Bahaya Depresi Bagi Kehidupan Hingga Kematian

23-10-2016 (1 month ago)

Depresi adalah hal yang pernah dialami setiap manusia dalam hidupnya, ada depresi ringan dan depresi berat Kadang kita menganggap depresi hanyalah hal sepele, padahal depresi apabila dibiarkan dapat membunuh penderitanya.

Tentu kita masih ingat kasus kematian Matsuri Takahashi karyawan muda Jepang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari atas gedung asramanya karena depresi atas beban kerja yang dialaminya saat itu. Tidak hanya di Jepang seorang mahasiswa asal Indonesia bernama Vincentius Billy mahasiswa UI memutus ikatan hidup dengan cara gantung diri di kamar kosnya, dari kedua kasus ini memiliki kesamaan dimana keduanya masih dalam usia produktif.

Kalau kita menulis keyword kasus bunuh diri di Indonesia, kita tidak hanya akan menemukan satu dua kasus melainkan ratusan kasus.

Kasus bunuh diri bukanlah kasus rekayasa novel atau film, fenomena ini benar-benar terjadi di sekitar kita. Yang lebih tragis, banyak kasus dimulai dari masalah sepele seperti : putus cinta, nilai jelek takut dimarahi hingga pengajuan proposal skripsi yang tidak kunjung-kunjung diaprove. Uniknya kebanyakan kasus bunuh diri disebabkan oleh depresi.

Fenomena Bunuh Diri Terus Meningkat di Berbagai Negara Tanpa Pandang Rupa


Data terakhir negara dengan kasus bunuh diri adalah Amerika Serikat dan Korea, di Amerika kurang lebih 42.773 orang kehilangan nyawa akibat bunuh diri dan jumlahnya semakin meningkat daripada kasus pembunuhan. Sedangkan di Korea bunuh diri menjadi masalah besar di negaranya, data terakhir sebanyak 14.160 orang tewas karena bunuh diri di tahun 2012, peningkatanya sangat mengerikan mencapai 219% sejak tahun 2000. Bahkan beberapa tahun lalu kita pernah dikejutkan oleh kasus bunuh diri aktor senior Robin Williams.

Kebanyakan Kasus Dipicu Oleh Depresi yang Tidak Dapat Ditangani Sendiri


Depresi muncul dari stress berkelanjutan dari beban fikiran dalam hidup. Beberapa keadaan stress masih bisa diatasi dengan mengabil cuti kerja atau liburan untuk mengembalikan kewarasan jiwa. Apakah kamu masih ingat kasus Matsuri, dia depresi karena bekerja terlalu lama 105/h selama sebulan, menurut psikolog fikiran dan kejiwaanya tidak bisa menerima tekanan ini sehingga rasa cemas selalu melanda diri, merasa hilangnya motivasi hidup yang kemudian dia mengalami gangguan sulit tidur dan pola makan. Dengan begitu dia mulai berfikir tidak sehat.

Sayangnya di Indonesia Depresi Masih Dianggap Remeh, Cuma Galau Sepele Penyebab Baper . Hadeeeh


Penyebab masalah cuma dianggap sepele karena di Indonesia rata-rata adalah masalah patah hati dan masalah akademik. Yang lebih parah dulu di Indonesia ada berita “Anak SD mencoba bunuh diri akibat ditolak cintanya”. Jadi kesimpulanya orang yang ingin melakukan bunuh diri adalah orang lemah, tidak punya iman, mudah goyah dan putus asa. Orang-orang di Indonesia kebanyakan menghiraukan orang seperti ini dengan ucapan “Jadi orang itu jangan mudah baper”, “Masak gitu aja galu”, “Cengeng lho”.

Kesimpulan : Orang yang mengalami depresi sebenarnya tidak benar-benar ingin bunuh diri, mereka cuma ingin rasa sakitnya hilang. Orang yang mengalami depresi ingin sekali orang-orang disekitar atau orang terdekat memperdulikannya. Jadi orang depresi jangan dibuat becandaan kita seharusnya merangkul dan menghibur mereka.

Bergabung jadi penulis

Bergabung bersama kami,tulis artikel,Share artikel anda,dapatkan penghasilannya

Buat Artikel