Korupsi - Pengertian, Sejarah, Unsur, Penyebab, Bentuk dan Jenisnya

Pengertian 1 week ago
Korupsi - Pengertian, Sejarah, Unsur, Penyebab, Bentuk dan Jenisnya

Korupsi merupakan tindakan kejahatan yang sangat merugikan negara. Parahnya, Indonesia sendiri termasuk salah satu negara yang memiliki kasus korupsi yang cukup banyak. Sampai-sampai sudah bukan hal yang heran lagi jika ada pejabat yang ditangkap KPK karena tersangkut kasus korupsi. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian, sejarah, unsur, penyebab, bentuk dan jenis korupsi berikut ini.

Pengertian Korupsi

Kata korupsi sebenarnya berasal dari bahasa latin corruptio yang artinya busuk, rusak, menyogok. Secara umum, korupsi diartikan sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan / kepercayaan demi meraih keuntungan. Sedangkan pengertian korupsi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Korupsi merupakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan demi menguntungkan atau memperkaya diri sendiri atau orang lain. Korupsi juga bisa diartikan sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan karena posisi yang dimilikinya, yang mengakibatkan keuangan negara merugi.

2. Menurut Haryatmoko

Korupsi merupakan upaya penyalahgunaan posisi atau kekuasaan demi menguntungkan kepentingan diri sendiri.

3. Menurut Brooks

Korupsi merupakan kesalahan yang dilakukan secara sengaja demi meraih keuntungan pribadi.

4. Menurut Alatas

Korupsi merupakan tindakan penipuan atau pencurian yang dilakukan dengan cara mengkhianati kepercayaan. Ada beberapa bentuk korupsi, dua di antaranya adalah nepotisme dan korupsi otogenik.

5. Menurut Gunnar Myrdal

Korupsi merupakan masalah yang terjadi dalam pemerintahan karena para pejabatnya terbiasa untuk menyuap dan melakukan penggelapan uang.

Sejarah Korupsi

Korupsi ternyata telah berlangsung sejak dahulu kala sebelum zaman Indonesia merdeka. Pada masa kerajaan, banyak tindakan korupsi yang terjadi karena perebutan kekuasaan. Bahkan kabarnya, kerajaan besar di Indonesia akhirnya runtuh karena permasalahan korupsi ini. Saat itu, korupsi didominasi oleh keluarga kerajaan.

Sedangkan pada masa penjajahan, korupsi bertambah parah. Pejabat Portugis dan Belanda yang menjajah Indonesia malah melakukan korupsi. Tak hanya itu, rakyat juga diminta untuk memberikan upeti dengan nilai yang tinggi.

Kini, setelah Indonesia merdeka, nyatanya praktek korupsi masih saja berlangsung di kalangan pemerintah. Berbagai aturan hukum telah ditetapkan, namun hal ini tampaknya belum mampu membuat para koruptor jera.

Unsur-Unsur Korupsi

Suatu perbuatan termasuk tindak pidana korupsi bila memenuhi beberapa unsur berikut ini:

1. Melanggar hukum yang berlaku
2. Terjadi penyalahgunaan kekuasaan, kesempatan atau sarana
3. Melakukan upaya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi
4. Berdampak pada keuangan negara (merugikan perekonomian negara)

Penyebab Korupsi

Menurut teori yang disampaikan Jack Bologne, ada beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya korupsi:

1. Serakah (Greeds)

Hal ini berkaitan erat dengan tingkat keserakahan yang ada dalam diri seseorang.

2. Kesempatan (opportunities)

Banyak yang mengatakan kalau kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Hal ini memang benar, jika ada kesempatan untuk melakukan kecurangan, tentu saja semua orang akan tergoda untuk melakukannya, bukan?

3. Kebutuhan (Needs)

Hal ini berkaitan erat dengan kebutuhan hidup seseorang, seperti kebutuhan pangan, kebutuhan diri sendiri, kebutuhan anggota keluarganya, dan lain sebagainya.

4. Pengungkapan (Exposures)

Pengungkapan merupakan hukuman atau konsekunsi yang akan dihadapi seseorang jika terbukti melakukan kecurangan. Banyak yang mengatakan kalau hukuman pelaku korupsi di Indonesia tergolong lemah. Karena itulah, banyak sekali pejabat yang berani melakukan korupsi.

Loading...

Baca Juga: Demonstrasi - Pengertian, Penyebab, Faktor Pendukung, Cara Melakukan, Contoh dan Dampaknya.

Bentuk Korupsi

Tindak pidana korupsi bisa dilakukan dalam beberapa bentuk seperti:

1. Penyuapan (Bribery)

Yang dimaksud dengan penyuapan di sini adalah kegiatan memberi dan menerima suap, entah itu suap berupa barang ataupun uang.

2. Embezzlement

Embezzlement adalah kegiatan penipuan dan pencurian sumber daya yang dilakukan oleh pihak pengelola. Sumber daya ini bisa berupa dana publik ataupun barang berharga tertentu.

3. Fraud

Fraud adalah kejahatan ekonomi yang dilakukan dengan cara menipu atau memanipulasi informasi demi meraih sejumlah keuntungan.

4. Extortion

Extortion merupakan tindakan meminta uang atau sumber daya tertentu secara paksaan. Biasanya extortion dilakukan oleh pihak yang berkuasa dengan memberikan intimidasi / ancaman.

5. Favouritism

Favouritism adalah kegiatan penyalahgunaan kekuasaan di mana sumber daya yang ia kelola menjadi hak milik pribadi (terjadi privatisasi sumber daya)

Jenis-Jenis Korupsi

Menurut Anwar, korupsi bisa dibedakan menjadi empat jenis:

1. Korupsi ekstortif

Korupsi ini dilakukan oleh kalangan pengusaha dengan cara memberikan suap kepada pihak yang lebih berkuasa.

2. Korupsi manipulatif

Contoh dari korupsi manipulatif seperti permintaan pengusaha agar pihak eksekutif mau membuat peraturan / UU tertentu yang menguntungkan usaha pribadinya.

3. Korupsi nepotistik

Korupsi ini bisa terjadi karena adanya ikatan kekeluargaan, ikatan persahabatan, dan lain sebagainya.

4. Korupsi subversif

Korupsi subversif dilakukan dengan cara mengambil uang negara secara sewenang-wenang, lalu mengalihkannya ke pihak asing demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Sedangkan menurut UU No. 31 Tahun 1999, korupsi dibedakan menjadi dua jenis yaitu korupsi aktif dan korupsi pasif.

1. Korupsi aktif

Berikut ini adalah beberapa perbuatan ilegal yang termasuk dalam korupsi aktif:

  • Melanggar hukum demi memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi, yang berdampak pada kerugian keuangan negara
  • Penyalahgunaan kekuasaan atau kesempatan karena jabatan yang ia miliki
  • Memberi hadiah suap pada pihak tertentu
  • Menjanjikan hadiah dengan meminta pihak lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu
  • Sengaja melakukan tindakan kecurangan
  • Melakukan kegiatan penggelapan uang atau barang berharga

2. Korupsi pasif

Yang termasuk tindakan korupsi pasif adalah sebagai berikut:

  • Menerima permintaan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu
  • Membiarkan perbuatan curang terjadi
  • Menerima hadiah tidak wajar dari pihak tertentu
  • Menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan yang ia miliki

Tags: Korupsi - Pengertian, Sejarah, Unsur, Penyebab, Bentuk Dan Jenisnya

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com