Ayo Mampir Ke Kota Lama Semarang Yang Bisa Bikin Kamu Serasa Di Belanda
Kota Lama merupakan salah satu spot di Kota Semarang yang dipenuhi oleh banyak bangunan bergaya colonial sehingga dijuluki The Little Netherland.
Keberadaan Belanda di Indonesia pada masa lampau menyisakan banyak peninggalan bangunan bersejarah. Terbukti sejumlah kota di Indonesia memiliki beberapa spot yang didalamnya terdapat bangunan bergaya kolonial, salah satunya adalah Semarang.

Di Semarang terdapat sebuah spot bernama Kota Lama yang dijuluki The Little Netherland. Pasalnya, di titik ini, ada banyak sekali bangunan bergaya kolonial yang eksotis dan menarik untuk dikunjungi. Jika kamu sedang berada di Semarang, cobalah mendatangi tempat-tempat ini.
 
Gereja Blenduk



Inilah bangunan Belanda paling terkenal di Kota Lama, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu landmark Semarang. Pada tahun 1753, didirikanlah Gereja Blenduk. Namun karena masyarakat sulit mengucapkan nama gereja itu dalam Bahasa Belanda, akhirnya mereka menyebut gereja itu dengan sebutan Gereja Blenduk dikarenakan atap gereja berbentuk kubah. Sampai saat ini gereja yang telah berganti nama menjadi GPIB Immanuel itu masih digunakan untuk beribadah.
 
Jembatan Berok



Dahulu Jembatan Berok digunakan sebagai penghubung Kota Lama dan bagian lainnya. Namun kini Jembatan Berok menjadi penghubung Jalan Mpu Tantular dan Jalan Pemuda. Sama seperti kasus Gereja Blenduk, awal mula munculnya kata Berok juga disebabkan oleh masyarakat. Sebenarnya nama jembatan ini adalah Gouvernementsburg. Namun oleh masyarakat pribumi, pelafalan Burg berubah menjadi Berok. Jembatan Berok sendiri memiliki andil dalam situasi perdagangan era abad 19-20. Karena itu, Jembatan Berok tidak terpisahkan dari sejarah Kota Lama.
 
Pabrik Rokok Praoe Lajar



Mungkin untuk kamu yang berada di luar Semarang, nama Rokok Praoe Lajar masih terdengar asing. Namun itu tidak berlaku bagi masyarakat Semarang. Karena rokok ini diproduksi di Semarang dan perusahaan mengklaim Rokok Praoe Lajar sebagai rokok para nelayan, mengingat mayoritas konsumen rokok ini adalah warga Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Adapun Pabrik Rokok Praoe Lajar berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang. Dan hebatnya, pabrik rokok ini tetap beroperasi sampai sekarang tanpa bantuan iklan.
 
Stasiun Tawang



Sering ke Semarang menggunakan kereta api? Tentu kamu tidak asing lagi dengan Stasiun Tawang. Stasiun di Kota Lama ini dibuat dan diresmikan oleh Bangsa Belanda. Saat memasuki Stasiun Tawang, kamu akan merasakan kesejukan, padahal tidak ada satu pun terlihat pendingin ruangan. Pasalnya, struktur bangunan Stasiun Tawang memiliki banyak celah sehingga udara bisa bebas masuk. Ada satu keunikan Stasiun Tawang yang tidak boleh dilewatkan yakni alunan piano yang menyenandungkan Gambang Semarang sebagai tanda kedatangan kereta.
 
Gedung Marabunta



Gedung Marabunta berada di Jalan Cenderawasih dan memiliki keunikan tersendiri dengan keberadaan 2 (dua) patung semut raksasa pada bagian atapnya. Dahulu Gedung Marabunta menjadi tempat langganan pementasan drama. Salah satu pementasan yang pernah dilakukan di gedung ini adalah pementasan balet oleh seorang wanita bernama Matahari. Jika Jembatan Berok memiliki peran dalam perdagangan, Gedung Marabunta memiliki peran dalam kesenian di Semarang. Bicara tentang semut raksasa gedung ini, para fotografer selalu memburunya loh!
 
Gedung Marba



Lihatlah ke seberang Taman Srigunting. Di sana kamu akan menemukan bangunan 2 lantai yang sudah sangat tua, itulah Gedung Marba. Adalah Marta Badjunet, saudagar kaya yang memprakarsai berdirinya gedung ini. Untuk mengenang jasa sang saudagar, gedung tersebut pun dinamakan MARBA. Dulunya Gedung Marba menjadi kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Sayangnya saat ini Gedung Marba hanya menjadi gudang.
 
Selain Gereja Blenduk dan lima bangunan lainnya, masih terdapat beberapa bangunan eksotis lainnya yang mengisi Kawasan Kota Lama. Sebut saja Kantor Pos Besar, Djakarta Lloyd, Gedung Jiwasraya, Polder Tawang, dan Gedung Keuangan Negara. Itulah bangunan-bangunan peninggalan Belanda nan eksotis yang mengisi Kota Lama Semarang. Melihat ramainya bangunan kolonial di kawasan ini, sangatlah wajar bila akhirnya Kota Lama Semarang dijuluki The Little Netherland.

Loading...
Loading...
Artikel ini di tulis oleh Rahel kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait