Mau Wisata Anti-Mainstream? Coba Deh Kunjungi 8 Desa Wisata Ini
Cobalah wisata anti-mainstream dengan mengunjungi desa-desa wisata yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Di desa wisata, kamu tidak hanya akan diajak merasakan kesejukan udara desa, tapi juga mengenal Indonesia lebih jauh. Penasaran? Langsung saja simak 8 desa wisata berikut.
Suka travelling tapi jenuh dengan tujuan wisata yang sudah mainstream? Kenapa tidak coba yang anti-mainstream saja? Masih banyak kok wisata tidak biasa yang bisa dikunjungi di Indonesia, salah satunya adalah desa wisata. Dengan status sebagai negara agraris yang dipenuhi beragam budaya, desa wisata memiliki keistimewaan tersendiri.

Di desa wisata, kamu tidak hanya akan diajak merasakan kesejukan udara desa, tapi juga mengenal Indonesia lebih jauh. Penasaran? Langsung saja simak 8 desa wisata berikut.

Desa Jangga, Sumatera Utara



Sekitar 24 km dari Danau Toba terdapat Desa Jangga yang akan mengajakmu mengenal tradisi Suku Batak. Selain mempelajari sejarahnya, kamu juga bisa menonton atraksi budaya Batak, melihat deretan rumah adatnya, bahkan ikut serta menenun kain ulos.
 
Desa Kanekes, Banten



Suku Baduy menempati Desa Kanekes di Banten. Di desa inilah, orang-orang Baduy menjalani hidup mereka tanpa teknologi. Bahkan mandi pun, mereka tidak menggunakan sabun. Di desa ini, kamu bisa belajar bagaima hidup selaras dengan alam.
 
Kampung Naga, Jawa Barat



Hingga saat ini masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat, tepatnya di Tasikmalaya, masih menjunjung tinggi adat-istiadat leluhur. Mereka hidup secara tradisional dengan berdiam di bangunan bambu/kayu yang beratapkan daun nipah. Mereka juga tidak menggunakan barang elektronik. Sama seperti orang-orang Baduy, masyarakat Kampung Naga juga hidup selaras dengan alam. Untuk menafkahi hidup, mereka mengandalkan hasil pertanian dan menjual cinderamata buatan sendiri. Sama seperti masyarakat adat umumnya yang memiliki tradisi unik, masyarakat Kampung Naga juga memiliki Tradisi Hajat Sasih memohon berkah dan keselamatan kepada leluhur.

Desa Candirejo, Jawa Tengah



Tidak jauh dari Borobudur, ada Desa Candirejo yang akan mengajakmu mengenal tradisi Nyadran, tradisi Jathilan, Kubrosiswo, dan Sedekah Bumi. Kamu juga bisa melihat secara langsung bagaimana pengerjaan kerajinan bambu dan pandan. Dengan menawarkan suasana yang tenteram, dijamin kamu akan betah berada di Desa Candirejo.
 
Desa Bubong, Jogjakarta



Di Gunungkidul, Jogjakarta, terdapat Desa Bubong yang merupakan sentra kerajinan topeng. Ya, hampir semua warga Desa Bubong bekerja sebagai pengrajin. Karena itulah, di desa ini, kamu bisa menyaksikan proses pengerjaan kerajinan topeng yang dibuat dari kayu pule. Selain topeng,warga Desa Bubong juga membuat kerajinan patung, wayang, dan gantungan kunci dari kayu sengon. Desa Bubong hampir selalu diramaikan wisatawan khususnya saat hari libur.
 
Desa Penglipuran, Bali



Jika kamu cukup sering menonton Film Televisi (FTV) bersetting Bali, kamu tentu tidak asing dengan desa yang dipenuhi oleh deretan rumah yang tertata rapi. Ya, itulah Desa Penglipuran yang merupakan salah satu desa terindah di dunia. Di desa ini, kendaraan tidak diizinkan masuk dan hanya boleh diparkirkan di areal gapura. Hal inilah yang membuat Desa Penglipuran bebas polusi. Selain sejuk, Desa Penglipuran juga sangat asri dan cantik. Di setiap sudut, kamu akan menemukan bunga-bunga seperti mawar, kembang sepatu, bugenvil, bahkan kamboja. Sungguh pemandangan yang menyegarkan mata. Menariknya lagi, wisatawan diperbolehkan berkunjung ke rumah-rumah penduduk yang sangat ramah. Mereka akan menyambutmu dengan tangan terbuka dan menyuguhkan minuman “Yolo Cemcem”.
 
Kampung Bena, Nusa Tenggara Timur



Sampai saat ini masyarakat Kampung Bena, Nusa Tenggara Timur tetap mempertahankan budaya megalitikum. Masyarakat percaya bahwa mereka harus menghormati gunung, batu, dan hewan. Saat mengunjungi Kampung Bena, kamu akan serasa hidup di Zaman Batu. Kamu akan melihat deretan rumah yang masing-masing bagian depannya memiliki tanduk kerbau, rahang, dan taring babi yang menunjukkan status sosial.
 
Desa Kete Kesu, Toraja



Di Desa Kete Kesu, Toraja, kamu akan melihat deretan tongkonan yang berhadapan dengan lumbung beras, gua, dan juga tebing batu yang merupakan tempat penguburan masyarakat. Cobalah berkunjung saat Juni hingga Desember, dimana masyarakat Toraja menyelenggarakan Upacara Rambu Solo, sebuah upacara penguburan yang diadakan berhari-hari dengan meriah.
Artikel ini di tulis oleh Rahel kamu juga bisa menulis karyamu di vebma,dibaca jutaan pengunjung,dan bisa menghasilkan juta rupiah setiap bulannya, Daftar Sekarang

Artikel Terkait