Inilah Menara Jam Terpopuler Dari 3 Belahan Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

16-10-2016 (1 month ago)

Tidak hanya ada di satu tempat saja di muka Bumi, namun para menara jam juara yang akan kita bahas ini berada di 3 tempat berbeda sekaligus yang mewakili peradapan Timur, Timur Tengah dan Barat, serta paling populer dibanding menara – menara jam lainnya di dunia dan tentunya kudu menjadi daftar kunjungan kamu

Rotasi Bumi menyebabkan terjadinya perbedaan waktu signifikan antara belahan Bumi barat dan belahan Bumi Timur, sehingga dapat dipastikan siang dan malam tidak akan muncul bersamaan di timur dan barat Bumi, juga di antara keduanya. Siang dan malam pasti terjadi secara bergiliran dengan bagian timur Bumi akan terlebih dulu mendapatkan Matahari terbit dan Matahari terbenam. Untuk itulah dibuat benda yang sangat berguna bagi manusia dari dulu untuk menunjuk waktu, benda itu bernama jam dan bentuknya pun bervariasi dari yang berukuran mini hingga berukuran fantastis besarnya, dari jam tangan untuk perorangan hingga menara jam yang dapat disaksikan banyak orang.

Hebatnya, tanpa disengaja baik itu di barat, maupun di timur dan timur tengah sama – sama terdapat manara jam terpopuler  yang saling berkaitan satu sama lainnya. Alangkah beruntungnya bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke negeri 3 menara jam tersebut apalagi menjadi penduduk di kota dimana menara jam itu berada ya.

Menara Big Ben




Ini dia asal muasal menara jam paling top dan keren di dunia. Semenjak dibangun pada tahun 1858 di London Inggris, menara Big Ben telah mencuri perhatian dunia, ini dikarenakan menara jam tersebut memiliki ukuran raksasa dengan tinggi 96 meter dan memiliki 4 sisi wajah dengan diameter jam 7 meter belum lagi ditambah dengan lonceng besar di dalamnya. Mengacu pada lonceng besar tersebutlah menara jam ini dinamai Big Ben, namun pada tahun 2012 untuk menghormati masa kekuasaan 60 tahun ratu Elizabeth II maka menara jam ini memiliki nama resmi yaitu menara Elizabeth.

Kamu tentu sudah tau dong kalau GMT (Greenwich Mean Time) yang menjadi tolak ukur waktu dunia itu ternyata juga terletak di London Inggris, dan kenapa Greenwich? Ini dikarenakan wilayah Greenwich berada pada 0 derajat bujur yang menandakan  titik awal setiap perubahan zona waktu di dunia. Sedangkan zona waktu tersebut ditentukan oleh letak geografis suatu Negara, sehingga ada Negara yang memiliki waktu lebih awal dari GMT ataupun GMT yang lebih awal dari waktu Negara tersebut. GMT sebagai acuan waktu dunia ini seolah semakin diperkuat dengan keberadaan menara Big Ben yang sama – sama berada di London Inggris dan telah menjadi landmark dan ikon dari kota London dan Negara Inggris, serta menjadi objek wisata terpopuler di Inggris.

Sangat beruntung bila kamu suatu waktu dapat berkunjung ke Inggris dan mampir ke menara Big Ben. Menara Big Ben sendiri masih merupakan bagian dari Istana Westminster yang lokasinya tepat di ujung Jembatan Westminster dan tepi sungai Themes yang membelah kota London.

Yang paling unik dan menarik dari menara Big Ben ini adalah arsitekturnya yang bergaya neo gothic dan merupakan rancangan dari Augustus Pugin. Neo gothic sendiri menjadi gaya arsitektur favorit di abad ke-18 dan ke-19 tidak hanya di Inggris melainkan juga di Eropa, sehingga banyak dapat kita temui bangunan – bangunan klasik  dan indah apakah itu istana, kastil, museum dan universitas memiliki gaya arsitektur ini. Selain itu kamu juga kudu tau keunikan menara Big Ben ini dimana lonceng besar daripada menara jam akan berbunyi paling keras setiap 1 jam sekali dan diikuti oleh 4 lonceng lainnya 15 menit sekali secara bergantian, dan untuk mengubah waktu menara jam tergantung kepada tumpukan koin penny yang terletak di atas pendulum jam. Koin penny tersebut berhubungan dengan pusat gravitasi jam, sehingga bertambah dan berkurangnya koin akan mempengaruhi waktu dengan bertambah sebanyak 0.4 detik sehari.

Makkah Royal Clock Tower




Tahukah kamu fungsi jam sangat berkaitan erat dengan kewajiban menunaikan shalat 5 waktu karena jam sebagai penunjuk waktu sangat menunjang sekali bagi umat muslim agar mengerjakan shalat wajib 5 waktu tepat pada waktunya. Dan tidak heran karena itulah di kota suci umat Islam, Mekkah, Arab Saudi, tidak lama ini tepatnya pada tahun 2012 dibangun sebuah menara jam megah yang menjulang  jauh tinggi ke angkasa dengan ketinggian 601 meter.

Tidak tanggung – tanggung Makkah Royal Clock Tower atau menara jam megah di Mekkah ini memecahkan rekor sebagai menara jam terbesar tidak hanya untuk kawasan timur tengah saja, namun untuk kelas dunia dan mengalahkan ukuran raksasa menara Big Ben yang selalu dielu – elukan sebelumnya. Dan juga merupakan bangunan kedua tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa 828 meter dari Dubai. Walau kelihatannya bersaing, namun Makkah Royal Clock Tower dan menara Big Ben di London masih dapat dibilang kembaran juga karena keduanya memiliki bentuk yang hampir mirip dan sama – sama top dan keren urutan teratas di dunia. Perbedaannya karena Makkah Royal Clock Tower dibangun dengan nuansa Islami yang kental, dimana di atas dan di bawah jam tersebut terdapat tulisan Allah dan La Ilaha Illallah Wa Muhammadar Rasulullah dalam huruf Arab sedang pada puncaknya terdapat Bulan Sabit yang dilapisi  emas. Sementara menara Big Ben dibangun dengan struktur dan gaya bernuansa Eropa klasik.

Yang paling unik dari bangunan Makkah Royal Clock Tower ini adalah memiliki 2 juta lampu LED pada tampilan jam yang menyala 5 x sehari sesuai waktu shalat, sehingga pada malam hari puncak jam dapat dilihat dari jarak 28 km. Makkah Royal Clock Tower sendiri bangunannya menyatu dengan Fairmont Hotel dan termasuk dalam komplek Abraj al Bait yang merupakan pusat perbelanjaan raksasa di kota Mekkah. Komplek Abraj al Bait dibangun oleh grup Bin Laden yaitu sebuah perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi.  Komplek Abraj al Bait memiliki lebih dari 2500 kamar hotel dan apartemen ditambah 20 lantai pusat perbelanjaan dan tempat parkir yang sanggup menampung 1000 mobil. Semua ini bertujuan untuk dapat menampung 10 juta jamaah haji nantinya.

Dan yang paling membuat Makkah Royal Clock Tower ini semakin menarik karena lokasinya berdekatan dengan Masjidil Haram, sehingga bagi jamaah haji dan yang berkunjung ke Masjidil Haram untuk shalat akan berdecak kagum melihat dahsyatnya kemegahan menara jam ini, begitu juga sebaliknya bila kita dari dalam bangunan menara jam, kita akan melihat terharu atas pemandangan utuh Masjidil Haram yang namanya sudah melegenda sejak zaman rasul tersebut.

Jam Gadang



Kita harus berbangga karena negara kita Indonesia ternyata juga memiliki menara jam yang  tak kalah canggih dan kerennya dibanding dengan menara jam yang dimiliki negara  –  negara lain di dunia. Apalagi ternyata arsitek Jam Gadang juga berasal dari Indonesia yaitu Yazid Rajo Mangkuto Sutan Rajo Ameh keturunan Minang Kabau.  Pada masih zaman penjajahan Belanda dan Jepang, Jam Gadang seakan bermakna sebagai harapan menyongsong kemerdekaan yang tidak akan lama lagi segera datang dalam hitungan tahun dan dewasa ini kita dapat memaknai Jam Gadang yaitu untuk selalu mengisi kemedekaan ini dengan segala kualitas terbaik, kemajuan yang bermanfaat dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sampai kapan pun.

Jika Inggris punya menara Big Ben, Arab Saudi punya Makkah Royal Clock Tower dan Indonesia punya Jam Gadang yang terletak di Bukittinggi Sumatra Barat. Jam Gadang yang punya tinggi 26 meter dan  taman cukup luas ini lokasinya berdekatan dengan istana Bung Hatta dan Pasar Atas serta dengan latar pemandangan indah Gunung Singgalang. Jam Gadang ini benar – benar berada di central kota Bukittinggi.

Jam Gadang telah menjadi landmark dan ikon Bukittinggi sekaligus objek wisata top dan favorit di Indonesia. Jam Gadang bisa dibilang kembaran menara Big Ben di London Inggris lantaran mesin penggerak keduanya dibuat oleh satu pabrik pembuat jam yang sama yakni, Vortmann Relinghausen dari Jerman, dan tidak ada lagi mesin penggerak seperti itu karena memang dibuat 2 unit saja di dunia.

Semenjak dibangun pada tahun 1926 sampai sekarang, Jam Gadang telah menjadi pusat perhatian banyak orang, dikarenakan  biaya pembangunan Jam Gadang  yang terbilang sangat mewah waktu itu yaitu sebesar 3000 gulden, belum lagi bahan bangunannya yang terbilang unik dan langka karena tidak memerlukan besi penyangga dan adukan semen, melainkan hanya campuran dari kapur, putih telur, dan pasir putih, namun ajaibya Jam Gadang dapat berdiri kokoh laksana bukit megah sampai sekarang. Dari puncak Jam Gadang, kamu dapat menyaksikan keelokan alam kota Bukittinggi di sekelilingnya, sungguh merupakan pemandangan yang sangat menarik dan tak terlupakan tentunya.

Keunikan yang menarik dari bangunan Jam Gadang adalah atap Jam Gadang yang telah 3 kali berganti sesuai zamannya, di zaman penjajahan Belanda berbentuk bulat dengan hiasan Ayam Jago di atasnya, di zaman penjajahan Jepang berbentuk pagoda dan terakhir di zaman kemerdekaan berbentuk gonjong rumah adat Minang Kabau. Selain itu yang menjadikan Jam Gadang semakin memiliki ciri khas unik dan menarik adalah angka 4 romawi pada Jam Gadang berupa IIII bukan IV yang ada pada setiap menara jam di dunia.

Luar biasa bukan Jam Gadang tersebut karena kenyataannya selevel dengan menara Big Ben dan Makkah Royal Clock Tower. Maka di belahan timur Bumi pantas sekali bila Jam Gadang dinobatkan sebagai menara jam paling top dan keren. Bila kamu ke Bukittinggi, sehingga belum afdal kiranya belum mampir ke Jam Gadang.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel