Walau Sudah Berumur 20 tahun, Tiang bendera di Benteng Keraton Buton ini Tetap berdiri Kokoh

03-09-2016 (3 months ago)

Benteng Keraton Buton yang merupakan benteng terluas dan terbesar di dunia ini memiliki tiang bendera unik yang tidak pernah roboh selama 289 tahun

Indonesia memang memiliki banyak sekali hal unik dan menarik yang tidak bisa anda lupakan. Dan kali ini hal unik peninggalan jaman kerajaan dulu berada di Benteng Keraton Buton. Di tempat ini terdapat sebuah tiang bendera unik yang memiliki tinggi sekitar 21 meter. Sebenarnya tiang ini tidak ada yang terlalu berbeda dengan tiang bendera pada umumnya, namun keunikan dari tiang bendera ini adalah usianya.

Tiang bendera ini ternyata sudah berdiri selama 289 tahun lamanya dan hingga saat ini masih berdiri kokoh tanpa ada kerusakan yang berarti. Tiang bendera ini memang sama sekali belum pernah dipugar, sehingga benar-benar masih asli ketika pertama kali di dirikan oleh kerajaan pada jaman dulu.

Sekedar informasi, tiang bendera Benteng Keraton Buton ini sudah berdiri sejak abad ke 13 dan memiliki bahan dasar dari kayu yang biasa digunakan untuk menaikan bendera longa-longa milik kesultanan Buton yang diketahui memiliki gambar ular laut. Tiang bendera berusia ratusan tahun ini memiliki nama Kasulana Tombi dimana dalam bahasa adat setempat berarti tiang bendera.

Sejarah yang tercatat jika tiang bendera ini sudah berdiri sejak tahun 1721 dan masih kokoh hingga saat ini. Sementara itu Benteng Keraton Buton sendiri terletak di wilayah Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Benteng ini berdiri di sebuah tanah yang cukup luas yakni sekitar 22,8 hektar dan saat ini menjadi salah satu benteng terluas di dunia. Tentu saja hingga saat ini Benteng Keraton Buton ini menjadi salah satu objek wisata paling terfavorit di area Sulawesi Tenggara.

Sejarah lain dari tiang bendera di Benteng Keraton Buton ini ternyata adalah hasil pembangunan dari Sultan Saikuddin Darul Alam. Sultan tersebut membangun bendera ini dengan hati-hati dan memastikan jika bahan kayu yang digunakan adalah kayu jati yang terbutki sangat kuat bahkan setelah dibiarkan dalam usia hingga ratusan tahun sekalipun.

Kekuatan dari tiang ini memang sangat luar biasa, meski terkena hujan, panas, dan angin kencang sekalipun selama ratusan tahun tidak pernah roboh atau berpindah posisi. Tiang bendera buatan Sultan Saikuddin Darul Alam ini bahkan pernah akan dirobohkan oleh seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa.

Namun usaha tersebut ternyata sia-sia dan tiang bendera gagal dirobohkan meski sudah ditendang dan di dorong dengan kuat. Bahkan dari cerita sejarah bajak laut sempat menyerang ke benteng ini namun tetap saja kondisi dari tiang bendera ini masih sangat kuat dan kokoh berdiri tegak hingga saat ini. Masyarakat sekitar pun mulai percaya jika tiang ini sudah mendapatkan doa-doa dari Tuhan YME yang membuktikan jika tiang ini masih tetap berdiri dengan kuat dan tegak meski berulang kali sudah akan dirobohkan dengan paksa dan dengan cara apapun.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel