Pengertian Frasa, Jenis, dan Contohnya

Pendidikan 5 days ago
Pengertian Frasa, Jenis, dan Contohnya

Antara frasa dan kalimat yang hanya terdiri dari dua struktur kalimat (S+P) terkadang tidak bisa dibedakan. Karena frasa dan kalimat bisa hanya terdiri dari dua kata saja. Namun ternyata frasa memiliki ketentuan tersendiri dan menjadi bagian dari kalimat.

Sebagai batasan untuk membedakannya, frasa bisa digunakan untuk membentuk sebuah kalimat (berada dalam kalimat) sementara kalimat tidak dapat digunakan untuk membentuk frasa. Untuk lebih memperjelas berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian frasa, ciri-ciri, jenis dan contohnya.

Baca Juga: Jenis Kalimat, Ciri-ciri dan Contohnya.

Pengertian Frasa dan Ciri-cirinya

Pengertian Frasa Jenis dan Contohnya
Pengertian Frasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikat. Sementara Menurut Gorys Keraf frasa merupakan satuan konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan. Sementara menurut ramlan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih dan tidak melampaui jabatan. Artinya bahwa sebanya apapun kata tersebut jika tidak melebihi jabatan pada kalimat yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan maka masih bisa disebut frasa.

Ciri-ciri Frasa

Pengertian Frasa Jenis dan Contohnya
Ciri-ciri Frasa

Dari pengertian di atas maka dapat dirumuskan ciri-ciri frasa sebagai berikut:

  1. Terdiri dari dua kata atau lebih.
  2. Mempunya kedudukan gramatikal (tata bahasa) dalam kalimat.
  3. Mengandung satu kesatuan makna.
  4. Bersifat non-predikatif.

Jenis Frasa

Sama halnya dengan kalimat, frasa juga memiliki beberapa jenis. Jenis frasa dapat dibedakan berdasarkan kelas kata, unsur pembentukannya, dan kandungan maknanya. Berikut ini penjelasan lengkap tentang jenis frasa dan masing-masing contohnya.

Jenis Frasa Berdasarkan Kelas Kata

Pengertian Frasa Jenis dan Contohnya
Jenis Frasa Berdasarkan Kelas Kata

Berdasarkan kelas kata yang membentuknya, frasa dapat dibedakan menjadi sembilan jenis. Penjelasan lengkap dengan contohnya adalah sebagai berikut:

  • Frasa Nomina adalah kelompok kata benda yang terbentuk dari perluasan kata benda.

Contoh:

  1. Batu besar  (Butuh banyak batu besar untuk membuat pondasi)
  2. Hari Selasa (Saya berangkat hari selasa)
  3. Kursi tiga buah (Ruangan itu masih perlu ditambahkan kursi tiga buah)
  • Frasa Verbal adalah kelompok kata yang terbentuk dari kata-kata kerja.

Contoh:

  1. Bekerja keras (Kami harus bekerja keras setiap hari)
  2. Menyanyikan lagu (Dia menyanyikan lagu daerah pada lomba  17 agustus)
  3. Menerkam dan menangkap (Anjing itu menerkam dan menangkap kucing di jalanan)
  • Frasa Adjektif adalah kelompok kata yang terbentuk oleh kata sifat sebagai inti dan menambahkan kta lain yang berfungsi untuk menerangkan.

Contoh:

  1. Cantik sekali (Bunga ini canti sekali)
  2. Aman tenteram (Semua penduduk mengharapkan kondisi aman tenteram)
  3. Temanku sekarang (Temanku sekarang telah menjadi seorang dokter)
  • Frasa Adverbal adalah kelompok kata yang terbentuk dari keterangan kata sifat.

Contoh:

  1. Sangat kuat (Bangunan itu sangat kuat)
  2. Dengan Tenang (Dengan tenang dia mampu menyelesaikan pekerjaannya)
  3. Kurang pandai (Meskipun kurang pandai dia bisa berhasil lulus ujian nasional)
  • Frasa Pronominal adalah kelompok kata yang terbentuk dari penggunaan kata ganti.

Contoh:

  1. Kalian semua (Kalian semua adalah teman terbaikku)
  2. Engkau dan aku (Engkau dan aku ditakdirkan bersama)
  3. Pemuda-pemudi desa (Pemuda-pemudi desa bahu membahu membersihkan jalanan)
  • Frasa Numeralia adalah kelompok kata yang terbentuk dari kata bilangan.

Contoh:

Loading...
  1. Tiga biji kurma (Dia berbuka puasa dengan tiga biji kurma)
  2. Dua atau tiga orang (Dua atau tiga orang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan ini)
  3. Lima atau tujuh sapi (Entah lima atau tujuh sapi yang akan diqurban nanti)
  • Frasa Interogatif Koordinatif adalah kelompok kata yang berintikan pada kata tanya.

Contoh:

  1. Jawaban dari apa atau siapa ciri dari subjek kalimat. 
  2. Jawaban dari mengapa atau bagaimana merupakan pertanda dari jawaban predikat.
  • Frasa Demonstratif Koordinatif adalah kelompok kata yang terbentuk dari kata yang tidak saling menerangkan.

Contoh:

  1. Disini atau disana (Berada disini atau disana sama saja)
  2. Kami atau mereka (Kami atau mereka tidaklah berbeda
  3. Tebang atau bakar (Tebang atau bakar tidak menjadi masalah)

Frasa Preposisional Koordinatif adalah kelompok kata yang terbentuk dua kata depan yang tidak saling menerangkan.

Contoh:

  1. Dari dan ke (Perjalan dari dan ke kota membutuhkan waktu satu jam)
  2. Dari oleh dan untuk (Perpustakaan ini dari, oleh, dan untuk masyarakat)

Jenis Frasa Berdasarkan Unsur Pembentukannya

Pengertian Frasa Jenis dan Contohnya
Jenis Frasa Berdasarkan Unsur Pembentukannya

Berdasarkan unsur pembentukannya, frasa dapat dibedakan menjadi dua yaitu frasa endosentris dan frasa eksosentris. Silahkan lihat pembahasan lengkapnya.

  • Frasa Endosentris adalah kelompok kata yang unsur-unsurnya berfungsi menerangkan dan diterangkan atau diterangkan dan menerangkan.

Contoh:

  1. Kuda hitam (Paman membeli satu ekor kuda hitam)
  2. Dua Orang (Dua orang itu berjalan keliling kampung)
  3. Empat ekor (Empat ekor kuda berkeliaran di tepi sungai)
  • Frasa Eksosentris merupakan kelompok kata yang salah satu unsur pembentukannya mengandung kata tugas.

Contoh:

  1. Kepada mereka (Buku ini harus disampaikan kepada mereka)
  2. Dari kota (Buku itu dikirim dari kota)
  3. Untuk kami (Ayah membeli oleh-oleh untuk kami)

Jenis Frasa Berdasarkan Kandungan Makna

Pengertian Frasa Jenis dan Contohnya
Jenis Frasa Berdasarkan Kandungan Makna

Berdasarkan kandungan maknanya frasa dapat dibedakan menjadi dua yaitu frasa biasa dan frasa idomatik. Pembahasan lengkapnya adalah sebagai berikut.

  • Frasa Biasa adalah kelompok kata yang hasi pembentukannya mempunyai makna denotatif (Sebenarnya).

Contoh:

  1. Kambing hitam artinya kambing yang bulunya berwarna hitam. (Paman membeli kambing hitam).
  2. Meja hijau artinya meja yang berwarna hijau.(Tolong ambilkan asbak di meja hijau itu.)
  3. Berat sebelah artinya beratnya tidak sama.(Gerobak tukang bakso itu berat sebelah.)
  • Frasa Idiomatik adalah kelompok kata yang hasil pembentukannya mempunyai makna konotatif (Bukan sebenarnya).

Contoh:

  1. Berat sebelah artinya tidak adil.(Cara wasit memimpin pertandingan berat sebelah)
  2. Kambing hitam artinya pelaku tertuduh. (Dia selalu mencari kambing hitam dari setiap kesalahannya)
  3. Meja hijau artinya pengadilan. Ayah tidak terima penghinaan ini dan akan membawanya ke meja hijau.

Demikian pembahasan tentang pengertian Frasa lengkap dengan ciri-ciri dan contohnya masing-masing. Semoga bisa menjadi referensi dalam belajar Bahasa Indonesia. Mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik.

Tags: Belajar Bahasa Indonesia, Frasa, Pengertian Dan Jenis Frasa

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia, kira kira seperti apa ? Yuk simak artikelnya

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com