Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya

Pengertian 1 month ago
Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya

Puisi baru atau puisi modern adalah pengembangan dari puisi lama. Puisi baru berbentuk lebih bebas dari segi bentuk. Puisi baru mulai dipopulerkan pada tahun 1945 dan Chairil Anwar sebagai pelopornya. Puisi baru dianggap sebagai semangat para penyair dalam kebebasan untuk berbicara, menuangkan karya yang tidak terikat pada aturan kaku seperti pada puisi lama.

Puisi baru menjadi materi yang selalu ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Pengenalan tentang puisi modern mulai dilakukan pada bangku sekolah dasar sampai ke tingkatan perguruan tinggi.

Baca juga: Pengertian Puisi Lama, Jenis dan Contohnya.

Pengertian Puisi Baru

Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih besar dan tidak terikat dengan aturan-aturan layaknya Puisi lama. Perbedaan paling mendasar antara puisi baru dengan puisi lama adalah nama puisi baru sudah dicantumkan dalam puisi, sehingga pengarang puisi sudah diketahui.

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Pengertian Puisi Baru

Jenis Puisi Baru

Puisi baru terbagi menjadi 15 jenis. Pembagian puisi dibedakan berdasarkan bentuknya yaitu jumlah baris dalam setiap bait. Selain itu jenis puisi juga dilihat dari tujuan atau maksud dari isi puisi. Selengkapnya tentang jenis puisi baru dapat anda lihat pada pembahasan setiap jenisnya berikut ini.

Balada

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Balada

Balada adalah jenis puisi baru yang berbentuk sajak sederhana, mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan kadang-kadang dinyanyikan dan kadang-kadang dalam bentuk dialog.
Contoh balada:

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo (Oleh W.S Rendra)
Dengan kuku-kuku besi kuda menebah perut bumi
Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para
Mengepit kuat-kuat lutut menunggang perampok yang diburu
Surai bau keringat basah, jenawi pun telanjang

Segenap warga desa mengepung hutan itu
Dalam satu pusaran pulang balik Atmo Karpo
Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang
Berpancaran bunga api, anak panah di bahu kiri

Satu demi satu yang maju terhadap darahnya
Penunggang baja dan kuda mengangkat kaki muka.

Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal!
Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa.

Majulah Joko Pandan! Di mana ia?
Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.

Anak panah empat arah dan musuh tiga silang
Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang.

Joko Pandan! Di mana ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Bedah perutnya tapi masih setan ia
Menggertak kuda, di tiap ayun menungging kepala

Joko Pandan! Di manakah ia!
Hanya padanya seorang kukandung dosa.

Berberita ringkik kuda muncullah Joko Pandan
Segala menyibak bagi derapnya kuda hitam
Ridla dada bagi derunya dendam yang tiba.

Pada langkah pertama keduanya sama baja.
Pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo
Panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.

Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka
Pesta bulan, sorak sorai, anggur darah.

Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedang
Ia telah membunuh bapaknya.

Himne

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Himne

Himne adalah jenis puisi baru yang berupa nyanyian pujaan biasanya ditujukan kepada tuhan, dewa atau orang-orang yang dianggap sebagai pahlawan.

Contoh himne:

Doa (Oleh) Taufiq Ismail

Tuhan kami
Telah nista kami dalam dosa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami
Menggunakan asmaMu bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami
Ampunilah
Amiin

Ode

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Ode

Ode adalah jenis puisi baru yang berisikan semangat pujaan dalam nada agung dan tema serius. Ode berasal dari bahasa Yunani yang berarti nyanyian karena biasanya dinyanyikan dalam paduan suara sambil menari-nari dalam drama yunani kuno.
Contoh ode:

Teratai (Oleh: Sanusi  Pane)

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri Laksmi mengarang
Biarpun ia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia

Teruslah, O Teratai Bahagia
Berseri di kebun Indonesia

Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga Zaman

Epigram

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Epigram

Epigram adalah jenis puisi baru yang berupa syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan atau peristiwa yang diakhiri dengan pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran.
Contoh epigram:

Cinta (Oleh: Khalil Gibran)
kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat
ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Romansa

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Romansa

Romansa adalah jenis puisi baru yang berisi luapan rasa cinta seseorang kepada kekasihnya.
Contoh romansa:

Sajak Putih (OLeh: Chairil Anwar)
Buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

Elegi

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Elegi

Elegi adalah jenis puisi baru yang berisi tentang ratapan atau ungkapan duka cita khususnya pada peristiwa kematian.

Contoh elegi:

Buah rindu (Oleh: Amir Hamzah)

Dikau sambur limbur pada senja
Dikau alkamar purnama raya
Asalkan kanda bergurau senda
Dengan adinda tajuk mahkota.

Di tuan rama – rama melayang
Di dinda dendang sayang
Asalkan kanda selang menyelang
Melihat adinda kekasih abang.

Ibu, seruku laksana pemburu
Memikat perkutut di pohon ru
Sepantun swara laguan rindu
Menangisi kelana berhati mutu

Kelana jauh duduk merantau
Dibalik gunumg dewala hijau
Diseberang laut cermin silau
Tanah jawa mahkota pulau…

Buah kenangku entah kemana
Lalu mengembara kesini sana
Haram berkata sepatah jua
Ia lalu meninggalkan beta.

Loading...

Ibu lihatlah anakmu muda belia
Setiap waktu sepanjang masa
Duduk termenung berhati duka
Laksana Asmara kehilangan seroja.

Bunda waktu tuan melahirkan beta
Pada subuh kembang cempaka
Adakah ibunda menaruh sangka
Bahwa begini peminta anakda ?

Wah kalau begini naga – naganya
Kayu basah dimakan api
Aduh kalau begini laku rupanya
Tentulah badan lekaslah fani.

Satire

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Satire

Satire adalah jenis puisi baru yang dibuat untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang.

Contoh satire:

DI NEGERI AMPLOP (Oleh: Gus Mus)
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya “malu”
Samson tersipu – sipu, rambut keramatnya ditutupi topi “rapi – rapi”
David coverfil dan rudini bersembunyi “rendah diri”
Entah, andai Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya

Amplop – amplop di negeri amplop mengatur dengan teratur
Hal – hal yang tak teratur menjadi teratur
Hal – hal yang teratur menjadi tak teratur
Memutuskan putusan yang tak putus
Membatalkan putusan yang sudah putus

Amplop – amplop menguasai penguasa
Dan mengendalikan orang – orang biasa
Amplop – amplop membeberkan dan menyembunyikan
Mencairkan dan membekukan
Mengganjal dan melicinkan

Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa nafsu
Orang sakti bisa mati
Di negri amplop, amplop – amplop mengamplopi apa saja dan siapa saja.

Distikon

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Diskoton

Distikon adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri atas dua baris.

Contoh distikon:

(Or. Mandank)

Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

Terzina

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Terzina

Terzina adalah jenis puisi baru yang setiap baitnya terdiri atas tiga baris.

Contoh terzina:

BAGAIMANA (Oleh: Or. Mandank)
Kadang-kadang aku benci
Bahkan sampai aku maki
........ diriku sendiri
Seperti aku
menjadi seteru
........ diriku sendiri
Waktu itu
Aku ........
seperti seorang lain dari diriku
Aku tak puas
sebab itu aku menjadi buas
menjadi buas dan panas

Kuatrain

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Kuatrain

Kuatrain adalah jenis puisi baru yang berupa sajak empat seuntai, setiap baitnya terdiri atas empat baris dan bersajak ab ab.

Contoh kuatrain:

MENDATANG-DATANG JUA (Oleh: A.M. Daeng Myala)
Mendatang-datang jua
Kenangan lama lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau

Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu

Kuint

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Kuint

Kuint adalah jenis puisi baru yang berupa sajak, terdiri dari lima baris setiap baitnya.

Contoh Kuint:

HANYA KEPADA TUAN (Oleh: Or. Mandank)
Satu-satu perasaan
Yang saya rasakan
Hanya dapat saya katakan
kepada Tuan
Yang pernah merasakan

Satu-satu kegelisahan
Yang saya rasakan
Hanya dapat saya kisahkan
kepada Tuan
Yang pernah di resah gelisahkan

Satu-satu desiran
Yang saya dengarkan
Hanya dapat saya syairkan
kepada Tuan
Yang pernah mendengarkan desiran

Satu-satu kenyataan
Yang saya didustakan
Hanya dapat saya nyatakan
kepada Tuan
Yang enggan merasakan

Sektet

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Sektet

Sektet adalah jenis puisi baru berbentuk sajak enam seuntai atau setiap baitnya terdiri dari enam baris.

Contoh sektet:

MERINDUKAN BAGIA (Oleh: Ipih)
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Alam seperti dalam samadhi
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih

Septima

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Septima

Septima adalah jenis puisi baru yang berbentuk sajak tujuh seuntai artinya setiap bait terdiri dari tujuh baris.

Contoh septima:

API UNGGUN (Oleh: Intojo)
Diam tenang kami memandang
Api unggun menyala riang
Menjilat meloncat menari riang
Berkilat-kilat bersinar terang
Nyala api nampaknya curai
Hanya satu cita dicapai
Alam nan tinggi, sunyi, sepi

Oktaf/ Stanza

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Oktaf/ Stanza

Oktaf/stanza adalah jenis puisi baru berbentuk sajak delapan seuntai artinya setiap bait terdiri dari delapan baris.

Contoh Oktaf/ Stanza

PERTANYAAN ANAK KECIL (Oleh: Mr. Dajoh)
Hai kayu-kayu dan daun-daunan!
Mengapakah kamu bersenang-senang?
Tertawa-tawa bersuka-sukaan?
Oleh angin dan tenang, serang?
Adakah angin tertawa dengan kami?
Bercerita bagus menyenangkan kami?
Aku tidak mengerti kesukaan kamu!
Mengapa kamu tertawa-tawa?

Hai kumbang bernyanyi-nyanyi!
Apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan?
Bunga-bungaan kau penuhkan bunyi!
Apakah yang kamu bunyi-bunyikan?
Bungakah itu atau madukah?
Apakah? Mengapakah? Bagaimanakah?
Mengapakah kamu tertawa-tawa? 

Soneta

Pengertian Puisi Baru, Jenis dan Contohnya
Soneta

Soneta adalah jenis puisi baru yang menggabungkan antara kuatrain dan terzina yang jumlah secara keseluruhan dalam satu bait terdiri dari empat belas baris dengan pembagian yaitu 2 buah kuatrain dan 2 buah terzina.

Contoh soneta:

GEMBALA (Oleh: Muhammad Yamin)
Perasaan siapa ta’kan nyala
Melihat anak berlagu dendang
Seorang saja di tengah padang
Tiada berbaju buka kepala

Beginilah nasib anak gembala
Berteduh di bawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala

Jauh sedikit sesayup sampai
Terdengar olehku bunyi serunai
Melagukan alam nan molek permai

Wahai gembala di segara hijau
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau
Maulah aku menurutkan dikau

Demikian pembahasan lengkap tentang pengertian puisi baru. Semoga bisa dijadikan referensi dalam Belajar Bahasa Indonesia. Mudah-mudahan pembahasan kami mudah dipahami dan dipraktekkan dalam pembuatan puisi baru.

Tags: Pengertian Puisi, Puisi Baru

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com