BENTUK-BENTUK PUISI - Vebma.com
BENTUK-BENTUK PUISI
Mengulas bentuk-bentuk karya sastra puisi beserta contohnya.

    Puisi adalah sebuah seni karya sastra yang disusun dengan kata indah bermakna serta unsur-unsur bunyi seperti rima dan ritma. Bahasa puisi dapat mengungkapkan perasaan dari sang penyair (penulis) yang dikemas dalam kalimat imajinatif dan disusun menggunakan struktur bahasa yang padat penuh makna. Menurut zamannya, puisi dibedakana menjadi dua yaitu puisi lama (pantun, mantra, dll) dan puisi baru (modern).

    Kali ini saya akan membahas puisi baru. Puisi baru dimulai pada era zaman angkatan pujangga baru. Berbeda dengan puisi lama, puisi baru sudah tidak terikat aturan-aturan alias bebas. Berikut bentuk-bentuk puisi baru :

  • Distikon

Terdiri atas dua baris tiap baitnya, contoh :

Sunyi 

Saat malam sunyi

Ku tenggelam dalam sepi 


Memang kegelapan ini 

Sangatlah menusuk hati

                                 karya : Bayu A.P.

  • Terzina

Terdiri atas tiga baris tiap baitnya, contoh : 

Cinta

Cinta ...

Mengapa dari mata

Turun ke hati


Cinta ...

Dimanakah letaknya

Dapatkah kita merasakannya


Cinta ... 

Ragukah engkau 

Akan kehadirannya

                          karya : Bayu A.P.

  • Quartin 

Terdiri atas empat baris tiap baitnya, contoh : 

Adzan

Saat ku sendiri 

Kudengar panggilanmu 

Tentramkan jiwa

Sejukan hati

                  karya : Bayu A.P.

  • Quint

Terdiri atas lima baris tiap bait, contoh : 

Kesepian 

Saat malam sunyi 

Ku tenggelam dalam sepi

Memang kegelapan ini 

Sangatlah menusuk hati 

Yang ku bisa hanyalah menikmati

                                               karya : Bayu A.P.

  • Sextet

Terdiri atas enam baris tiap baitnya, contoh : 

Para Pengabdi

Untukmu para pengabdi

Pahlawan bangsa pembangun negeri

Jasamu tak pernah dihargai

Yang kau dapat hanyalah makan hati

Namun hujan panas kau terjang 

Hingga Tuhan kan berikan jalan

                                            karya : Bayu A.P.

  • Septine

Terdiri atas tujuh baris tiap baitnya, contoh :

Kegelapan Hati Terluka

Hatiku tak seputih melati

Tak pula semerah mawar

Gelap hitam kelam

Bagai ruang tiada lilin

Apalah arti senyuman
Bila hidup penuh luka

Sengsara tiada tara 
                           karya : Bayu A.P.

  • Oktaf atau Stanza 

Terdiri atas delapan baris tiap baitnya, contoh:

Sang Pejabat

Tangis dan air mata rakyat

Selalu membawa luka

Sejuta derita ...

Tak sanggup meraka menahan

Kau pandang kami sebelah mata

Sehingga engkau tak mau menyapa

Kau anggap kami ini apa ... 

Sehingga engkau begitu tega

                                         karya : Bayu A.P.

  • Soneta 

Yang terakhir adalah soneta terdiri atas empat belas baris yang terbagi tiap baitnya. Biasanya dua bait quartin dan dua bait terzina atau gabungan yang lain. Contoh :

Gembala

Perasaan siapa tak menyala

Melihat anak berlagu dendang

Seorang saja ditengah padang

Tiada berbaju buka kepala


Beginilah nasib anak gembala

Berteduh dibawah kayu nan rindang

Semenjang pagi meninggalkan kandang

Pulang kerumah disenja kala


Jauh sedikit sesayup sampai 

Terdengar olehku bunyi serunai

Melagukan alam nan permai


Wahai gembala disegara hijau 

Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau

Maulah aku menurutkan engkau

                                             karya : Sanusi Pane

    Demikian sedikit ilmu tentang sastra bahasa indonesia. Dengan ini kita tahu bentuk-bentuk puisi dan bisa membedakan antara puisi lama dengan puisi baru. Semoga ulasan artikel ini bisa bermanfaat bagi sahabat sekalian.

Artikel ini di tulis oleh Bayu Adhi Purnama RaiderForest kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...
Loading...
loading...

Artikel Terkait

close