close
SMA vs Kuliah, Mana Sih Yang Paling Baik?
Baik SMA maupun Kuliah, keduanya adalah masa yang indah selama kita menjalaninya dengan positif.

“Masa paling indah adalah masa SMA”. Begitulah banyak orang menyebutkan bagaimana indahnya kisah SMA mereka. Mendengar kalimat ini, tentu tak jarang kita jadi bertanya-tanya, apa benar masa SMA yang terindah. Lantas, bagaimana dengan kuliah? Apa masa kuliah tidak indah? Bukankah masa kuliah yang lebih menentukan seperti apa kita di masa depan? Saat hendak kuliah, kamu akan dituntut untuk menjadi lebih dewasa, menemukan jati diri dan tujuan hidup, dan tak lupa menemukan pasangan hidupmu kelak. Melihat banyaknya tuntutan ini, tak jarang orang-orang merasa takut menghadapi masa kuliah dan tak jarang mengatakan “Aku mau SMA terus”. Padahal selama bisa dinikmati, masa kuliah juga terasa menyenangkan. Untuk kamu yang masih awam dengan dunia perkuliahan, berikut akan dipaparkan seperti apa perbedaan antara SMA dan kuliah. 

Jumlah orang di dalam kelas

Di sekolah, kamu hanya akan menemukan sekitar 30-40 peserta didik dalam satu kelas. Sementara di ruang kuliah, kamu akan bertemu dengan 50-100 mahasiswa. Jumlah ini tak jarang sudah termasuk para mahasiswa “tua” yang mengulang mata kuliah tersebut. Selain itu, di bangku kuliah, kamu akan merasakan bagaimana sistem belajar yang dinamis, dimana untuk 1 mata kuliah, kamu bisa bertemu dengan banyak dosen. 

Sistem Kredit Semester (SKS)

via gusti8official.org

Selama sekolah, kamu hanya perlu mengikuti seluruh pelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Sementara saat kuliah, kamu bisa memilih mata kuliah mana yang ingin kamu ikuti, tentunya sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan universitas. Misalnya, ada 3 mata kuliah pilihan yang tersedia, kamu bisa memilih salah satu saja tergantung minat dan kapasitasmu. Selain itu, ada juga sejumlah mata kuliah yang hanya dapat diambil jika sebelumnya kamu berhasil mendapat nilai minimal B pada mata kuliah tertentu. Umumnya pihak jurusan membuat mata kuliah paket pada 2 semester awal sehingga kamu dapat belajar beradaptasi dengan SKS. 

Dosen Pembimbing Akademik

 via www.educationquest.org

Selama kuliah, kamu akan memiliki 1 Dosen Pembimbing Akademik (PA) yang akan memandu kamu dalam membuat rencana perkuliahan lewat Kartu Rencana Studi (KRS). Setiap awal semester, akan ada konsultasi untuk mengevaluasi hasil belajarmu pada semester lalu dan penentuan mata kuliah yang akan kamu jalani pada semester baru. Nah, hal seperti ini tidak akan kamu temukan di sekolah. Memang di SMA ada guru Bimbingan Konseling (BK) yang kerap mengurus permasalahan siswa. Namun karena banyaknya siswa yang harus ditangani, Guru BK sulit mengenalmu secara pribadi. Sementara Dosen PA, ia mengenalmu secara pribadi. 

Absensi

via www.anakgundar.com/

Sekolah mewajibkanmu untuk menghadiri seluruh pelajaran. Sedangkan universitas memberikan sedikit kelonggaran, dimana absen yang dilihat hanya 80% saja. Artinya, kamu boleh tidak menghadiri perkuliahan sebanyak 2 kali. Selain itu, ada sejumlah dosen yang tidak begitu memperdulikan absensi. Yang terpenting bagi mereka ialah kamu mampu mencapai nilai sempurna dalam Kuis, UTS, dan UAS. 

Buku

Saat sekolah, kamu dituntut untuk menggunakan buku-buku yang sudah ditentukan sekolah. Beda halnya dengan kuliah, kamu bebas memilih buku mana yang akan kamu pelajari selama tajuknya sama. Selama kuliah, kamu akan memerlukan banyak referensi. Jadi kamu harus membaca banyak buku dan jurnal, baik itu dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa asing. 

Penelitian Ilmiah

via masjaki.com

Nah, inilah yang paling membedakan antara SMA dan kuliah. Selama menjadi mahasiswa, kamu akan merasakan bagaimana proses membuat penelitian ilmiah. Di sini, kamu tidak hanya sekedar bereksperimen dengan tabung reaksi, tanaman, ataupun kelompok masyarakat. Kamu juga dituntut untuk menuangkan hasil penelitianmu ke dalam bentuk karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, tentunya dengan menggunakan metode dan perhitungan yang akurat. 


Yang paling membedakan antara SMA dan kuliah adalah soal kemandirian. Di SMA, guru akan setia mengingatkanmu untuk belajar di rumah ataupun membentuk kelompok belajar. Sedangkan dosen akan menuntut kamu untuk belajar secara mandiri tanpa perlu diingatkan. Pada intinya, kamu harus memotivasi dirimu sendiri untuk maju. 

Dari perbedaan-perbedaan di atas, kamu dapat melihat bagaimana teraturnya masa SMA dan bagaimana bebasnya masa kuliah. Meski demikian, kita dapat menentukan satu yang terbaik. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan itu semua tergantung dari bagaimana kamu menyikapinya. Yang pasti, kamu harus mampu menjalani masa SMA dan kuliahmu dengan positif. 

Artikel ini di tulis oleh Rahel kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang
Loading...

Artikel Terkait