Candi Plaosan, Wisata Budaya yang Berbalut Kisah Romantis

Wisata 3 months ago
Candi Plaosan, Wisata Budaya yang Berbalut Kisah Romantis

Candi Plaosan adalah salah satu tempat wisata bersejarah yang dapat dikategorikan sebagai candi bercorak Budha. Merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno, candi ini mempunyai kemiripan dengan beberapa candi bercorak Budha lainnya yang berada di Yogyakarta seperti Candi Sari, Candi Borobudur, Candi Sewu serta Candi Kalasan.

Secara administratif Candi Plaosan terletak pada Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Nama Candi Plaosan sendiri diperoleh dari lokasi ditemukannya situs bersejarah ini yaitu Dukuh Plaosan. Apabila kamu tengah mengunjungi Candi Prambanan, maka kamu juga wajib mengunjungi candi ini. Karena letaknya yang hanya berjarak 1 kilometer dari Candi Prambanan dan sekitar 18 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Plaosan
Candi Plaosan

Kompleks candi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Keindahan dari bangunan candi ini juga tak kalah dengan candi-candi Budha lainnya. Dibangun dengan perpaduan antara arsitektur Hindu dan Budha, membuat objek wisata budaya ini memiliki nilai seni tinggi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sejarah Candi Plaosan

Candi Plaosan diperkirakan dibangun pada abad ke 9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada masa Kerajaan Mataram Kuno atau sering juga disebut Mataram Hindu. Terdapat sebuah kisah romantis dibalik pembangunan candi Budha ini. Candi ini dibangun sebagai bukti cinta Raja Rakai Pikatan kepada istrinya yaitu Sri Kahulunan.

Menurut sebuah prasasti yang bernama Cri Kahulunan pada tahun 842 Masehi, dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan dan mendapat dukungan oleh Raja Rakai Pikatan yang merupakan suaminya. Seorang arkeolog bernama De Casparis mengungkapkan bahwa Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, yang diketahui merupakan putri dari Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra.

Ratu Sri Kahulunan yang memeluk agama Budha dari Wangsa Syailendra, menikah dengan Raja Rakai Pikatan yang beragama Hindu dari Wangsa Sanjaya. Pernikahan tersebut merupakan awal bersatunya antara Wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya di Jawa Tengah.

Bersatunya dua wangsa yaiu Syailendra dan Sanjaya juga berpengaruh pada arsitektur bangunan candi-candi setelahnya. Perpaduan antara budaya Hindu dan Budha memperkaya seni arsitektur serta mempercantik Candi Klaosan ini.

Pada tahun 2003 tepatnya bulan Oktober, ditemukan sebuah prasasti yang letaknya tak jauh dari kompleks Candi Plaosan Kidul. Diperkirakan prasasti tersebut berasal dari abad ke 9 Masehi. Prasasti yang memiliki ukuran 18,5 x 2,2 cm tersebut terbuat dari lempengan emas. Prasasti tersebut ditulis dengan bahasa sansekerta serta menggunakan huruf Jawa Kuno.

Tjahjono Prasodjo seorang epigraf yang dipercaya untuk mengkaji isi dari prasasti tersebut menyebutkan, bahwa penemuan prasasti ini menjadi salah satu bukti kuat bahwa Candi Plaosan di bangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan.

Kompleks Candi Plaosan merupakan kompleks candi yang cukup luas. Dikelilingi oleh parit buatan berukuran 440 meter x 270 meter. Di duga parit tersebut digunakan untuk menurunkan air tanah di kompleks candi agar tanah menjadi lebih padat.

Candi Plaosan Lor (Utara)

Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul dipisahkan oleh sebuah jalan yang lebarnya sekitar 20 meter. Ketika kamu memasuki area candi, kamu akan melihat dua pasang Arca Dwarapala yang berada pada pintu masuk utara dan selatan. Kedua Arca tersebut akan menyambut kamu dan berdiri saling berhadapan. Arca Dwarapala dapat diartikan sebagai penjaga pintu dalam bahasa sansekerta.

Arca tersebut kira-kira berukuran setinggi manusia dewasa. Dengan posisi duduk pada kaki kanan yang melipat sedangkan kaki kiri ditekuk kedepan. Pada tangan sebelah kanan arca tersebut memegang gada, dan tangan kiri berada diatas lutut. 

Pada halaman utara berada teras batu yang berbentuk persegi dikelilingi oleh umpak batu. Teras batu tersebut diduga konon menjadi tempat untuk meletakkan berbagai sesajen. Selain itu, juga terdapat 6 buah stupa dengan ukuran cukup besar pada halaman ini. Teras serupa juga terdapat pada halaman bagian selatan, namun ukuran lebih kecil.

Pada kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua bangunan bertingkat dua yang merupakan candi utama dari kompleks candi ini. Dua bangunan tersebut dipagari dengan pagar batu. Kedua candi utama tersebut memiliki bentuk yang identik, serta dikelilingi candi perwara yang berjumlah 174.

Candi-candi perwara ini terdiri dari 58 candi kecil dan 116 berbentuk stupa, 19 candi berbaris sejajar di sebelah timur. Sedangkan 7 candi berbaris di sebelah utara dan selatan candi utama. 17 candi lainnya berjejer didepan kedua candi utama. Yang menarik dari candi ini, permukaan teras pada candi utama memiliki permukaan yang sangat halus.

Sementara itu, pada pagar batu yang melindungi candi utama pada sisi barat terdapat sebuah pintu gerbang berupa gapura paduraksa. Gapura tersebut dihiasi dengan deretan relief mahkota kecil di atapnya. Puncak atap gapura yang berbentuk persegi juga dihiasi dengan mahkota-mahkota kecil.

Loading...

Bangunan Utama Candi Plaosan Lor

Kedua bangunan pada candi utama Plaosan Lor ini berdiri diatas kaki setinggi kurang lebih 60 cm. Terdapat pula tangga sebagai akses menuju pintu yang dilengkapi dengan sisi-sisi tangga. Kedua sisi tangga tersebut dihiasi dengan pahatan kepala naga pada bagian pangkal tangga. Sedangkan bingkai pintu terdapat relief bermotif bunga dan sulur-sulur.

Dinding pada kedua candi utama dipoles dengan relief yang berbentuk manusia. Relief tersebut mempunyai ukuran yang hampir sama dengan manusia dewasa. Relief pada candi bagian selatan menggambarkan laki-laki, sedangkan pada bagian utara mewujudkan perempuan.

Candi utama dari Candi Plaosan Lor mempunyai enam buah ruangan. Tiga ruangan terletak pada bagian bawah, dan tiga berada pada tingkat dua. Pada ruang tengah candi terdapat 3 Arca Budha duduk berjejer di atas padmasana. Padmasana merupakan bahasa sansekerta yang dapat diartikan sebagai tempat sembahyang. Sayangnya, arca Budha yang berada ditengah tidak dapat dilihat lagi karena hilang.

Candi Plaosan Kidul (Selatan)

Candi Plaosan Lor dan Kidul hanya dipisahkan oleh sebuah jalan yang lebarnya sekitar 20 meter. Kondisi dari kompleks candi ini sangat berbeda dengan kompleks Candi Plaosan Lor. Bangunan-bangunan pada Plaosan Lor masih berdiri tegak, sedangkan Plaosan Kidul hanya tinggal reruntuhan batu yang merupakan komponen dari candi.

Pada kompleks candi bagian selatan ini hanya menyisakan beberapa candi perwara yang masih bisa dilihat keindahannya. Hingga saat rekonstruksi Plaosan Kidul masih dilakukan demi upaya untuk menjaga kelestarian peninggalan bersejarah tersebut.

Wisata Sejarah

Candi Plaosan merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup favorit bagi para wisatawan domestik maupun asing. Bila kamu merupakan penggemar tempat wisata budaya, maka situs peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini patut untuk kamu jadikan tujuan selanjutnya. Mudah diakses dari pusat kota, serta jaraknya yang dekat dengan Candi Prambanan merupakan nilai tambah dari bangunan kuno ini.

Selain itu, kamu juga akan disuguhkan dengan arsitektur bangunan perpaduan antara budaya Hindu dan Budha yang membuat candi ini terasa istimewa. Keindahan arca, relief, serta pahatan pada candi ini tak kalah dengan candi-candi lain seperti Candi Prambanan ataupun Candi Borobudur.

Wisata Fotografi

Kompleks Candi Plaosan juga merupakan objek menarik bagi kamu yang memiliki hobi fotografi. Tak sedikit fotografer yang menjadikan Candi Plaosan sebagai objek foto karena memiliki spot-spot tertentu yang menawan. Candi ini sudah menjadi primadona bagi para fotografer dan merupakan candi yang lengkap untuk fotografi.

Selain itu candi ini juga sering digunakan sebagai tempat untuk foto pre wedding. Tak hanya mempunyai nilai historis yang tinggi, namun tempat ini juga dibangun atas dasar kisah cinta antara Raja Rakai Pikatan dan Ratu Sri Kahulunan.

Menikmati Keindahan Alam Candi Plaosan

Tak hanya menawarkan keindahan budaya yang ada pada bangunan, kompleks Candi Plaosan juga mempunyai pemandangan alam yang masih asri. Kamu akan disuguhkan hijaunya hamparan sawah disekeliling kompleks candi yang akan memanjakan sejauh mata memandang.

Jika kamu datang pada cuaca yang cerah, kamu bisa melihat keindahan Candi Plaosan dengan latar belakang Gunung Merapi. Pesona dari candi ini seakan tak ada habisnya, jika kamu ingin melihat indahnya sunset dan sunrise, candi ini merupakan salah satu objek yang wajib untuk kamu kunjungi.

Jam Buka dan Tiket Masuk Candi Plaosan

Candi Plaosan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 06.00 - 17.00

Harga tiket masuk per orang untuk wisatawan domestik/asing Rp. 5.000,-

Alamat: Jalan Candi Plaosan, Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 57454

No. Telepon: +62 899-9270-261

Tags: Candi Plaosan, Candi, Yogyakarta

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com