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com